kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home Opini

KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
3 jam yang lalu
KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN
3
VIEWS

 

Oleh Ana Mustamin, Sekjen Asprindo

Berita‎ Terkait

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

*Deck:*

Jakarta, KabarOne News.com-Kematian 5 (lima) calon manajer KDMP akibat pelatihan militer menyingkap kesalahan mendasar: negara mencetak otot, bukan otak bisnis untuk mengelola koperasi.

 

APAKAH calon pengelola koperasi kita mampu membaca laporan laba-rugi?

Pertanyaan itu menjadi relevan setelah publik dikejutkan kabar 5 calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) meninggal dunia saat mengikuti pelatihan berbasis militer. Lima nyawa melayang dalam proses rekrutmen pengelola badan usaha yang sejatinya bergerak di bidang ekonomi, bukan pertahanan.

Tragedi ini membuka borok lama: kekeliruan fundamental negara dalam memosisikan koperasi.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 mendefinisikan koperasi sebagai badan usaha. Namun dalam praktik kebijakan, koperasi kerap diperlakukan sebagai lembaga sosial. Ia diberi subsidi, diberi penugasan, tetapi jarang dituntut standar profesional seperti Perseroan Terbatas (PT).

Akibatnya, koperasi hidup dalam zona nyaman “setengah hati”. Ia dituntut menyejahterakan anggota, tetapi tidak dibekali manajer yang kompeten secara bisnis.

*Koperasi Bisa Sekelas Korporasi Global*

Anggapan bahwa koperasi adalah usaha kecil dan tidak profesional terbantahkan oleh data global.

Mondragon Corporation, Spanyol, misalnya. Perusahaan ini adalah kumpulan 95 koperasi dengan omzet 12,2 miliar euro atau setara Rp207 triliun pada 2023. Ia mempekerjakan lebih dari 80.000 orang di sektor manufaktur, ritel, dan keuangan. CEO-nya direkrut seperti CEO PT, bukan dipilih karena popularitas.

Coop Group, Swiss, merupakan salah satu ritel terbesar di Swiss dengan omzet 33,4 miliar Franc Swiss tahun 2023. Bersaing langsung dengan Migros dan berstatus koperasi milik anggota.

Fonterra, Selandia Baru merupakan koperasi susu yang menguasai 80% ekspor susu negara itu. Ia menjadi eksportir produk susu terbesar di dunia dengan omzet 19,2 miliar Dolar Selandia Baru pada 2023.

Mereka sukses bukan karena ideologi, melainkan karena tata kelola, akuntansi, dan strategi bisnis yang setara dengan korporasi.

Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia sebenarnya punya contoh. Masalahnya: jumlahnya bisa dihitung dengan jari, dan tidak pernah dijadikan model nasional.

Koperasi Karyawan Semen Gresik/Kopkar SG asetnya menembus Rp1,2 triliun pada 2023. Ia mengelola unit usaha ritel, simpan pinjam, hingga properti secara profesional dengan manajer yang digaji sesuai standar industri.

Dari Bandung Utara ada Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU). Omzetnya Rp1,5 triliun pada 2023. Berhasil membangun rantai pasok susu dari hulu ke hilir, punya pabrik pengolahan, dan produknya masuk ritel modern nasional.

Kedua koperasi ini membuktikan 1 hal: model koperasi bisa besar jika dikelola secara profesional. Kuncinya bukan baris-berbaris, tapi kompetensi manajer.

*Data Makro yang Memprihatinkan*

Meski ada contoh sukses, kontribusi koperasi ke ekonomi nasional masih kecil. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi koperasi terhadap PDB nasional pada 2023 baru 5,1%.

Sebagai pembanding, kontribusi sektor Korporasi (PT) terhadap PDB Indonesia mencapai lebih dari 60%. Dari 127.846 koperasi pada 2023, hanya 68% yang aktif. Sisanya mati suri atau fiktif.

Kesenjangan ini bukan karena model koperasinya salah. Tapi karena negara tidak pernah mencetak pengelola yang setara level manajer korporasi.

