No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
Home Opini

UMKM Jangan Tumbang di 2026: Spirit Satu Abad NU sebagai Solusi Bertahan di Pasar yang Tak Konsisten

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
3 bulan yang lalu
UMKM Jangan Tumbang di 2026: Spirit Satu Abad NU sebagai Solusi Bertahan di Pasar yang Tak Konsisten
27
VIEWS

Oleh:
DR. H. Abid Muhtarom, SE., SPd., MSE (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA / Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lamongan / Wakil Ketua Dewan Pengupahan Kabupaten Lamongan)

Malang, KabarOneNews.com-Tahun 2026 menjadi fase yang penuh tekanan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pasar bergerak tidak menentu, daya beli masyarakat fluktuatif, harga bahan baku sulit diprediksi, dan persaingan semakin terbuka. Banyak UMKM merasakan situasi yang sama: hari ini usaha terlihat berjalan, tetapi besok bisa tiba-tiba sepi. Ketidak konsistenan pasar ini membuat ancaman kebangkrutan terasa semakin nyata.

Berita‎ Terkait

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Di tengah situasi ekonomi yang tidak mudah tersebut, bangsa Indonesia memperingati momentum penting. Berdasarkan data 31 Januari 2026, Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia 100 tahun atau satu abad versi Masehi dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”. Tema ini tidak hanya relevan dalam konteks keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga sangat kontekstual untuk membaca persoalan ekonomi rakyat, khususnya UMKM.

UMKM selama ini dikenal sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Jumlahnya besar, menyerap tenaga kerja terbanyak, dan menjadi penopang ekonomi keluarga. Namun, besarnya peran UMKM tidak selalu diiringi dengan ketahanan yang kuat. Ketika pasar tidak konsisten, UMKM sering kali menjadi kelompok paling rentan terdampak.

Salah satu persoalan utama UMKM di tahun 2026 adalah ketergantungan pada pola usaha lama. Banyak pelaku usaha masih mengandalkan konsumen yang sama, produk yang sama, dan cara pemasaran yang sama, seolah pasar akan selalu stabil. Padahal, karakter konsumen saat ini berubah sangat cepat. Mereka semakin rasional, sensitif terhadap harga, menuntut kualitas, dan mudah berpindah ke produk lain. UMKM yang tidak beradaptasi akan tertinggal, bahkan tersingkir.

Solusi pertama agar UMKM tidak tumbang adalah membangun fleksibilitas usaha. Fleksibilitas bukan berarti kehilangan jati diri, melainkan kemampuan menyesuaikan strategi tanpa meninggalkan nilai utama. UMKM perlu berani mengevaluasi produknya, menyesuaikan kemasan, memperbaiki layanan, dan membaca ulang kebutuhan pasar. Penyesuaian kecil yang tepat sering kali jauh lebih efektif daripada perubahan besar yang tidak terarah.

Masalah berikutnya yang kerap menjadi penyebab kebangkrutan UMKM adalah lemahnya pengelolaan keuangan. Banyak usaha terlihat ramai secara aktivitas, tetapi rapuh secara finansial. Arus kas tidak tercatat dengan baik, biaya membengkak tanpa disadari, dan keuntungan usaha bercampur dengan kebutuhan pribadi. Dalam situasi ekonomi yang tidak pasti, kelemahan ini bisa menjadi pemicu kegagalan.

Oleh karena itu, disiplin keuangan harus menjadi prioritas. UMKM perlu membiasakan pencatatan sederhana, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta mengendalikan biaya yang tidak produktif. Bertahan di tengah krisis bukan hanya soal meningkatkan omzet, tetapi juga soal menjaga agar uang usaha tetap berputar sehat.

Solusi ketiga adalah pemanfaatan teknologi dan digitalisasi. Tahun 2026 menunjukkan bahwa pasar online dan offline tidak lagi bisa dipisahkan. Konsumen mencari informasi produk melalui gawai, membandingkan harga secara cepat, dan menuntut kemudahan transaksi. UMKM yang tidak hadir di ruang digital akan semakin tertinggal.

Namun, digitalisasi bukan sekadar ikut tren. Media sosial, marketplace, dan pembayaran digital harus digunakan dengan strategi yang jelas. Konten yang konsisten, pelayanan yang responsif, serta kejujuran dalam bertransaksi menjadi kunci membangun kepercayaan konsumen. Digitalisasi yang tepat justru dapat membantu UMKM bertahan dengan biaya promosi yang lebih efisien.

