PALU — kabaronenews.com – Ruang kerja Ketua DPRD Kota Palu menjadi saksi sebuah momentum penuh kerinduan keagamaan pada Senin, 18 Mei 2026.
Di tengah himpitan tugas kenegaraan dan jadwal sidang paripurna yang padat, Ketua DPRD Kota Palu, Rico Djanggola, S.Kom., M.Buss., memilih meluruhkan ego jabatan demi menyambut ketukan pintu dari Barisan Pencinta Ulama (BPU) Sulawesi Tengah.
Pertemuan ini bukan sekadar diplomasi formal, melainkan manifestasi nyata dari sinergi Umara (pemimpin) dan Ulama yang diikat oleh tali mahabbah (kecintaan) terdalam kepada para wali Allah.
Di Antara Tugas Dunia dan Panggilan Langit
Langkah kaki 12 pejuang BPU Kota Palu yang dipimpin oleh Muammar Khadafi sebagai juru bicara sempat tertahan karena agenda sidang dewan yang diskorsing.
Namun, takdir Allah mempertemukan mereka dalam suasana yang seketika berubah khidmat dan penuh linangan ukhuwah Islamiyah.
Kehadiran delegasi ini membawa misi suci: memaparkan khidmah sosial kemanusiaan sekaligus memohon doa restu untuk berangkat menziarahi Haul Al-Quthub Al-Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf di Kota Gresik, Jawa Timur.
Pertemuan ini menjadi penegas firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 103:
“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai…”
Komitmen Pribadi Demi Menjaga Warisan Nabi
Mendengar ketulusan niat para pencinta dzurriyat Rasulullah SAW tersebut, rona kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Rico Djanggola.
Tanpa ragu dan dengan penuh ketawaduan, ia menyatakan komitmen spiritualnya untuk mengawal hajat tersebut. Bahkan, ia menegaskan akan menyokong akomodasi keberangkatan delegasi menggunakan dana pribadinya.
Baginya, melayani para pencinta ulama adalah investasi akhirat yang tidak ternilai harganya.
“Sebagai umat Islam, menjaga ulama dan menyambung silaturahmi adalah kewajiban moral kita. Saya sangat mendukung kerja-kerja sosial dan keagamaan yang dilakukan oleh Barisan Pencinta Ulama. Insya Allah, hajat mereka untuk berangkat ke haul di Gresik akan kita bantu semaksimal mungkin agar mendapatkan keberkahan,” ungkap Rico dengan nada suara yang bergetar penuh takzim.
Sikap tawadu sang ketua dewan ini mengingatkan kita pada pesan agung Rasulullah SAW dalam sebuah hadits riwayat Imam Thabrani:
“Ulama adalah pewaris para nabi. Maka barangsiapa memuliakan mereka, sungguh ia telah memuliakan Allah dan Rasul-Nya.”
Wasilah Rahmat bagi Bumi Tadulako
Kedermawanan dan dukungan nyata dari sang Umara menjadi oase penyejuk bagi 12 delegasi BPU yang hadir, yaitu: Nirmansyah, Muammar Khadafi, Karim, Zulham, Ramadhan, M. Fadlan, Mustakim, Usman, Andi, Rudiyanto, Bayu, dan Rizal.
Keberangkatan mereka menuju majelis haul bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan ruhani untuk mengetuk pintu langit.
Dengan menyatunya hati pemimpin dan rakyat dalam mencintai para wali Allah (Awliya), pertemuan ini diharapkan menjadi wasilah (perantara) turunnya ampunan, rahmat, dan perlindungan Allah SWT untuk keselamatan dan kemakmuran seluruh masyarakat Kota Palu.
NK



