*Kurikulum yang Salah Alamat*

Jika tujuannya mencetak manajer koperasi yang mampu mengelola dana miliaran rupiah, maka kompetensi yang dibutuhkan jelas: literasi keuangan, tata kelola, pemasaran, dan akses permodalan.

Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Calon manajer diuji daya tahan fisik, bukan daya nalar bisnis. Ini ibarat merekrut direktur keuangan dengan tes lari maraton. Kompetensi inti tidak terukur, risikonya fatal.

Jika pemerintah serius menjadikan KDMP sebagai mesin ekonomi desa, maka kurikulum pelatihan harus diubah total menjadi “Manajemen Koperasi Tingkat Lanjut”.

Pertama, mereka minimal menguasai Akuntansi dan Keuangan Dasar. Kemampuan membaca neraca, laporan laba-rugi, dan arus kas harus menjadi syarat mutlak kelulusan.

Kedua, mereka paling sedikit harus dibekali dengan Tata Kelola dan Kepatuhan. Pemahaman AD/ART, Rapat Anggota Tahunan yang akuntabel, serta mekanisme pengawasan untuk mencegah intervensi politik.

Ketiga, pengelola koperasi minimal memahami proses Pemasaran dan Kewirausahaan, terutama strategi pengembangan produk desa dan penetrasi pasar digital agar koperasi menjadi produsen yang berdaya saing.

Keempat, manajer Koperasi harus bisa mengupayakan akses pembiayaan. Mereka harus punya keterampilan menyusun proposal bisnis yang layak bank, sehingga koperasi mandiri secara finansial.

*Antara Badan Usaha dan Arisan Besar*

Selama koperasi masih diposisikan sebagai “badan sosial”, ia akan terus melahirkan pengelola yang mahir berpidato tetapi buta neraca.

Pemerintah harus memilih: melanjutkan praktik yang berujung pada pemborosan dan duka, atau berani mengubah koperasi menjadi badan usaha desa yang profesional dan kompetitif.

Karena pada akhirnya, koperasi yang sehat tidak ditentukan oleh seberapa kuat manajernya berbaris. Melainkan seberapa cakap ia bisa membaca peluang bisnis dan memanfaatkannya, dan seberapa cakap ia mengelola modal yang sudah dipercayakan anggota kepadanya.***

SendShareTweet

Related‎ Posts

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
29
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
30
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
31
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
44
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
43
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
86
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
50
Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM
Opini

Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM

Februari 11, 2026
28
Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?
Opini

Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?

Februari 10, 2026
33
Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)
Opini

Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)

Februari 10, 2026
26

Hari Besar Nasional:

Idul Fitri 1447 H/ 2026 M :

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

PT Arutmin dan PWI Kotabaru Gelar Silaturahmi & Buka Puasa Bersama, Perkuat Sinergi dengan Media

PT Arutmin dan PWI Kotabaru Gelar Silaturahmi & Buka Puasa Bersama, Perkuat Sinergi dengan Media

1 tahun yang lalu
32
Pengacara Protes, Karena Jaksa Tak Menghadirkan Terdakwa Di Persidangan Offline

Pengacara Protes, Karena Jaksa Tak Menghadirkan Terdakwa Di Persidangan Offline

5 bulan yang lalu
185
Membasuh Rindu di Tanah Kaili; Palu Barat Bersiap Menjadi Samudera Putih bagi 75 Ribu Pecinta Guru Tua

Membasuh Rindu di Tanah Kaili; Palu Barat Bersiap Menjadi Samudera Putih bagi 75 Ribu Pecinta Guru Tua

3 bulan yang lalu
21

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Ribuan Relawan MBG Demo di Depan Gedung Pemda Lamongan, Minta Program Dilanjutkan

    Ribuan Relawan MBG Demo di Depan Gedung Pemda Lamongan, Minta Program Dilanjutkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ditengarai Memalsukan Skincare Produk Orang Lain, Dokter Lee Diseret Ke Persidangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putusan Kasasi 1,5 Tahun Jebloskan Razman Arif Nasution ke Lapas Cipinang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putusan Kasasi 2 Tahun Penjara Terpidana Firman Hertanto Segera Dieksekusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT.Harmoni Panca Utama Diduga Berbuat Curang Kepada Golden Gate Machinery Atas Penjualan Alat Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA