BALIKPAPAN – kabarOnenews.com – Malam di halaman Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Jumat (13/2/2026), seolah berhenti berdetak. Di bawah pendar lampu panggung dan kepulan asap dupa pagelaran wayang kulit “Semar Membangun Kayangan”, ribuan pasang mata menjadi saksi sebuah drama kemanusiaan yang lebih mendebarkan dari lakon pewayangan itu sendiri.
Lautan Manusia dan Harapan yang Membuncah
Sejak senja, aroma antusiasme sudah tercium tajam. Ribuan warga Kalimantan Timur menyemut, memadati setiap sudut area demi menyaksikan kolaborasi magis dalang Ki Bayu Aji Pamungkas, suara emas Niken Salindri, hingga guyonan segar Ciblek dan Gareng.
Tingginya animo warga terlihat dari ludesnya ribuan kupon undian dalam waktu singkat. Penonton antusias memperebutkan berbagai doorprize menarik, mulai dari sepeda gunung, ponsel pintar, televisi, hingga unit sepeda motor matic.
Panitia menerapkan skema pengundian yang rapi dengan membagi peserta ke dalam beberapa klaster, yakni Masyarakat Umum, TNI-Polri, Paguyuban/Komunitas, dan VIP.
Proses pengundian dilakukan dalam dua sesi
Hadiah hiburan diundi secara digital melalui mesin yang ditampilkan pada layar videotron, sementara hadiah utama diundi secara manual langsung oleh Kapolda dan Wakapolda Kaltim dengan terlebih dahulu mencampur kupon undian dalam satu wadah dari empat klaster tadi.
Namun, di balik tawa yang pecah, ada harapan besar yang terselip di kantong-kantong baju mereka, selembar kupon undian yang bisa mengubah nasib.
Hening yang Mencekam, Panggilan Ketiga yang Menyakitkan
Puncak ketegangan pecah saat jarum jam menunjukkan waktu pengundian hadiah utama paket umroh.
Di atas panggung, mesin digital dan kotak manual menjadi penentu.
Suasana yang semula riuh mendadak sunyi senyap saat sebuah nomor dibacakan.
“Satu… dua…” MC menghitung dengan suara lantang yang menggema melalui sistem suara raksasa.
Sesuai aturan ketat, pemenang yang tidak muncul pada hitungan ketiga akan dinyatakan gugur.
Waktu seolah melambat. Penonton menahan napas. Pemenang paket umroh tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Saat bibir MC mengucap kata “Gugur”, sebuah pergerakan terjadi di ujung lautan manusia.
Perjuangan Menembus Batas
Dari tengah kerumunan yang sesak, seorang pria tampak berjuang payah. Ia berlari, menyelinap di antara bahu penonton dengan napas yang memburu dan wajah yang pucat pasi.
Ia adalah sang pemilik nomor keberuntungan yang nyaris kehilangan mimpi ke Tanah Suci karena terhalang barikade manusia.
Ketegangan mencapai titik kulminasi saat ia tiba di depan panggung dengan sisa-sisa tenaga. Di sinilah, sisi humanis kepolisian diuji.
Kebijaksanaan Sang Jenderal: “Ini Rezeki, Bukan Sekadar Aturan”
Melihat perjuangan warga yang bersimbah peluh itu, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang memiliki hati.
Alih-alih bersikap kaku pada regulasi waktu, sang Jenderal justru melangkah maju dengan senyum hangat.
Bukan hanya mengesahkan kemenangan warga tersebut, Irjen Pol Endar melakukan tindakan spontan yang membuat seluruh Dome bergemuruh.
Merespons teriakan “tambah… tambah!” dari massa yang terbawa suasana, sang Jenderal tanpa ragu menambah kuota hadiah.
Tak tanggung-tanggung, dari dua paket, total menjadi empat paket umroh yang diberikan malam itu.
“Saya melihat semangat warga malam ini sangat luar biasa. Saya tidak ingin kebahagiaan mereka sirna hanya karena kendala teknis kecil. Anggap saja ini rezeki tambahan dan bentuk apresiasi tulus kami bagi warga yang telah menjaga kondusivitas Kaltim,” ujar Irjen Pol Endar Priantoro dengan nada yang menggetarkan hati.
Malam yang Tak Terlupakan
Keempat sosok yang kini bersiap menuju Baitullah tersebut adalah Chanif Syaepudin, Lasidin, Nanang Kosim, dan Rekdian.
Nama mereka kini terukir dalam sejarah malam itu sebagai simbol keberuntungan dan kebijaksanaan seorang pemimpin.
“Hadiah utamanya sebenarnya adalah rasa aman yang kita rasakan bersama malam ini,” pungkas sang Jenderal, menutup malam yang penuh keajaiban tersebut dengan pesan persatuan yang mendalam bagi seluruh masyarakat Benua Etam.
NK



















