Lamongan, KabarOneNews.com-Program edukasi gizi menjadi komponen wajib pendamping pemberian makan. Pemerintah menilai keberhasilan MBG bukan hanya diukur dari distribusi makanan, tetapi dari pemahaman siswa terhadap prinsip gizi seimbang, kebiasaan makan sehat, hingga perubahan perilaku jangka panjang. Karena itu, guru yang sekolahnya menjadi penerima MBG ditetapkan sebagai fasilitator utama edukasi gizi.
Seperti halnya yang di lakukan oleh pihak SMP negeri 2 Sekaran beralamat di jalan pemuda di Desa sungegeneng Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan melakukan kegiatan edukasi tentang gizi bekerja sama dengan pemilik dapur Bulu Tengger 2 kecamatan Sekaran.
Hadir dalam acara tersebut para guru, Perwakilan dari Koramil Sekaran,para murid dari kelas 1 -3 Berkumpul di aula ruang SMP negeri 2 Sekaran bersama pengurus dapur SPPG BuluTengger 2 Sekaran.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu perwakilan SMP negeri 2 Sekaran Ahmad Rohim ketika di wawancarai awak media di acara kegiatan Rabu,(29/04) mengatakan,” Sebelumnya kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah atas pemberian program makan gratis MBG.lewat dapur SPPG juga mengadakan edukasi kepada murid tentang gizi dan pemutaran film 3 dimensi sebagai edukasi.terkait menu permakanan SPPG kita selalu koordinasi dengan pihak dapur jadi bisa dikatakan koordinasi dengan baik.bisa di katakan bila ada menu yang tidak di sukai murid seperti lauk lele,maka kami usulkan ke pihak dapur agar tidak di kirimkan menu lele lagi,”ungkapnya.
Hal senada di ungkapkan oleh murid kelas 3 SMP negeri 2 Sekaran Yuanita asal desa latukan mengatakan,” Dengan adanya program MBG kami sangat senang sekali kami ucapkan kepada bapak Prabowo Subianto dengan program MBG Yang ada di sekolah ini.lewat edukasi gizi melihat film 3 dimensi di putar di sekolahan bersama teman teman bisa faham pengetahuan tentang gizi dan lainnya,” ujarnya.( As)

















