kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home News

DP SERAGAM 50 PERSEN DI MAN 1 PANGKALPINANG PICU TANDA TANYA: SISWA KURANG MAMPU DAPAT DISKON, TAPI JIKA MASIH TAK MAMPU HARUS BAGAIMANA?

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
2 bulan yang lalu
DP SERAGAM 50 PERSEN DI MAN 1 PANGKALPINANG PICU TANDA TANYA: SISWA KURANG MAMPU DAPAT DISKON, TAPI JIKA MASIH TAK MAMPU HARUS BAGAIMANA?
60
VIEWS

 

Ketika Pintu Pendidikan Dibuka, Publik Bertanya: Apakah Dompet Orang Tua Harus Lulus Seleksi Lebih Dulu?

Berita‎ Terkait

Kemarau Panjang, PWI Kotabaru dan PTK Salurkan Air Bersih

Proyek Pembangunan Saluran Air di Rawamangun Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Layanan Bercerita Dispersip Kotabaru Jangkau 131 Anak, Tumbuhkan Minat Baca

PANGKALPINANG, Kabar One News. Com – Rekaman yang beredar terkait mekanisme pembayaran seragam siswa baru di MAN 1 Pangkalpinang terus menjadi bahan perbincangan masyarakat. Bukan karena warna seragamnya. Bukan pula karena model jahitannya. Melainkan karena satu kalimat yang dianggap cukup mengusik banyak orang tua:

“DP seragam minimal 50 persen.”

Kalimat itu kini menjadi pusat perhatian setelah Kepala MAN 1 Pangkalpinang, Drs. Sulaeman, M.Pd, saat ditemui wartawan di kantornya pada Selasa (14/07/2026), mengakui bahwa rekaman yang beredar tersebut berasal dari panitia MAN 1 Pangkalpinang.

Dalam keterangannya, Kepala MAN menjelaskan bahwa pembayaran uang muka atau DP sebesar 50 persen memang menjadi bagian dari mekanisme pengadaan seragam sekolah.

Namun ketika ditanya berapa sebenarnya nilai keseluruhan paket seragam yang harus dibayar orang tua siswa, jawaban rinci yang ditunggu masyarakat justru belum diperoleh.

Di sinilah publik mulai mengangkat alis.

Sebab untuk menghitung 50 persen, masyarakat tentu perlu mengetahui terlebih dahulu angka 100 persennya.

Diskon 50 Persen untuk Keluarga Tidak Mampu, Tetapi Lalu Bagaimana?

Dalam penjelasannya, Kepala MAN 1 Pangkalpinang menyampaikan bahwa sekolah memberikan kebijakan keringanan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Bentuk keringanan yang disebutkan adalah potongan harga sebesar 50 persen.

Sekilas, kebijakan tersebut terdengar sebagai solusi.

Namun justru dari sinilah muncul pertanyaan lanjutan yang kini berkembang di tengah masyarakat.

Bagaimana jika setelah mendapat potongan 50 persen, orang tua siswa tetap tidak mampu membayar?

Apakah ada pembebasan penuh?

Apakah ada program subsidi silang?

Apakah ada bantuan dari dana sosial sekolah?

Atau apakah siswa tetap diwajibkan membayar sisa biaya tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan itu hingga kini belum memperoleh penjelasan rinci.

Bagi masyarakat, persoalan ini bukan lagi soal angka.

Melainkan soal akses pendidikan bagi keluarga yang benar-benar berada di lapisan ekonomi paling bawah.

“Kalau orang tua hanya mampu makan sehari-hari, lalu setelah dipotong 50 persen tetap tidak sanggup membayar, bagaimana nasib anaknya?” tanya seorang warga.

Pendidikan atau Simulasi Kredit?

Nada satire mulai terdengar dari sejumlah kalangan masyarakat.

Menurut mereka, setiap tahun ajaran baru seharusnya menjadi momentum menyambut peserta didik baru.

Namun yang sering muncul justru daftar sejumlah biaya yang membuat sebagian orang tua harus lebih dulu menghitung isi dompet sebelum menghitung jadwal pelajaran.

“Anaknya baru diterima sekolah, orang tuanya yang lebih dulu diuji ketahanan finansialnya,” ujar seorang warga dengan nada menyindir.

