Kabar One News .com– Balikpapan, Pelaksanaan peresmian proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto diwarnai gelombang protes.
Kekecewaan ini dipicu oleh pengaturan posisi duduk Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, H. Adji Muhammad Arifin, yang ditempatkan di barisan belakang tamu undangan.
Hal tersebut dinilai tidak menghormati tatanan adat serta martabat penguasa tanah Kutai sebagai tuan rumah.
Kritik keras disampaikan oleh Wawan Setiawan, Ketua Sanggar Tari Mahakam Gending – Borneo Sarang Paruya.
Wawan mengungkapkan rasa sedih dan mirisnya melihat perlakuan protokoler negara terhadap figur yang sangat dihormati oleh masyarakat Kalimantan tersebut.
“Seharusnya mereka tahu adab dan adat di tempat yang mereka kunjungi. Ada peribahasa ‘di mana kaki berpijak, di situ langit dijunjung’. Ini adalah kelemahan kita sebagai orang pribumi yang seolah selalu mau diinjak-injak harga dirinya,” ujar Wawan dengan nada kecewa.
Ia menegaskan bahwa secara historis, Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia yang masih eksis hingga saat ini.
Baginya, kedudukan Sultan sebagai pemimpin adat seharusnya setara dengan pemimpin negara dalam konteks penghormatan wilayah.
“Sebelum ada presiden, negeri ini dipimpin oleh raja-raja terdahulu. Sultan Kutai adalah sosok yang kami junjung setinggi-tingginya, sama dengan pemimpin negara ini. Jika negara ini dikuasai oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap nilai adat, maka beginilah jadinya, tak ada harga diri lagi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wawan menyerukan kepada seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) Kutai untuk tidak tinggal diam melihat perlakuan yang dianggap tidak adil tersebut. Ia mendesak adanya tindakan protes resmi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Jangan biarkan Sultan diperlakukan tidak adil. Harus ada tindakan atau protes agar mereka tahu siapa kami. Jangan sampai harga diri, harkat, dan martabat Sultan kami sebagai simbol orang Kutai diinjak-injak,” tegas Wawan menutup pernyataannya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak protokoler kepresidenan maupun panitia penyelenggara belum memberikan keterangan resmi terkait pengaturan kursi tamu undangan dalam acara tersebut.
NK



















