Malang, KabarOneNews.com — Muktamar I Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Nahdlatul Ulama (AFEBNU) menjadi tonggak penting konsolidasi dan penguatan peran fakultas ekonomi dan bisnis di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Mengusung tema besar “Fakultas Unggul dan Berdampak: Merawat Tradisi, Mendorong Inovasi”, kegiatan ini digelar bertepatan dengan pertemuan para dekan AFEBNU yang berlangsung Selasa,(03/02/2026)di Universitas Islam Malang (UNISMA), Jawa Timur. Forum strategis ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan musyawarah, tetapi juga ruang refleksi kolektif atas perjalanan organisasi serta peneguhan arah masa depan AFEBNU.
Dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan, salah satu agenda utama Muktamar I AFEBNU adalah penyampaian Laporan Kepengurusan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Nahdlatul Ulama Tahun 2023–2025. Laporan ini disampaikan secara resmi oleh Dr. Hasan selaku perwakilan pengurus, di hadapan para dekan, pimpinan fakultas, dan delegasi anggota AFEBNU dari berbagai perguruan tinggi NU di Indonesia. Penyampaian laporan ini menjadi momen penting untuk menilai capaian organisasi, tantangan yang dihadapi, serta pembelajaran strategis selama dua tahun terakhir.
Dr. Hasan dalam laporannya menegaskan bahwa periode kepengurusan 2023–2025 merupakan fase konsolidasi dan akselerasi AFEBNU dalam menjawab dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompleks. AFEBNU tidak hanya berfokus pada penguatan kelembagaan internal, tetapi juga berupaya memperluas dampak fakultas ekonomi dan bisnis NU bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan nasional. Menurutnya, semangat merawat tradisi tercermin dari komitmen AFEBNU untuk menjaga nilai-nilai ke-NU-an, moderasi beragama, dan etika keilmuan, sementara semangat mendorong inovasi diwujudkan melalui berbagai program peningkatan mutu akademik, riset, dan kolaborasi.
Sepanjang periode kepengurusan, AFEBNU telah menginisiasi berbagai kegiatan strategis yang diarahkan pada peningkatan kualitas fakultas dan program studi. Dr. Hasan memaparkan bahwa penguatan tata kelola fakultas menjadi prioritas utama, terutama dalam menghadapi tuntutan akreditasi nasional dan internasional. AFEBNU secara aktif mendorong penerapan sistem penjaminan mutu internal, pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), serta peningkatan kapasitas dosen dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Upaya ini dilakukan agar fakultas ekonomi dan bisnis NU mampu bersaing secara sehat dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Selain aspek akademik, laporan kepengurusan juga menyoroti peran AFEBNU dalam membangun jejaring dan kolaborasi antarperguruan tinggi. Selama dua tahun terakhir, AFEBNU menjadi wadah komunikasi dan koordinasi para dekan untuk berbagi praktik baik, menyinergikan program, serta merespons isu-isu strategis di bidang ekonomi dan bisnis. Dr. Hasan menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan kekuatan utama AFEBNU, karena memungkinkan fakultas-fakultas anggota untuk tumbuh bersama, saling menguatkan, dan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi tantangan.
Muktamar I AFEBNU di UNISMA Malang juga menjadi refleksi penting atas peran fakultas ekonomi dan bisnis NU dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam laporannya, Dr. Hasan menyampaikan bahwa AFEBNU mendorong anggotanya untuk tidak berhenti pada capaian administratif dan akademik semata, tetapi juga aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya pemberdayaan UMKM, ekonomi pesantren, dan ekonomi berbasis kerakyatan. Menurutnya, fakultas unggul adalah fakultas yang kehadirannya dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas, sejalan dengan nilai-nilai dasar Nahdlatul Ulama.
Tema “Fakultas Unggul dan Berdampak” yang diusung dalam Muktamar ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Banyak dekan menilai bahwa tema tersebut sangat relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini, di mana perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga solusi atas persoalan sosial dan ekonomi. Dalam konteks ini, AFEBNU dipandang memiliki peran strategis sebagai penggerak transformasi fakultas ekonomi dan bisnis NU agar adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Pelaksanaan Muktamar I AFEBNU di UNISMA Malang juga memiliki makna simbolik yang kuat. Sebagai salah satu perguruan tinggi NU terkemuka, UNISMA menjadi representasi nyata dari upaya merawat tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus mengembangkan inovasi akademik dan kelembagaan. Kehadiran para dekan AFEBNU dari berbagai daerah di Indonesia semakin mempertegas semangat persatuan dan kebersamaan dalam membangun kualitas pendidikan tinggi NU.
Menutup penyampaian laporannya, Dr. Hasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota AFEBNU yang telah berkontribusi aktif selama periode 2023–2025. Ia juga menyampaikan harapan agar kepengurusan selanjutnya dapat melanjutkan dan menyempurnakan berbagai program yang telah dirintis, dengan semangat kolaborasi, profesionalisme, dan keikhlasan. Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin besar, tetapi dengan fondasi yang kuat dan visi bersama, AFEBNU diyakini mampu menjadi lokomotif penguatan fakultas ekonomi dan bisnis NU yang unggul dan berdampak.
Muktamar I AFEBNU ini pada akhirnya tidak hanya menjadi forum laporan pertanggungjawaban organisasi, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan arah masa depan. Dengan meneguhkan komitmen merawat tradisi dan mendorong inovasi, AFEBNU menempatkan diri sebagai asosiasi yang siap beradaptasi dengan perubahan zaman, sekaligus setia pada nilai-nilai dasar Nahdlatul Ulama. Dari Malang, semangat kebersamaan dan transformasi ini diharapkan terus bergema, menguatkan peran fakultas ekonomi dan bisnis NU dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.


