Tentu tidak ada yang salah dengan kebutuhan seragam sekolah.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana memastikan kebijakan tersebut tidak menjadi hambatan bagi siswa dari keluarga yang paling rentan secara ekonomi.

Konveksi Solo Dipilih, Publik Ingin Tahu Dasarnya

Dalam kesempatan yang sama, Kepala MAN 1 Pangkalpinang menjelaskan bahwa beberapa jenis seragam memiliki spesifikasi khusus, seperti:

* Batik sekolah;
* Logo MAN;
* Seragam olahraga;
* Baju muslim;
* Kerudung khusus.

Karena itu pihak sekolah melakukan pencarian konveksi yang bersedia bekerja sama hingga akhirnya terpilih penyedia dari Solo sebagai pemasok seragam.

Penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru.

Apakah konveksi lokal tidak ada yang mampu memenuhi spesifikasi tersebut?

Bagaimana proses pemilihannya?

Apakah dilakukan perbandingan harga?

Apakah orang tua memiliki pilihan membeli di tempat lain sepanjang spesifikasinya sama?

Pertanyaan ini muncul karena masyarakat menilai semakin terbatas pilihan penyedia, semakin penting pula transparansi harga yang diberikan kepada orang tua siswa.

Dana Komite Ada, Tapi Besarannya Belum Dijelaskan

Selain persoalan seragam, Kepala MAN juga menjelaskan bahwa di sekolah terdapat dana komite.

Namun ketika ditanya mengenai besaran iuran per bulan maupun mekanisme penetapannya, belum diperoleh penjelasan rinci.

Padahal dana komite merupakan salah satu isu yang paling sensitif dalam dunia pendidikan karena menyangkut partisipasi masyarakat dalam pembiayaan sekolah.

Keterbukaan mengenai penggunaan dan besaran dana komite dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Pertanyaan yang Menunggu Jawaban

Di tengah berbagai penjelasan yang telah disampaikan pihak sekolah, masih terdapat sejumlah pertanyaan yang belum terjawab secara gamblang:

* Berapa harga total paket seragam?
* Berapa nominal DP yang wajib dibayar?
* Bagaimana mekanisme pemberian potongan 50 persen?
* Bagaimana jika siswa masih tidak mampu meskipun telah mendapat potongan?
* Apakah ada skema pembebasan biaya?
* Bagaimana dasar pemilihan konveksi dari Solo?
* Berapa besaran dana komite per bulan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat yang berharap pendidikan tidak hanya terbuka bagi mereka yang mampu membayar, tetapi juga benar-benar dapat diakses oleh siswa dari keluarga yang paling membutuhkan.

Transparansi Adalah Jawaban Terbaik

Pada akhirnya, polemik ini tidak akan selesai dengan asumsi maupun spekulasi.

Yang dibutuhkan masyarakat adalah keterbukaan.

Sebab semakin jelas informasi yang disampaikan sekolah mengenai biaya, mekanisme keringanan, dan perlindungan bagi siswa kurang mampu, semakin kecil pula ruang bagi kecurigaan dan keresahan publik.

Karena pendidikan seharusnya menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik, bukan menjadi sumber kekhawatiran baru bagi keluarga yang sedang berjuang menyekolahkan anak-anaknya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak MAN 1 Pangkalpinang telah memberikan penjelasan mengenai adanya DP seragam sebesar 50 persen dan potongan 50 persen bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Namun sejumlah rincian mengenai nominal biaya, mekanisme bantuan lanjutan bagi siswa yang tetap tidak mampu, serta besaran dana komite masih menjadi informasi yang ditunggu masyarakat. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta menjunjung tinggi asas keberimbangan dan praduga tak bersalah. (*/Har)

SendShareTweet

Related‎ Posts

Kemarau Panjang, PWI Kotabaru dan PTK Salurkan Air Bersih
Daerah

Kemarau Panjang, PWI Kotabaru dan PTK Salurkan Air Bersih

September 22, 2026
2
Proyek Pembangunan Saluran Air di Rawamangun Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi
Metropolitan

Proyek Pembangunan Saluran Air di Rawamangun Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

September 22, 2026
13
Layanan Bercerita Dispersip Kotabaru Jangkau 131 Anak, Tumbuhkan Minat Baca
Daerah

