BALIKPAPAN – kabaronenews.com – Di bawah lembayung senja yang menyapu langit Klandasan, deru mesin-mesin besar tak lagi terdengar sebagai kebisingan, melainkan harmoni kepedulian.
Minggu (1/3/2026), Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Balikpapan bersama All Friends Bikers dan IMI Balikpapan mengubah pelataran warung legendaris Haji Kasim menjadi hamparan ukhuwah yang mengharukan.
Bukan sekadar kumpul biasa, para penunggang kuda besi ini sedang menjemput janji Allah SWT tentang indahnya berbagi.
Sebanyak 1.000 porsi Coto Makassar dihidangkan bukan sebagai simbol kemewahan, melainkan sebagai jembatan kasih sayang antar sesama hamba-Nya di bulan suci yang penuh ampunan.
Suasana kian syahdu saat tausiyah Ramadan menggema, mengingatkan para hadirin bahwa harta yang sesungguhnya adalah harta yang disedekahkan di jalan Allah.
Menjelang azan Maghrib, dzikir bersama melantun memecah deburan ombak, menyatukan hati ratusan warga dan para bikers dalam balutan doa yang tulus.
Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, yang hadir di tengah kerumunan, tak kuasa menyembunyikan kekagumannya. “Ini adalah potret nyata sinergi dan cinta. Pemkot Balikpapan mendukung penuh aksi yang menyentuh akar rumput seperti ini. Kebersamaan inilah yang menguatkan kota kita,” ungkapnya dengan nada bangga.
Ketua HDCI Balikpapan, Ahmad Rustam, sosok di balik layar gerakan ini, menegaskan bahwa aksi ini adalah ikhtiar untuk meruntuhkan dinding pembatas antara komunitas motor dan masyarakat. Baginya, di mata Sang Khaliq, tidak ada kasta yang membedakan.
“Alhamdulillah, ini adalah rangkaian keempat jihad sosial kami di bulan Ramadan. Setelah memuliakan para penghafal Al-Qur’an dan baksos, hari ini kami turun ke jalan untuk menegaskan bahwa tidak ada kasta dalam silaturahmi. Di atas aspal kita saudara, di hadapan Allah kita sama,” tutur Ahmad Rustam dengan penuh kerendahan hati.
Terkait stigma negatif yang kerap melekat, ia memohon rida dan pemahaman masyarakat.
“Suara mesin kami mungkin keras karena kapasitasnya yang besar, namun insyaallah, suara hati kami jauh lebih lembut untuk peduli pada sesama,” ucapnya yang disambut hangat oleh tawa dan tepuk tangan hadirin.
Komitmen berbagi itu tak main-main. Saat porsi mulai menipis, Rustam memastikan tak ada satu pun warga yang pulang dengan perut kosong. “Jika 1.000 porsi kurang, kita tambah lagi. Jangan sampai ada saudara kita yang terlewatkan keberkahan hari ini,” pungkasnya menutup senja dengan semangat Lillahi Ta’ala.
Kegiatan berakhir saat azan berkumandang. Di tepi pantai itu, segelas air dan semangkuk coto menjadi saksi bahwa di tangan para bikers, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar, tapi tentang melapangkan hati untuk berbagi kebahagiaan.
NK



















