Lamongan, KabarOne News.com-Tanggal 10 Desember 2025 menjadi penanda perjalanan panjang yang akhirnya berbuah manis bagi dunia akademik Lamongan. Pada hari itu, Dra. Henny Mahmudah, M.E., sosok pendidik yang selama puluhan tahun mengabdikan hidupnya untuk kemajuan ilmu ekonomi, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya. Keberhasilan ini disambut hangat dan penuh kebanggaan, tidak hanya oleh keluarga dan rekan sejawat, tetapi juga oleh seluruh civitas akademika Universitas Islam Lamongan (UNISLA), tempat beliau pernah memegang amanah sebagai Dekan Fakultas Ekonomi (FE).
Pencapaian Dr. Henny bukanlah sesuatu yang hadir secara instan. Gelar doktor ini merupakan titik puncak dari proses panjang yang penuh disiplin, pengorbanan, dan kerja keras. Sebagai seorang akademisi senior, beliau harus mampu membagi waktu antara tanggung jawab mengajar, membimbing mahasiswa, menjalankan kegiatan organisasi kampus, sekaligus memenuhi tuntutan ketat studi doktoral. Namun justru dalam proses itulah terlihat karakter Dr. Henny yang sesungguhnya: sosok yang tidak mudah menyerah, selalu tekun, dan memiliki semangat belajar yang tidak pernah pudar.
Perayaan kelulusan ini semakin bermakna ketika Rektor UNISLA, DR. H. Abdul Ghofur, memberikan ucapan selamat yang begitu menyentuh dan penuh penghargaan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa keberhasilan Dr. Henny adalah bukti nyata bahwa dunia pendidikan membutuhkan orang-orang yang memiliki kemauan kuat untuk terus berkembang. “Gelar doktor ini bukan hanya sebuah predikat akademik, tetapi sebuah capaian spiritual dan intelektual. Ibu Henny telah menunjukkan bagaimana seorang pendidik sejati seharusnya berjuang: konsisten, rendah hati, dan selalu berorientasi pada kemanfaatan. Atas nama keluarga besar UNISLA, saya menyampaikan rasa bangga yang mendalam. Semoga ilmunya membawa keberkahan dan memperkuat posisi kita sebagai institusi yang berkomitmen terhadap mutu dan kualitas,” tutur beliau dalam suasana khidmat.
Tak hanya dari Rektor, apresiasi juga datang dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA, DR. H. Abid Muhtarom, yang menyampaikan ucapan selamat dengan penuh rasa bangga. “Ibu Henny adalah bagian penting dari sejarah fakultas kami. Beliau tidak hanya pernah memimpin FE UNISLA, tetapi juga membentuk kultur akademik yang kuat. Integritas, kedisiplinan, dan totalitas pengabdian beliau masih dapat dirasakan hingga hari ini. Gelar doktor ini semakin mengukuhkan kapasitas beliau sebagai akademisi yang luar biasa. Semoga keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi dosen-dosen muda untuk menapaki jalan yang sama. Fakultas sangat bangga dan sangat bersyukur memiliki figur seperti beliau,” ungkap Dekan.
Selama menjabat sebagai Dekan FE UNISLA, Dr. Henny Mahmudah dikenal luas sebagai pemimpin yang visioner dan penuh perhatian terhadap perkembangan fakultas. Di bawah kepemimpinannya, berbagai program peningkatan mutu dosen dan mahasiswa berhasil dilakukan. Beliau mendorong penguatan kurikulum yang relevan dengan tuntutan dunia kerja, memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai instansi, serta meningkatkan budaya penelitian di lingkungan kampus. Tak sedikit dosen dan mahasiswa yang merasakan langsung kehangatan dan dukungan beliau dalam setiap proses akademik, menjadikannya sosok panutan dan inspirator.