Layanan Bercerita Dispersip Kotabaru Jangkau 131 Anak, Tumbuhkan Minat Baca

September 21, 2026
8
Kios Terminal Senen Dipersoalkan, NGO Jalak Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang ke Inspektorat DKI”
Metropolitan

Kios Terminal Senen Dipersoalkan, NGO Jalak Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang ke Inspektorat DKI”

September 21, 2026
13
DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA BUMDES KETAHAN PANGAN RP158 JUTA DI DESA KEBUNAGUNG Sapi Beli 5 Ekor Tinggal 1, Pembangunan Kandang Tak Terealisasi
News

DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA BUMDES KETAHAN PANGAN RP158 JUTA DI DESA KEBUNAGUNG Sapi Beli 5 Ekor Tinggal 1, Pembangunan Kandang Tak Terealisasi

September 21, 2026
314
Mancing Mania Antar Pokja Wartawan, Forwaka Doakan Keselamatan 5 Jurnalis Yang Hilang
Metropolitan

Mancing Mania Antar Pokja Wartawan, Forwaka Doakan Keselamatan 5 Jurnalis Yang Hilang

September 19, 2026
28
Pemda FC Kotabaru Tundukkan Batola 3-2, Laga Persahabatan Sarat Sportivitas
Daerah

Pemda FC Kotabaru Tundukkan Batola 3-2, Laga Persahabatan Sarat Sportivitas

September 19, 2026
10
Jelang 38 Tahun, KIW Garap Perluasan Lahan Tambahan Hingga 1000 Hektare
Daerah

Jelang 38 Tahun, KIW Garap Perluasan Lahan Tambahan Hingga 1000 Hektare

September 19, 2026
16
Pagar Tutup Akses Jalan Taman Lagura, Warga Desak Pemkot Jakpus Bongkar Status Lahan
Metropolitan

Pagar Tutup Akses Jalan Taman Lagura, Warga Desak Pemkot Jakpus Bongkar Status Lahan

September 19, 2026
61
Proyek JLU Rampung, Giliran Jalan Dapur Utara Lamongan Diperbaiki
Daerah

Proyek JLU Rampung, Giliran Jalan Dapur Utara Lamongan Diperbaiki

September 19, 2026
14

Media Siber :

Info Publik:

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

FEB UNISLA Raih Prestasi Gemilang: Tiga Mahasiswa Sumbang Juara, Antar Kontingen Menjadi Juara Umum 2 di UNIM Mojokerto Championship Prestasi 2025

FEB UNISLA Raih Prestasi Gemilang: Tiga Mahasiswa Sumbang Juara, Antar Kontingen Menjadi Juara Umum 2 di UNIM Mojokerto Championship Prestasi 2025

10 bulan yang lalu
88
Kenaikan Harga Gabah: Peluang bagi Petani, Tantangan bagi UMKM dan Stabilitas Harga

Kenaikan Harga Gabah: Peluang bagi Petani, Tantangan bagi UMKM dan Stabilitas Harga

1 tahun yang lalu
43
Awaludin: Pesan Penting untuk Kepala Desa Baharu Utara yang Baru Terpilih

Awaludin: Pesan Penting untuk Kepala Desa Baharu Utara yang Baru Terpilih

2 tahun yang lalu
29

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA BUMDES KETAHAN PANGAN RP158 JUTA DI DESA KEBUNAGUNG Sapi Beli 5 Ekor Tinggal 1, Pembangunan Kandang Tak Terealisasi

    DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA BUMDES KETAHAN PANGAN RP158 JUTA DI DESA KEBUNAGUNG Sapi Beli 5 Ekor Tinggal 1, Pembangunan Kandang Tak Terealisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Apa dengan Penegak Hukum Kita? Kasus Penganiayaan di Jakarta Utara Sudah Hampir 2 Tahun Berlalu Kok Belum Tuntas Juga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemarau Ekstrem dan Debu Liar Pabrik Kepung Perumahan Lamongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pagar Tutup Akses Jalan Taman Lagura, Warga Desak Pemkot Jakpus Bongkar Status Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis Perumahan DKI Jakarta Dinilai “Sadis dan Kejam” Usir Penghuni Rusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA