BALIKPAPAN – Kabar One News.com, Universitas Balikpapan (UNIBA) mempertegas perannya sebagai pusat intelektual penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan menggelar agenda strategis berupa Kuliah Umum dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Intimate Meeting, Selasa (27/1/2026).
Acara yang dipusatkan di kampus UNIBA mulai pukul 14.00 WITA ini menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, sebagai pembicara utama.
Kehadiran Menko Airlangga ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya di Kalimantan Timur pasca-peresmian sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk kilang RDMP Balikpapan.
Dalam paparannya, Menko Airlangga menekankan bahwa Kalimantan Timur berada di titik krusial transformasi ekonomi nasional.
Ia menyoroti lima poin strategis yang akan menjadi motor penggerak ekonomi kawasan:
Transisi Energi B50, Kaltim diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi sawit guna mendukung target bahan bakar nabati B50 pada tahun 2026 demi kemandirian energi.
Optimalisasi Kawasan Industri, Penguatan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan dan Kawasan Industri Kariangau sebagai basis pangan dan energi.
Kemandirian Industri Kimia, Mendorong produksi Soda Ash pertama di Indonesia melalui Pupuk Kaltim guna substitusi impor yang berpotensi menghemat devisa hingga Rp1 triliun per tahun.
Sinergi IKN, Menggeser ketergantungan pada komoditas mentah menuju produk bernilai tambah tinggi sebagai penyokong utama kebutuhan Ibu Kota Baru.
Peran Akademisi, Menko mengajak Universitas Balikpapan untuk aktif dalam riset dan penyiapan SDM unggul guna mendukung proyek inovasi teknologi masa depan.
Gubernur Kalimantan Timur dalam sambutannya menegaskan kesiapan provinsi ini sebagai mitra strategis pusat.
Senada dengan itu, Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo, bersama jajaran Forkopimda turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap integrasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
Rektor Universitas Balikpapan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi civitas akademika untuk terlibat langsung dalam perumusan solusi tantangan ekonomi regional.
“Ini adalah langkah konkret UNIBA untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif di era transformasi digital dan ekonomi hijau,” ungkapnya di sela-sela acara.
Kegiatan ditutup dengan sesi FGD Intimate Meeting, di mana terjadi dialog interaktif antara pemerintah, praktisi, dan akademisi untuk merancang roadmap penyelesaian isu ekonomi regional secara komprehensif.
NK



