Perjalanan doktoral Dr. Henny di UNTAG menghadirkan banyak cerita tentang keteguhan seorang pembelajar sejati. Meski sudah mengabdi sekian lama sebagai dosen senior, beliau tidak pernah berhenti menambah wawasan dan memperdalam keilmuan. Ia aktif mengikuti diskusi ilmiah, menghadiri seminar nasional serta internasional, dan terlibat dalam penelitian ekonomi pembangunan yang menjadi fokus minatnya. Dalam penyusunan disertasinya, Dr. Henny menggali fenomena ekonomi dengan pendekatan kritis namun empatik, memperlihatkan kematangannya sebagai peneliti yang tidak hanya kuat secara teori tetapi juga peka terhadap realitas sosial.
Gelar doktor yang kini resmi diraihnya memberikan energi baru bagi pengembangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA. Dengan kompetensi yang semakin kuat, Dr. Henny diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan di lingkungan fakultas, tetapi juga mampu melahirkan kajian-kajian strategis yang bermanfaat bagi pembangunan ekonomi daerah. Kajian ekonomi di tingkat lokal membutuhkan pemikiran akademik yang tajam dan berbasis riset, dan kehadiran Dr. Henny sebagai doktor baru tentu menjadi peluang besar bagi UNISLA untuk memperkuat posisi sebagai kampus yang aktif dalam penelitian ekonomi berbasis data dan kebutuhan masyarakat.
Bagi para dosen senior dan muda, keberhasilan Dr. Henny menjadi sumber motivasi yang tak ternilai. Banyak di antara mereka yang menyadari bahwa menempuh pendidikan lanjutan bukan sekadar tuntutan karier, tetapi sebuah investasi jangka panjang untuk pengembangan diri dan lembaga. Sosok Dr. Henny telah membuktikan bahwa usia dan kesibukan bukanlah penghalang selagi seseorang memiliki tekad dan komitmen yang kuat. Tidak sedikit yang berharap agar setelah pencapaian ini, semakin banyak dosen UNISLA yang terdorong untuk meraih gelar doktor.
Para mahasiswa pun turut bergembira. Mereka sudah lama mengenal Dr. Henny sebagai dosen yang penuh kesabaran, tegas, dan selalu membuka ruang bagi mahasiswa untuk berpikir kreatif. Dengan gelar doktor yang kini disandangnya, mahasiswa merasa semakin bangga karena dibimbing oleh akademisi berkualifikasi tinggi. Mereka percaya bahwa pengalaman dan pengetahuan baru yang diperoleh Dr. Henny akan menghadirkan peningkatan mutu pembelajaran yang lebih signifikan.
Dalam momen yang membahagiakan ini, doa dan harapan terbaik terus mengalir untuk Dr. Henny Mahmudah. Banyak yang berharap agar beliau diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus berkarya, terus memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan, dan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Gelar doktor ini bukan hanya kebanggaan keluarga dan institusi, tetapi menjadi simbol bahwa pendidikan akan selalu menjadi harapan yang menjanjikan selama ada orang-orang yang mencintainya dengan sepenuh hati.
Keberhasilan Dr. Henny adalah sebuah kisah tentang ketekunan, tanggung jawab, dan cinta terhadap ilmu pengetahuan. Ini adalah kisah yang mengingatkan bahwa tugas seorang akademisi tidak pernah selesai. Justru setelah menyelesaikan gelar doktor, babak baru perjalanan intelektual akan dimulai babak yang penuh tantangan, namun juga penuh peluang untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Dengan penuh rasa syukur, gelar doktor yang diraih Dr. Dra. Henny Mahmudah, M.E. menjadi batu pijakan yang kokoh untuk perjalanan berikutnya. Semoga beliau senantiasa diberikan keberkahan dalam mengamalkan ilmunya, tetap menjadi cahaya bagi dunia pendidikan, dan terus melahirkan karya-karya akademik yang menginspirasi banyak orang. Prestasi ini adalah momentum emas momentum yang tidak hanya dirayakan, tetapi juga akan dikenang sebagai tonggak penting dalam perjalanan panjang pendidikan di UNISLA.(*).


















