LAMONGAN , KabarOne News.com- Insiden maut melanda area operasional PT Superior Prima Sukses (SPS) di Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, pada Kamis, 17 September 2026 dini hari. Korban jiwa akibat dugaan ledakan mesin tersebut kini bertambah menjadi 4 orang meninggal dunia, sementara 3 pekerja lainnya mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit di Surabaya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, M. Zamroni, mengonfirmasi identitas empat korban yang meninggal dunia, yakni M. Syahrul (meninggal di TKP), Imam Sugiono (meninggal di RSML), Robith Fatahillah (meninggal di RSML), dan Fiqih Amanah (meninggal dalam perjalanan ke RS Dr. Soetomo).
Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, menambahkan bahwa tiga korban luka lainnya saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Katolik Surabaya dan RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian yang kini telah dipasangi garis polisi (police line).
Pengawas Ketenagakerjaan Sub Korwil Lamongan, Nurainiyah Silvia Indriani, menegaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti ledakan karena masih harus melakukan pemeriksaan lanjutan.
Terkait hak para korban, Silvia memastikan seluruhnya tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan pihak perusahaan berkomitmen penuh memberikan bantuan pengobatan tambahan di luar jaminan BPJS.
Sementara itu, pihak manajemen PT SPS melalui Public Relations, Melin Cahya, belum memberikan kronologi resmi maupun detail evaluasi K3 karena masih memprioritaskan penanganan di lapangan. “Mohon maaf, kami masih fokus melakukan pendampingan korban dan keluarga yang di rumah sakit serta sedang berkunjung ke rumah duka,” ujarnya saat dikonfirmasi jurnalis, Jumat 18 September 2026.(***).



















