Kotabaru,KabarOnenews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotabaru menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT PLN (Persero) ULP Kotabaru Kota untuk meminta penjelasan terkait penyebab pemadaman listrik bergilir yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Rapat berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Kotabaru, dipimpin Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Awaludin, S.Hut. Senin (5/10/2026).
Dalam rapat tersebut, Awaludin menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dari pihak PLN agar masyarakat memperoleh penjelasan yang jelas mengenai penyebab dan kronologi gangguan kelistrikan.
Ia juga berharap proses perbaikan dan optimalisasi sistem kelistrikan dapat segera diselesaikan sehingga pemadaman bergilir tidak terus berulang dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.
Menanggapi hal itu, Manager PLN ULP Kotabaru Kota, M. Reza, menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi belakangan ini dipicu gangguan pada sejumlah pembangkit listrik di wilayah Kalimantan.
Menurutnya, sistem kelistrikan Kabupaten Kotabaru telah terinterkoneksi dengan wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, hingga sebagian Kalimantan Barat. Dengan sistem tersebut, gangguan pembangkit di daerah lain dapat berdampak langsung terhadap pasokan listrik di Kotabaru.
Reza memaparkan, gangguan sebelumnya terjadi pada tiga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, yakni PLTU Asam-Asam, PLTU TKS, dan PLTU TPI.
Kondisi tersebut sempat pulih pada akhir September, tetapi kemudian kembali terjadi gangguan pada tiga PLTU di Kalimantan Timur, yaitu PLTU CFNS, Indoka, dan Senipah.
“Gangguan sempat terjadi pada tiga PLTU di wilayah Kalselteng dan sempat pulih pada akhir September. Namun, di saat bersamaan pada akhir September, gangguan baru melanda tiga PLTU di Kalimantan Timur,” papar Reza.
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal, wilayah Kalimantan Timur memasok daya hingga 70 megawatt (MW) ke Kalimantan Selatan. Ketika pasokan tersebut terganggu, PLN terpaksa menerapkan pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan serta keseimbangan sistem kelistrikan yang saling terhubung.
Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, PLN merencanakan penambahan kapasitas daya sebesar 150 MW secara bertahap hingga akhir tahun melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
Saat ini, sekitar 10 MW kapasitas PLTD telah terpasang di Batulicin sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan listrik di wilayah tersebut.
Selain penambahan kapasitas pembangkit, PLN juga berupaya memprioritaskan pengalihan pemadaman kepada pelanggan sektor industri. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak pemadaman terhadap masyarakat umum.
Melalui RDP tersebut, DPRD Kotabaru berharap PLN terus meningkatkan transparansi informasi dan mempercepat langkah penanganan agar pasokan listrik kembali stabil serta kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.



















