kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home Opini

Jati Diri Santri: Kaum Sarungan, Bukan Tanda Ketertinggalan

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
8 bulan yang lalu
Jati Diri Santri: Kaum Sarungan, Bukan Tanda Ketertinggalan
37
VIEWS

Lamongan, KabarOne News.com-Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia merayakan Hari Santri Nasional. Peringatan ini bukan hanya seremoni belaka, melainkan bentuk penghargaan atas peran penting santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan. Di balik penampilan mereka yang bersahaja—dengan peci, sarung, dan kehidupan pesantren—terkandung kekuatan karakter, kedalaman intelektual, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Santri bukan sekadar kaum bersarung; mereka adalah penjaga nilai moral, penggerak perubahan, dan pondasi kebangsaan.

*Sarung: Lambang Kehidupan Sederhana yang Penuh Makna*

Berita‎ Terkait

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Sarung identik dengan santri—digunakan saat salat, mengaji, maupun dalam kegiatan sehari-hari di pesantren. Namun, kesederhanaan sarung bukan berarti simbol ketertinggalan. Justru di balik kain yang sederhana ini, tersimpan nilai-nilai kedisiplinan, etika, dan kemandirian.

Tak hanya itu, sarung juga menjadi saksi perjuangan para ulama dan santri dalam melawan penjajahan. Pidato Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 oleh KH. Hasyim Asy’ari menjadi bukti nyata keberanian para santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Meski berpenampilan sederhana, semangat mereka begitu luar biasa.

*Santri: Identitas yang Terbentuk dari Ilmu dan Akhlak*

Jati diri santri dibentuk tidak hanya melalui penguasaan ilmu agama dan hafalan kitab, tetapi juga melalui proses panjang pembinaan akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Santri diajarkan bukan hanya menjadi cerdas secara intelektual, tetapi juga santun dalam perilaku. Inilah keistimewaan mereka—tumbuh dalam lingkungan yang mendidik secara spiritual dan sosial.

Di pesantren, mereka dididik untuk menjunjung tinggi kejujuran, kesabaran, gotong royong, dan saling membantu. Santri menjalani hidup yang sederhana namun penuh arti. Meski tidur beralas tikar atau makan seadanya, hati mereka dipenuhi dengan semangat kasih sayang dan cita-cita besar.

*Santri Zaman Now: Melek Teknologi, Siap Berkarya*

Santri masa kini bukan lagi sosok yang terbatas pada lingkungan pesantren semata. Mereka kini aktif di dunia digital, memanfaatkan teknologi untuk belajar, berdakwah, dan bahkan berkarya. Banyak santri yang menjadi pemimpin, akademisi, wirausahawan, atau konten kreator—semuanya tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.

Meskipun bersarung, wawasan mereka mendunia. Walau tinggal di pelosok, pemikiran mereka menembus batas. Ini membuktikan bahwa identitas santri bukan penghalang kemajuan, melainkan fondasi kuat untuk melangkah ke depan.

*Melawan Label Kampungan*

Salah satu tantangan yang masih sering dihadapi adalah cap negatif terhadap santri. Masih ada yang menganggap santri itu kampungan, ketinggalan zaman, atau kolot. Padahal, para santri justru merupakan pribadi tangguh yang dibentuk oleh latihan hidup dan nilai-nilai luhur.

Kampungan bukan ditentukan oleh cara berpakaian atau tempat tinggal, melainkan oleh sikap dan pola pikir. Tidak sedikit orang kota yang secara penampilan modern, namun masih berpikiran sempit dan bersikap intoleran. Sebaliknya, santri yang hidup sederhana justru menunjukkan toleransi, ketenangan, dan kedalaman spiritual yang tinggi.

*Penutup: Santri untuk Negeri, Dunia, dan Akhirat*

Menjadi santri bukan hanya soal status, tapi merupakan bagian dari jati diri. Kaum sarungan bukan berarti kampungan—mereka adalah representasi keaslian Indonesia, penjaga nilai luhur bangsa, dan benteng terakhir akhlak masyarakat. Di tengah derasnya arus zaman, eksistensi santri tetap relevan, bahkan semakin dibutuhkan.

Hari ini, santri patut berbangga dengan identitasnya. Mereka bukan warga kelas dua, melainkan anak-anak bangsa yang lahir dari semangat perjuangan dan dibesarkan oleh nilai-nilai kebaikan. Santri adalah harapan masa kini, dan cahaya bagi masa depan.

Oleh :
*Ali Fuad Hasyim, S.H.,M.H.*
Wakil Ketua I
PC. ISNU Kabupaten Lamongan

SendShareTweet

Related‎ Posts

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
28
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
30
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
30
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
43
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
42
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
86
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
49
Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM
Opini

Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM

Februari 11, 2026
27
Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?
Opini

Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?

Februari 10, 2026
32
Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)
Opini

Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)

Februari 10, 2026
26

Hari Besar Nasional:

Idul Fitri 1447 H/ 2026 M :

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Stok Darah Menipis, Bupati Andi Rudi Latif Gandeng Perusahaan Lakukan Donor Darah

Stok Darah Menipis, Bupati Andi Rudi Latif Gandeng Perusahaan Lakukan Donor Darah

1 tahun yang lalu
12
Pekan Olah Raga (POR) Meriahkan Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke- 80

Pekan Olah Raga (POR) Meriahkan Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke- 80

10 bulan yang lalu
16
Kejagung Diminta Gelar Ulang Perkara Pasal 167 KUHP Atas Dugaan Permainan Penanganan Perkara di Kejari Jakut

Kejagung Diminta Gelar Ulang Perkara Pasal 167 KUHP Atas Dugaan Permainan Penanganan Perkara di Kejari Jakut

12 bulan yang lalu
47

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Usut Tuntas Dugaan Penjualan Buku LKS Di Dinas Pendidikan Lamongan

    Usut Tuntas Dugaan Penjualan Buku LKS Di Dinas Pendidikan Lamongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Universitas Bilfath dan PC IPNU-IPPNU Babat Teken MoU Pengembangan Pendidikan dan Kaderisasi Pelajar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Advokat Madi Siregar, Minta Agar Kliennya Tersangka Kasus Narkotika Direhabilitasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bank Danamon Indonesia Dinilai Melanggar POJK Hingga Dilaporkan Ke Ombudsman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Momentum 1 Muharram 2026, RT 0011 Apresiasi Kinerja RW 02 Kelurahan Petojo Utara Jakarta Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA