No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
Home Opini

Pekatik Kuda Raja di Universitas Swasta: Menjaga Jalur Kekuasaan Lewat Politik, Sosial, Ekonomi, dan Hukum

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
4 bulan yang lalu
Pekatik Kuda Raja di Universitas Swasta: Menjaga Jalur Kekuasaan Lewat Politik, Sosial, Ekonomi, dan Hukum
21
VIEWS

Oleh: Dr. H. Abid Muhtarom,SE.,SPd.,MSE
(Direktur INKRAFINDO Karya Abadi, Dekan FEB UNISLA, Wakil Dewan Pengupahan Kabupaten Lamongan)

Lamongan, KabarOneNews.com-Dalam perjalanan panjang universitas swasta, terdapat sebuah metafora yang cukup menarik untuk menggambarkan dinamika kekuasaan, yaitu “pekatik kuda raja”. Dalam tradisi kerajaan, pekatik adalah penjaga, pengarah, sekaligus pengendali kuda yang dinaiki sang raja. Mereka menjaga agar perjalanan raja tetap mulus, aman, dan sesuai arah. Jika metafora ini kita tarik ke dunia perguruan tinggi, pekatik dapat diibaratkan sebagai para aktor strategis di balik layar yang menjaga stabilitas kekuasaan institusi, memastikan ritme organisasi tetap seimbang, serta menjamin bahwa universitas mampu bergerak selaras dengan tuntutan zaman.

Berita‎ Terkait

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Universitas swasta layaknya kerajaan modern yang hidup dari kepercayaan masyarakat, kemampuan adaptasi, dan kekuatan pengelolaannya. Tidak ada jaminan pendanaan negara yang besar seperti perguruan tinggi negeri; karena itu, semua langkah harus dihitung secara cermat. Di titik inilah pekatik memegang peran sentral. Mereka mempersiapkan jalur kekuasaan melalui empat aspek besar: politik, sosial, ekonomi, dan hukum. Bukan untuk mempertahankan kekuasaan secara elitis, tetapi untuk menjaga keberlangsungan institusi agar tetap relevan dan dipercaya masyarakat.

Dari sisi politik, pekatik memastikan bahwa seluruh kekuatan internal universitas berjalan harmonis. Politik di perguruan tinggi bukanlah urusan perebutan kekuasaan seperti dalam dunia praktis, tetapi seni menjaga keseimbangan kepentingan. Universitas akan mudah goyah jika para pemangku kepentingan yayasan, rektorat, dekanat, lembaga penjamin mutu, dan unit-unit lain tidak berada dalam satu frekuensi. Maka, pekatik perlu menjaga komunikasi, membangun kepercayaan, dan memastikan setiap kebijakan memiliki dasar rasional dan dukungan kolektif. Politik akademik yang sehat melahirkan organisasi yang solid, cepat mengambil keputusan, dan mampu merespons perubahan secara tepat.

Lebih jauh, politik eksternal universitas juga harus dijaga. Universitas bukan pulau yang berdiri sendiri; ia hidup bersama pemerintah daerah, kementerian, perusahaan, industri kreatif, lembaga swasta, hingga komunitas lokal. Jika hubungan ini tidak dikelola dengan baik, universitas akan kehilangan kesempatan besar untuk berkembang. Pekatik yang bekerja di ranah politik eksternal memastikan bahwa universitas tampil sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat, bukan sekadar institusi yang hanya meminta bantuan. Komunikasi yang hangat dan elegan dengan instansi pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, adalah bagian dari strategi penting menjaga posisi universitas dalam percaturan kebijakan pendidikan dan pembangunan daerah.

Pada aspek sosial, pekatik menjaga modal sosial universitas. Modal sosial adalah kekuatan yang tidak kasat mata tetapi sangat menentukan keberlangsungan institusi. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan, hubungan yang erat dengan alumni, keterlibatan aktif mahasiswa, kerja sama dengan komunitas, serta citra positif yang dibangun melalui berbagai program sosial menjadi pondasi kokohnya sebuah universitas. Pekatik sosial memastikan bahwa universitas tidak hanya hadir sebagai lembaga akademik, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian, kampanye literasi, pemberdayaan UMKM, kolaborasi dengan desa wisata, hingga program lainnya, universitas memperkuat posisinya sebagai pusat manfaat dan solusi.

Di dunia yang serba digital, pekatik juga harus menjaga komunikasi publik universitas. Reputasi institusi kini banyak ditentukan oleh bagaimana ia hadir di ruang digital. Publik lebih cepat menilai, lebih cepat percaya, dan juga lebih cepat kehilangan kepercayaan. Oleh karena itu, pendekatan sosial harus menekankan transparansi, kehangatan interaksi, dan konsistensi pesan. Kekuatan sosial yang terjaga akan melahirkan loyalitas mahasiswa dan publik, menjadikan universitas sebagai pilihan utama, bukan pilihan terakhir.

Di sektor ekonomi, peran pekatik menjadi semakin krusial. Universitas swasta harus memiliki daya tahan ekonomi yang baik agar tidak mudah goyah. Kestabilan ekonomi menentukan kualitas layanan, kesejahteraan dosen, kelayakan fasilitas, dan keberlanjutan program akademik. Pekatik ekonomi bertugas memastikan bahwa universitas memiliki strategi pendapatan yang beragam, efisien dalam pengelolaan anggaran, dan berani berinovasi. Pendapatan universitas tidak boleh bergantung pada satu sumber; harus ada diversifikasi melalui program pelatihan, penelitian kolaboratif, unit bisnis, hingga kerja sama industri. Sebagai direktur INKRAFINDO Karya Abadi, saya melihat langsung bagaimana kreativitas dalam mengelola usaha dapat menjadi inspirasi bagi universitas untuk membangun unit usaha yang produktif. Ekonomi yang kuat bukan hanya menunjang keberlangsungan lembaga, tetapi juga memberikan ruang bagi universitas untuk berkembang lebih jauh tanpa tekanan yang membatasi.