Di sinilah spirit satu abad NU menjadi sangat relevan. Selama 100 tahun, NU mengajarkan pentingnya kemandirian, kebersamaan, dan keberpihakan pada ekonomi umat. Nilai-nilai ini dapat menjadi fondasi kuat bagi UMKM dalam menghadapi tekanan ekonomi. Usaha bukan sekadar alat mencari keuntungan, tetapi juga sarana menjaga keberlanjutan sosial dan kemaslahatan bersama.

UMKM yang membawa nilai lokal, cerita sosial, dan kebermanfaatan nyata cenderung memiliki daya tahan lebih kuat. Konsumen hari ini tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli makna. Ketika UMKM mampu menghadirkan nilai tersebut secara jujur dan konsisten, kepercayaan akan tumbuh meskipun pasar sedang tidak stabil.

Solusi berikutnya yang sering diabaikan adalah kolaborasi. Banyak UMKM merasa harus berjuang sendiri, padahal kekuatan justru muncul dari kebersamaan. Semangat gotong royong yang menjadi ciri NU dapat diterjemahkan dalam bentuk kemitraan usaha, koperasi, dan jejaring pemasaran. Dengan kolaborasi, UMKM dapat berbagi sumber daya, memperluas pasar, dan saling menguatkan di tengah tekanan ekonomi.

Peran perguruan tinggi, organisasi sosial, dan pemerintah daerah juga tidak bisa diabaikan. Pendampingan, pelatihan, dan riset terapan harus diarahkan untuk menjawab persoalan nyata UMKM. UMKM membutuhkan solusi praktis, bukan sekadar wacana. Sinergi antara akademisi, pelaku usaha, dan organisasi kemasyarakatan akan memperkuat ekosistem ekonomi rakyat.

Momentum satu abad NU mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai secara politik, tetapi juga ekonomi. UMKM yang kuat adalah simbol kemandirian bangsa. Ketika UMKM bertahan, lapangan kerja terjaga, ketimpangan berkurang, dan ketahanan sosial semakin kokoh.

Tahun 2026 memang penuh tantangan, tetapi bukan akhir segalanya. UMKM Indonesia masih memiliki peluang besar untuk bertahan dan bangkit, asalkan mau berubah, belajar, dan berjejaring. Yang bertahan bukan mereka yang paling besar, melainkan mereka yang paling adaptif dan konsisten menjaga nilai.

Spirit satu abad NU memberi pesan penting: di tengah badai ekonomi, jangan kehilangan arah. Dengan fleksibilitas usaha, disiplin keuangan, pemanfaatan digital, dan kekuatan kolaborasi, UMKM tidak hanya bisa selamat dari krisis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban yang mulia.

SendShareTweet

Related‎ Posts

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
26
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
24
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
25
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
39
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
35
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
85
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
47
Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM
Opini

Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM

Februari 11, 2026
20
Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?
Opini

Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?

Februari 10, 2026
28
Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)
Opini

Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)

Februari 10, 2026
25

Hari Besar Nasional:

Idul Fitri 1447 H/ 2026 M :

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Benarkah? Pengurus Partai Banteng Bag Cacing Kepanasan Adanya Gugatan No.113 di PTUN

Benarkah? Pengurus Partai Banteng Bag Cacing Kepanasan Adanya Gugatan No.113 di PTUN

11 bulan yang lalu
29
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

3 bulan yang lalu
47
Amin Thohari Kritik Langsung Kinerja Buruk Bulog Bojonegoro Serap Gabah

Amin Thohari Kritik Langsung Kinerja Buruk Bulog Bojonegoro Serap Gabah

1 tahun yang lalu
16

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • PT. Delta Mega Persada Digugat, Dituding Melakukan Perbuatan Melawan Hukum

    PT. Delta Mega Persada Digugat, Dituding Melakukan Perbuatan Melawan Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demi Kepastian Hukum Majelis Hakim Diminta Kabulkan Sita Jaminan Lahan Apartemen Yang Diduga Diserobot PT.Summarecon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidang Pemalsuan Surat Kuasa, Pengacara Sopar Napitupulu Dapat Rp 140 Juta Notaris 5,5 M

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Launching lembaga bahasa Al Fattah Yayasan pondok pesantren Al Fattah Siman Lamongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razia Parkir Liar Mobil Jaksa dan Pengacara Dikempesin Didepan PN Jakarta Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA