Kotabaru,KabarOnenews.com- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi menghadirkan replika pasar terapung tradisional di Danau Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah ke tingkat nasional hingga mancanegara.
Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, Kegiatan ini turut disaksikan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Forkopimda Provinsi Kalsel, para kepala daerah se-Kalimantan Selatan, serta jajaran SKPD.
Replika ini menampilkan suasana khas pasar terapung seperti di Lok Baintan Floating Market, dengan aktivitas jual beli di atas jukung (perahu kecil), kuliner tradisional, serta kerajinan khas Banjar.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kotabaru, Muhammad Rusli, bersama rombongan turut menghadiri peresmian sekaligus penandatanganan dermaga pasar terapung yang berlokasi di kawasan danau TMII.
Bupati Kotabaru menyampaikan dukungan penuh terhadap kehadiran replika pasar terapung ini. Menurutnya, langkah tersebut akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM dan pariwisata.
“Pemkab Kotabaru sepenuhnya akan mendukung kegiatan ini, yang nantinya dapat menyesuaikan potensi daerah seperti UMKM maupun sektor pariwisata,” ujarnya.
Acara peresmian turut dimeriahkan dengan penampilan seni budaya, seperti tarian rudat dan tari kolosal dari Kabupaten Tabalong, serta peragaan busana sasirangan khas Banjarmasin.
Gubernur Kalsel, Muhidin, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan pasar terapung di TMII tidak hanya bersifat seremonial, melainkan akan berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Kalsel berencana mengisi berbagai kegiatan setiap akhir pekan dan hari libur.
“Kita ingin setelah peresmian ini, kegiatan di pasar terapung TMII terus berjalan. Jika tidak diisi kegiatan, maka akan sulit berkembang,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan panitia pelaksana agar menghadirkan suasana autentik pasar terapung seperti di Kalimantan Selatan, lengkap dengan jukung yang berisi buah-buahan serta makanan khas daerah, seperti Soto Banjar. Hal ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata baru di Jakarta, baik bagi wisatawan domestik maupun internasional.
Dengan hadirnya replika pasar terapung ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis budaya Banua akan semakin dikenal luas, sekaligus membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.



