Sementara itu, dimensi hukum menjadi pagar pelindung jalur kekuasaan universitas. Pekatik hukum memastikan bahwa universitas berjalan sesuai aturan: mulai dari perizinan, akreditasi, tata kelola yayasan, regulasi ketenagakerjaan, hingga perlindungan hak mahasiswa dan dosen. Dalam era yang semakin kompleks, hukum tidak lagi sekadar urusan administratif. Ada banyak regulasi baru terkait teknologi, perlindungan data pribadi, hak cipta, etika penelitian, hingga tata kelola digital. Bila universitas tidak mematuhi aturan hukum, dampaknya bisa fatal: akreditasi terancam, izin operasional terganggu, hingga reputasi tercoreng. Oleh karena itu, pekatik hukum harus berperan sebagai penjaga arah, memastikan bahwa setiap langkah universitas berada dalam jalur yang aman dan legal.

Keempat aspek ini politik, sosial, ekonomi, dan hukum adalah jalur kekuasaan yang harus dijaga dengan seksama. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana pekatik menjalankan kegiatan eksternal untuk menjaga hubungan dengan eksekutif dan legislatif. Sebagai wakil dewan pengupahan kabupaten Lamongan, saya melihat secara langsung bagaimana komunikasi elegan dan data-driven membuat sebuah lembaga lebih dihargai di mata pembuat kebijakan. Universitas, dengan kapasitas keilmuannya, harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sebagai pihak yang pasif atau menunggu perhatian. Pekatik harus mampu membawa universitas masuk dalam percakapan penting di tingkat daerah dan nasional, menyampaikan masukan, memberikan rekomendasi kebijakan, serta menjadi rujukan dalam berbagai persoalan publik.

Hubungan baik dengan eksekutif membantu universitas membuka peluang program kolaborasi, dukungan kegiatan mahasiswa, bantuan sarana, hingga kerja sama penelitian. Sementara hubungan baik dengan legislatif memberi ruang bagi universitas untuk dipertimbangkan dalam penyusunan regulasi, pembahasan anggaran, dan program strategis daerah. Semakin aktif pekatik menjaga relasi ini, semakin kuat posisi universitas dalam ekosistem pembangunan.

Pada akhirnya, pekatik tidak bekerja untuk memperkuat kekuasaan individu, tetapi untuk memastikan bahwa universitas berjalan di jalur yang benar, stabil, dan berkelanjutan. Jalur kekuasaan yang dijaga bukan untuk kepentingan struktural semata, tetapi untuk kebermanfaatan masyarakat. Universitas yang kuat secara politik, sosial, ekonomi, dan hukum akan melahirkan lulusan berkualitas, penelitian yang bermanfaat, dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Seperti halnya pekatik kuda raja yang menjaga perjalanan raja tetap lurus dan aman, pekatik universitas swasta menjaga agar lembaga tetap berada di jalur kehormatan. Bila pekatik bekerja dengan integritas, ketelitian, dan visi besar, maka universitas tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh menjadi pilar peradaban dan kemajuan masyarakat.

SendShareTweet

Related‎ Posts

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
16
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
19
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
18
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
38
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
25
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
77
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
44
Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM
Opini

Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM

Februari 11, 2026
16
Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?
Opini

Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?

Februari 10, 2026
24
Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)
Opini

Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)

Februari 10, 2026
21

Hari Besar Nasional:

Ramadhan 2026 :

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Apel Siaga Karhutla Digelar di Kabupaten Kotabaru

Apel Siaga Karhutla Digelar di Kabupaten Kotabaru

7 bulan yang lalu
51
Kalsel Dorong Lahirnya Wirausaha Baru, Dinas Koperasi dan UKM Gelar Pelatihan Olahan Makanan di Banjarmasin

Kalsel Dorong Lahirnya Wirausaha Baru, Dinas Koperasi dan UKM Gelar Pelatihan Olahan Makanan di Banjarmasin

3 bulan yang lalu
8
Reses DPRD Tanah Bumbu, Asri Noviandani Tampung Aspirasi Masyarakat

Reses DPRD Tanah Bumbu, Asri Noviandani Tampung Aspirasi Masyarakat

3 bulan yang lalu
36

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Hakim Bebaskan Terdakwa, Tak Terbukti Melakukan Penyerobotan Tanah Milik Orang Lain

    Hakim Bebaskan Terdakwa, Tak Terbukti Melakukan Penyerobotan Tanah Milik Orang Lain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT SDE Tebar 3.450 Paket Sembako untuk 12 Desa Lingkar Tambang Jelang Idul fitri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merajut Ukhuwah dalam Balutan Budaya: Ratusan Paket Takjil Warnai Langit Ramadan di Monpera Balikpapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ahli Hukum Pidana Untirta Akui SEMA RI No.5 Tentang Sertifikat Yang Terbit Duluan Itulah Alas Hak Tanah Yang Sah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Luruk Balai Desa Waru wetan Lamongan, Minta Kades Dan Oknum Perangkat Desa Dipecat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA