No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
Home Opini

MBG dan KDMP, Motor Baru Penggerak Ekonomi Rakyat dan Pemberdayaan Lokal

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
7 bulan yang lalu
MBG dan KDMP, Motor Baru Penggerak Ekonomi Rakyat dan Pemberdayaan Lokal
30
VIEWS

Oleh: Dr. Abid Muhtarom, SE., SPd., MSE (Dekan FEB UNISLA)

Lamongan, KabarOne News.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pada dasarnya merupakan salah satu kebijakan paling strategis dalam membangun ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian lokal. Keberadaannya tidak hanya dipahami sebagai upaya pemenuhan gizi siswa untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan produktif, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan melalui terbukanya lapangan usaha baru di berbagai sektor.

Berita‎ Terkait

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Meningkatnya rantai pasok distribusi serta tumbuhnya ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir menjadi bukti nyata. Para petani sayur yang sebelumnya kesulitan menjual hasil panen secara stabil kini memperoleh kepastian pasar melalui suplai rutin ke sekolah. Peternak ayam, sapi, dan nelayan ikan juga mendapatkan tambahan pendapatan karena meningkatnya kebutuhan protein hewani.

Begitu pula dengan pengusaha kecil di bidang bumbu dapur atau olahan rempah yang permintaannya kian bertambah, hingga sektor transportasi lokal mulai sopir truk sampai ojek desa merasakan langsung manfaat ekonomi karena harus mengantar pasokan bahan makanan setiap hari. Semua ini membentuk sirkulasi ekonomi baru di desa dan kota kecil: perputaran uang menjadi lebih cepat, daya beli masyarakat naik, dan kesejahteraan pun lebih merata.

Jika ditelaah lebih jauh, MBG menciptakan multiplier effect yang luas. Ketika satu kelompok masyarakat memperoleh tambahan penghasilan, maka daya beli mereka meningkat. Uang itu kembali dibelanjakan ke warung, toko kelontong, pasar tradisional, atau layanan jasa lain. Akibatnya, efek domino ekonomi menghidupkan hampir semua sektor. UMKM pengolahan makanan pun mendapat peluang karena bisa menjadi penyedia bahan tambahan atau mitra produksi. MBG pada akhirnya menjadi katalisator ekosistem usaha lokal berbasis kemandirian bahan baku dan kolaborasi komunitas.

Dibandingkan program ekonomi lain, MBG memiliki keunggulan unik karena langsung menghubungkan kebutuhan gizi anak-anak dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Kebijakan ini memadukan aspek sosial dan ekonomi secara harmonis. Terlebih di era ketidakpastian global, mengandalkan bahan baku lokal bukan hanya mengurangi ketergantungan impor tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan nasional. Dengan demikian, setiap rupiah anggaran negara tidak berhenti sebagai konsumsi jangka pendek, melainkan bertransformasi menjadi investasi sosial-ekonomi jangka panjang.

Dari sisi kesehatan, anak-anak tumbuh dengan asupan lebih baik. Dari sisi ekonomi, masyarakat memperoleh peluang kerja dan usaha baru. Jika ditopang manajemen rantai pasok yang baik, distribusi bahan baku akan lebih lancar, produktivitas petani meningkat, dan pelaku usaha kecil semakin percaya diri mengembangkan kapasitas produksinya.

Namun, keberhasilan MBG menuntut keterlibatan semua pihak. Pemerintah daerah perlu memberikan pendampingan distribusi, lembaga pendidikan harus memastikan pelaksanaan sesuai standar, dan perguruan tinggi seperti FEB UNISLA siap berkontribusi melalui kajian akademik, riset kebijakan, serta inovasi solusi. Dunia akademik berperan penting dalam menyiapkan SDM berkualitas sebagai penggerak MBG, mulai dari pelatihan manajemen usaha, sertifikasi keamanan pangan, hingga pengembangan sistem monitoring berbasis data.

Selain itu, kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih menjadi langkah strategis. Koperasi yang berbasis pada semangat kebersamaan dan ekonomi rakyat ini dapat dijadikan mitra utama dalam mengelola distribusi, menyalurkan bahan baku dari petani, hingga memastikan keuntungan dibagi secara adil. Melalui koperasi, efisiensi rantai pasok akan meningkat karena skala pengadaan lebih besar, ongkos distribusi bisa ditekan, dan transparansi harga lebih terjamin. Koperasi juga mampu memperkuat posisi tawar petani serta UMKM di hadapan pasar, sehingga MBG benar-benar berlandaskan pada prinsip kemandirian ekonomi rakyat.

Dengan dukungan koperasi, UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan berada dalam jejaring yang solid. Hal ini mencegah monopoli pasokan, mengurangi risiko fluktuasi harga, dan sekaligus menjadi sarana pendidikan kewirausahaan kolektif bagi masyarakat desa. Koperasi Merah Putih berpotensi menjadi pilar utama yang menjembatani kepentingan petani, pelaku usaha, sekolah, dan pemerintah, sehingga MBG tidak hanya sekadar program sosial, melainkan gerakan ekonomi kerakyatan yang terorganisir dengan baik.

Tentu saja tantangan tetap ada, mulai dari aspek higienitas makanan, distribusi bahan baku, hingga ketersediaan SDM terampil. Namun, tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang inovasi. Misalnya dengan membangun pusat pelatihan pengolahan makanan sehat di tiap daerah, memperluas jejaring kerjasama UMKM melalui koperasi, hingga memanfaatkan teknologi digital untuk memantau distribusi dan kualitas makanan.

Apabila seluruh aspek ini dijalankan dengan baik, MBG akan benar-benar menjadi motor pertumbuhan ekonomi rakyat yang berakar dari desa dan mengalir hingga kota, sekaligus sarana penguatan karakter bangsa melalui gizi yang layak bagi generasi muda.

Opini ini menegaskan bahwa MBG adalah peluang emas pembangunan ekonomi kerakyatan. Program ini bukan hanya memperbaiki kualitas gizi anak, tetapi juga menjadi ladang pemberdayaan rakyat, menekan ketimpangan distribusi pendapatan, serta membuka ruang kreativitas usaha baru. Sinergi antara kebijakan pemerintah, dukungan koperasi, dunia usaha, dan perguruan tinggi akan memastikan MBG menjadi kebijakan berkelanjutan yang melahirkan generasi sehat sekaligus masyarakat sejahtera.

Ketika kelak kita menilai MBG, yang terlihat bukan sekadar cerita tentang konsumsi makanan bergizi gratis, melainkan kisah sukses sebuah program sosial yang menjelma sebagai motor penggerak ekonomi nasional berbasis potensi lokal dan kekuatan kolektif koperasi(*).

SendShareTweet

Related‎ Posts

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
22
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
22
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
22
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
39
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
32
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
85
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
46
Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM
Opini

Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM

Februari 11, 2026
18
Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?
Opini

Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?

Februari 10, 2026
27
Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)
Opini

Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)

Februari 10, 2026
24

Hari Besar Nasional:

Idul Fitri 1447 H/ 2026 M :

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Kalsel Mulai Penanaman Pohon Didanai RBP REDD- GCF, Targetkan Lahan Lebih Produktif dan Ramah Lingkungan

Kalsel Mulai Penanaman Pohon Didanai RBP REDD- GCF, Targetkan Lahan Lebih Produktif dan Ramah Lingkungan

4 bulan yang lalu
9
Sampah Warga Rusun Menumpuk, Alasan Kasatpel Mobil Angkutan Rusak

Sampah Warga Rusun Menumpuk, Alasan Kasatpel Mobil Angkutan Rusak

1 tahun yang lalu
56
Pemkab Kotabaru Bangun 12 Rumah untuk Korban Kebakaran di Desa Gerongang

Pemkab Kotabaru Bangun 12 Rumah untuk Korban Kebakaran di Desa Gerongang

1 tahun yang lalu
47

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Hakim Sayangkan 44 Ribu Ekor Bibit Lobster Mati Sia Sia

    Hakim Sayangkan 44 Ribu Ekor Bibit Lobster Mati Sia Sia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hakim PN Jakut Perintahkan JPU Hadirkan Saksi Perkara Pemalsuan SHM Terdakwa Notaris dan Pengacara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Termohon Eksekusi Berikan Apresiasi Kepada Ketua PN Jakarta Selatan Atas Penundaan Eksekusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Liturgi Pigmen di Tanah Retak: Endeng Mursalin dan Estetika Perlawanan dari Jantung Palu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Majelis Hakim PT Banten Perintahkan Tergugat Supaya Melunasi Pengadaan Kursi Tamu Di Pelabuhan Merak Dan Bakauheni

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA