Malang , Kabar One News.com– Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Nahdlatul Ulama (AFEBNU) kembali meneguhkan perannya sebagai lokomotif peningkatan mutu pendidikan tinggi NU melalui kegiatan strategis yang diselenggarakan pada Selasa dan rabu, 3-4 Februari 2026, bertempat di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB UNISMA). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh fakultas ekonomi dan bisnis di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk menyamakan visi dalam mencapai akreditasi Unggul, memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), serta mendorong internasionalisasi program studi.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dekanat AFEBNU Se-Indonesia ini berlangsung dinamis dan sarat muatan strategis. Hadir delegasi dari berbagai perguruan tinggi NU, di antaranya UNISMA Malang, UNWAHAS Semarang, UNSIQ Wonosobo, IIQ An Nur Yogyakarta, IAI NU Kebumen, Universitas Islam Lamongan (UNISLA), Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, UNUGHA Cilacap, UNISNU Jepara, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), serta sejumlah perguruan tinggi NU lainnya dari berbagai daerah. Kehadiran lintas kampus ini menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi AFEBNU dalam menjawab tantangan mutu dan daya saing pendidikan tinggi.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah penguatan strategi meraih dan mempertahankan akreditasi Unggul di lingkungan AFEBNU. Dalam sesi pemaparan, Dr. Dwiyani Sudaryanti tampil sebagai narasumber utama yang membedah secara komprehensif dinamika akreditasi perguruan tinggi, termasuk tantangan, peluang, serta pendekatan mutakhir yang harus dipahami oleh pimpinan fakultas dan program studi. Ia menekankan bahwa akreditasi Unggul bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan refleksi dari tata kelola yang adaptif, budaya mutu yang berkelanjutan, dan kepemimpinan akademik yang visioner.
Lebih jauh, Dr. Dwiyani menggarisbawahi pentingnya manajemen risiko dalam proses akreditasi. Menurutnya, banyak program studi yang memiliki potensi akademik kuat, namun kurang optimal dalam mengelola risiko kelembagaan, risiko sumber daya manusia, risiko pembelajaran, hingga risiko luaran tridarma. Pendekatan manajemen risiko yang terstruktur, terukur, dan berbasis data dinilai menjadi kunci agar proses akreditasi tidak bersifat reaktif, tetapi proaktif dan berkelanjutan. Peserta diajak memahami bagaimana mengidentifikasi risiko sejak awal, menyusun mitigasi, serta mengintegrasikannya ke dalam sistem penjaminan mutu internal.
Selain akreditasi, pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) menjadi isu sentral yang mendapat perhatian besar. Dalam diskusi yang berkembang, OBE dipahami bukan hanya sebagai tuntutan kebijakan nasional dan internasional, tetapi sebagai paradigma pembelajaran yang menempatkan capaian lulusan sebagai tujuan utama. Kurikulum OBE mendorong keterkaitan yang jelas antara visi keilmuan, profil lulusan, capaian pembelajaran, strategi pembelajaran, hingga sistem evaluasi. Para peserta sepakat bahwa penguatan OBE akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan relevansi lulusan FEB di lingkungan NU dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Nuansa internasional semakin terasa dengan hadirnya Prof. Rangga Handika dari Tokyo International University sebagai narasumber yang membahas pengembangan program studi EMBA di tingkat internasional. Dalam paparannya, Prof. Rangga menguraikan tren global pendidikan bisnis, khususnya bagaimana program EMBA dirancang untuk menjawab kebutuhan para profesional dan pemimpin organisasi di era ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Ia menekankan pentingnya integrasi perspektif internasional, studi kasus global, kolaborasi lintas negara, serta penguatan jejaring industri dan akademik dunia.
Paparan tersebut membuka wawasan peserta bahwa internasionalisasi bukan semata tentang penggunaan bahasa Inggris atau kerja sama luar negeri, melainkan transformasi menyeluruh dalam desain kurikulum, metode pembelajaran, serta orientasi lulusan. Program EMBA internasional dipandang sebagai salah satu pintu strategis bagi FEB di lingkungan AFEBNU untuk meningkatkan reputasi global, menarik mahasiswa internasional, sekaligus memperluas jejaring akademik dan profesional.
Sebagai wujud konkret penguatan jejaring dan komitmen kolaborasi, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara AFEBNU dan mitra strategis. Penandatanganan MoU tersebut menjadi simbol keseriusan AFEBNU dalam membangun sinergi berkelanjutan, baik dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, riset kolaboratif, maupun program internasionalisasi. MoU ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi ditindaklanjuti dengan program-program nyata yang berdampak langsung pada peningkatan mutu institusi anggota.
Secara keseluruhan, kegiatan AFEBNU di FEB UNISMA Malang ini menegaskan peran asosiasi sebagai ruang belajar bersama, berbagi praktik baik, dan merumuskan langkah strategis kolektif. Diskusi yang berlangsung tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif, dengan banyak peserta berbagi pengalaman lapangan dalam menghadapi akreditasi, menyusun kurikulum OBE, serta merintis kerja sama internasional.
Di bagian akhir kegiatan, perhatian juga diarahkan pada peran dan kontribusi masing-masing institusi anggota, termasuk Universitas Islam Lamongan (UNISLA). UNISLA menegaskan komitmennya untuk terus aktif dalam agenda AFEBNU, khususnya dalam penguatan budaya mutu, percepatan akreditasi unggul, serta pengembangan kurikulum yang adaptif dan berdaya saing. Partisipasi UNISLA dalam forum ini mencerminkan keseriusan institusi dalam mengambil bagian dari gerak bersama AFEBNU menuju FEB NU yang unggul, berkarakter, dan diakui di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan ini, AFEBNU sekali lagi menunjukkan bahwa kolaborasi, keterbukaan terhadap pembaruan, dan orientasi global adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan. Dari Malang, semangat peningkatan mutu FEB NU disemai, untuk tumbuh menjadi kekuatan kolektif yang membawa nama besar Nahdlatul Ulama di panggung akademik nasional dan dunia.(*)


















