Jakarta, KabarOnenews.com,-Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Jakarta Barat bersama aparat Kepolisian dan TNI, serta organisasi masyarakat se Kecamatan Tambora, melakukan operasi malam hari dalam rangka pengamanan dan pengawasan serta penertiban lokasi prostitusi.
Responsif yang dilakukan aparat pemerintah Kota Jakarta Barat dan aparat itu, guna menindaklanjuti keluhan dan laporan masyarakat terkait dugaan transaksi prostitusi malam hari, yang berlokasi di gang Royal, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Kota Administrasi Jakarta Barat.
Pada tahun 2024 lalu, Gang Royal Pekojan sempat terkenal dengan lokasi hiburan malam, transaksi seks serta sering dijadikan lokasi transaksi narkoba. Namun seketika nama lokasi yang berada di sisi lintasan Kereta Api tersebut hilang lantaran bangunan kafe-kafe malam itu di dibongkar rata dengan tanah.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membongkar, meratakan lokasi prostitusi di dua wilayah hukum yaitu, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat dengan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Belakangan ini ramai kembali dan jadi sorotan masyarakat sehingga Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan penertiban.
Herry Purnama Kasat Pol PP Kota Administrasi Jakarta Barat, membenarkan adanya operasi penertiban malam hari di gang Royal Pekojan tersebut. Hal itu merupakan tindak lanjut atas laporan dan keluhan masyarakat sebab diduga lokasi gang Royal kembali menjadi tempat prostitusi terselubung.
Selain gang Royal, Herry Purnama menghimbau seluruh jajaran Pol PP tingkat Kelurahan dan Kecamatan serta tingkat Kota, supaya selalu melakukan patroli wilayah, memantau dan melakukan penjagaan khusus di lokasi Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA), serta taman fasilitas lainnya guna mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan terhadap anak pengunjung RPTRA dan taman, ungkapnya 22/11/2025.
Giat malam hari, SatPol PP se wilayah Kecamatan Tambora, melakukan penertiban dari jam 21.30 Wib hingga selesai, dipimpin Camat Tambora Pangestu Aji didampingi Deni Hadi Permana selaku Manpol Kecamatan Tambora, Jumat 21/11/2025.
Operasi malam tersebut terkait pengamanan dan pengawasan gang Royal yang menjadi lokasi prostitusi. Dilokasi kondisi ditemukan ada pintu terbuat dari Triplek, diharapkan supaya segera diganti dengan tembok. Selain itu kepada pihak PT Kereta Api diminta supaya memasang lampu penerangan dihidupkan malam hari.
Herry Purnama berharap, “pihak PT.Kereta Api ikut andil dalam penanggulangan penyakit masyarakat di sepanjang lintasan Rel KA Pekojan, sebab lahan tersebut merupakan lahan dalam pengawasan PT KAI”, ucapnya.
Penulis : P.Sianturi


















