Lamongan, KabarOneNews.com— Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA) tampak lebih hidup dari biasanya. Sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai program studi memadati ruangan sejak pagi hari untuk mengikuti kegiatan Research Day FEB UNISLA, sebuah agenda akademik yang dirancang sebagai ruang pembelajaran, refleksi, sekaligus penguatan budaya riset di lingkungan fakultas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen FEB UNISLA dalam menyiapkan mahasiswa tidak hanya sebagai lulusan, tetapi juga sebagai insan akademik yang kritis, produktif, dan berdaya saing.
Research Day FEB UNISLA digelar dengan semangat membumikan riset di kalangan mahasiswa. Selama ini, riset kerap dipersepsikan sebagai sesuatu yang rumit, eksklusif, dan hanya milik kalangan tertentu. Melalui kegiatan ini, paradigma tersebut perlahan diubah. Riset diposisikan sebagai proses yang dekat dengan realitas, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta dapat dilakukan oleh siapa pun yang memiliki kemauan belajar dan kepekaan terhadap persoalan di sekitarnya.
Pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Dekan FEB UNISLA, Dr. Abid Muhtarom, SE., MSE. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan penuh semangat, beliau mengajak mahasiswa untuk melihat riset bukan sebagai beban akademik, melainkan sebagai peluang untuk tumbuh dan berkontribusi. Dalam paparannya, Dr. Abid Muhtarom menekankan bahwa riset merupakan jantung dari perguruan tinggi, karena dari risetlah lahir inovasi, kebijakan, dan solusi atas berbagai persoalan ekonomi dan sosial.
Menurutnya, mahasiswa FEB UNISLA memiliki potensi besar untuk terlibat aktif dalam kegiatan riset, baik secara individu maupun kelompok. Potensi tersebut akan semakin kuat jika dibarengi dengan pemahaman metodologi yang baik, keberanian mengemukakan gagasan, serta konsistensi dalam proses. Ia menegaskan bahwa kesalahan dalam riset adalah bagian dari pembelajaran, dan justru dari proses itulah mahasiswa akan menemukan pola berpikir ilmiah yang matang.
Dalam sesi pemaparan, Dr. Abid Muhtarom juga membahas pentingnya riset yang berbasis pada konteks lokal. Kabupaten Lamongan dan wilayah sekitarnya, menurutnya, merupakan “laboratorium sosial dan ekonomi” yang sangat kaya untuk dijadikan objek penelitian. Mulai dari UMKM, koperasi, ekonomi pesantren, pertanian, hingga transformasi digital di sektor ekonomi, semuanya menyimpan banyak fenomena menarik yang layak dikaji secara ilmiah. Dengan demikian, riset mahasiswa tidak hanya berhenti pada pemenuhan tugas akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Berbagai topik dibahas, mulai dari cara menemukan ide penelitian, menyusun latar belakang masalah yang kuat, memilih metode penelitian yang tepat, hingga strategi menulis karya ilmiah yang layak dipublikasikan. Diskusi tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran mahasiswa akan pentingnya kualitas dalam riset, bukan sekadar formalitas.
Research Day FEB UNISLA juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai integritas akademik. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa diingatkan tentang pentingnya kejujuran ilmiah, etika penelitian, serta bahaya plagiarisme. Riset yang baik, menurut Dr. Abid Muhtarom, bukan hanya diukur dari hasilnya, tetapi juga dari proses yang dilakukan secara jujur, bertanggung jawab, dan menghargai karya orang lain.
Kegiatan ini dirancang tidak bersifat satu arah. Selain pemaparan materi, terdapat sesi interaktif yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan penelitian yang tengah atau akan mereka kerjakan. Dari sesi ini, terlihat beragam minat riset mahasiswa FEB UNISLA, mulai dari kajian pemasaran digital, perilaku konsumen, keuangan syariah, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Keberagaman tersebut menjadi indikator positif bahwa minat riset mahasiswa terus berkembang dan semakin kontekstual.
Pelaksanaan Research Day ini juga sejalan dengan visi FEB UNISLA untuk menjadi fakultas yang unggul dan berdampak. Keunggulan akademik tidak hanya diukur dari proses pembelajaran di kelas, tetapi juga dari produktivitas riset dan kontribusi ilmiah sivitas akademika. Dengan melibatkan mahasiswa secara aktif dalam kegiatan riset sejak dini, FEB UNISLA berupaya menyiapkan generasi akademisi dan praktisi yang memiliki kemampuan analitis kuat serta sensitivitas sosial yang tinggi.
Di sisi lain, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk melanjutkan karya riset mereka ke tahap yang lebih tinggi, seperti seminar nasional, konferensi ilmiah, maupun publikasi di jurnal. FEB UNISLA, melalui kebijakan dan program pendukungnya, berkomitmen untuk terus membuka ruang dan memberikan pendampingan agar mahasiswa berani melangkah lebih jauh dalam dunia akademik.
Aula FEB UNISLA yang menjadi lokasi kegiatan seolah menjadi saksi tumbuhnya semangat baru di kalangan mahasiswa. Research Day bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang temu ide, pengalaman, dan harapan. Di ruangan itu, riset tidak lagi terasa asing, melainkan menjadi bagian dari perjalanan intelektual mahasiswa.
Menutup kegiatan, Dr. Abid Muhtarom kembali menegaskan bahwa masa depan fakultas dan universitas sangat ditentukan oleh kualitas riset yang dihasilkan hari ini. Ia mengajak seluruh mahasiswa FEB UNISLA untuk menjadikan riset sebagai kebiasaan berpikir dan bertindak, bukan hanya sebagai kewajiban akademik. Dengan riset yang kuat, mahasiswa tidak hanya akan lulus dengan gelar, tetapi juga dengan bekal intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman.
Research Day FEB UNISLA pada 22 Februari 2025 ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem akademik yang produktif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, FEB UNISLA menegaskan posisinya sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda yang kritis, inovatif, dan siap memberi kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat luas.



















