Lamongan, KabarOne News.com— Upaya pencegahan kekerasan dan radikalisme di lingkungan pendidikan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Duta Damai BNPT Jawa Timur melaksanakan kegiatan koordinasi dan sosialisasi bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan pada Selasa siang(28/04).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Shodikin, M.Pd, serta dihadiri oleh Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur, Achmad Reza Rafsanjani, beserta jajaran pengurus.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan BNPT dalam upaya pencegahan kekerasan dan radikalisme di sekolah. Ia menekankan bahwa pembinaan tidak hanya menyasar guru Bimbingan Konseling, tetapi seluruh tenaga pendidik agar memiliki pemahaman yang merata dalam mendeteksi potensi risiko di lingkungan sekolah.
“Langkah preventif harus diperkuat. Pembinaan dan sosialisasi terus kami lakukan agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur menyoroti pentingnya pendekatan preventif, khususnya bagi pelajar tingkat SMP yang rentan terhadap paparan radikalisme di ruang digital. Ia menjelaskan bahwa program seperti Sekolah Damai, sosialisasi rutin, serta talkshow menjadi strategi utama dalam meningkatkan literasi digital dan kesadaran pelajar. Salah satu program unggulan yang terus didorong adalah Sekolah Damai dengan tema “Tolak Intoleransi, Bullying, dan Kekerasan” di lingkungan pendidikan. Program ini dirancang secara terstruktur melalui edukasi interaktif, kampanye nilai toleransi, serta penguatan peran siswa sebagai agen perdamaian di sekolah.
Dalam sesi diskusi, kedua pihak menekankan pentingnya penguatan sinergi antar lembaga. Dinas Pendidikan mendorong adanya inovasi dalam sistem pelaporan, seperti mekanisme konsultasi sebaya dan pemanfaatan kanal digital agar siswa lebih mudah menyampaikan permasalahan.
Di sisi lain, Duta Damai BNPT Jawa Timur menilai masih terdapat keterbatasan data terkait kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi dalam pelaporan serta perluasan jangkauan sosialisasi, termasuk ke sekolah berbasis pesantren dengan pendekatan yang disesuaikan secara lokal.
Kegiatan ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat jejaring lintas sektoral sebagai strategi utama dalam pencegahan. Kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Duta Damai BNPT Jawa Timur, dan berbagai pihak diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program serta memperluas jangkauan edukasi kepada pelajar.
Melalui langkah ini, lingkungan pendidikan di Kabupaten Lamongan diharapkan semakin aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan serta pengaruh radikalisme.(****).



















