Lamongan, KabarOne News.com-Forum Group Discussion (FGD) yang dikemas dalam suasana ngobrol santai digelar sebagai upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat dan penelitian. Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPRD Kabupaten Lamongan, Umar Buwang, S.H., M.H., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA), Dr. H. Abid Muhtarom, S.E., MSE, serta perwakilan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lamongan, Promovendus Dwi Hari Prayetno, S.Ec., M.Dev.
Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif dengan fokus utama pada strategi penguatan peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang lebih kontekstual dan berdampak nyata. Salah satu poin penting yang mengemuka adalah perlunya pengembangan program pengabdian kepada masyarakat (abdimas) dan penelitian yang berbasis pada karakteristik dan potensi wilayah Kabupaten Lamongan, yang terbagi menjadi tiga kawasan utama, yakni Lamongan Utara, Lamongan Tengah, dan Lamongan Selatan.
Anggota DPRD Kabupaten Lamongan, Umar Buwang, menekankan pentingnya keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan dan program pembangunan daerah. Menurutnya, hasil penelitian dan kegiatan abdimas dari kampus tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban akademik, tetapi juga harus mampu memberikan solusi konkret atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan tata kelola yang dihadapi masyarakat di masing-masing wilayah. Ia juga mendorong agar hasil kajian akademik dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan publik di Kabupaten Lamongan.
Dekan FEB UNISLA, Dr. H. Abid Muhtarom, S.E., MSE, menyampaikan bahwa FEB UNISLA berkomitmen untuk terus mengembangkan abdimas dan penelitian yang terintegrasi dengan kebutuhan daerah. Pembagian wilayah Lamongan Utara, Tengah, dan Selatan dinilai strategis untuk memetakan potensi unggulan, tantangan ekonomi, serta karakter sosial masyarakat secara lebih spesifik. Dengan pendekatan tersebut, program abdimas dan penelitian diharapkan tidak bersifat seragam, tetapi disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan sehingga dampaknya lebih terukur dan berkelanjutan.
Sementara itu, Promovendus Dwi Hari Prayetno, S.Ec., M.Dev dari BPKAD Kabupaten Lamongan menyoroti pentingnya sinkronisasi antara program akademik perguruan tinggi dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah. Ia menyampaikan bahwa penelitian dan abdimas yang dilakukan oleh perguruan tinggi, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis, sangat potensial untuk mendukung peningkatan efektivitas pengelolaan keuangan daerah, optimalisasi aset, serta penguatan kapasitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Lamongan.
Melalui FGD dan ngobrol santai ini, para pihak sepakat bahwa kolaborasi antara FEB UNISLA, DPRD, dan perangkat daerah seperti BPKAD perlu terus diperkuat dan ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan kegiatan abdimas dan penelitian yang tidak hanya memenuhi indikator akademik, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap percepatan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lamongan, baik di wilayah utara, tengah, maupun selatan(*).



















