Lamongan, KabarOneNews.com— Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA) kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan kualitas layanan akademik berbasis teknologi dan penguatan peran dosen wali. Melalui kegiatan resmi bertajuk Dosen Wali FEB UNISLA 2025 Berdampak, fakultas menghadirkan sebuah pembaruan penting yang menggabungkan pendampingan akademik manusiawi dengan tata kelola digital melalui aplikasi SIFEB (sifeb.unisla.ac.id). Acara ini menjadi momentum penting bagi para dosen wali untuk memperkuat kompetensi dan adaptabilitas di era pendidikan tinggi modern Senin,(17/11/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UNISLA, Dr. H. Abid Muhtarom, SE., S.Pd., MSE, yang dalam sambutannya menekankan bahwa dosen wali memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter, arah akademik, dan masa depan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa dosen wali harus tampil sebagai figur orang tua kedua yang mampu memberikan bimbingan tidak hanya dalam hal akademik, tetapi juga administrasi, pengembangan soft skills, serta pembinaan moral dan etika mahasiswa selama menempuh studi di UNISLA.
Dr. Abid menjelaskan bahwa perubahan dan tantangan dunia pendidikan tinggi menuntut dosen wali memiliki three key competencies: adaptif, kompeten, dan berdaya saing. Adaptif berarti mampu memahami perkembangan teknologi dan karakter mahasiswa generasi digital; kompeten berarti memahami regulasi, mekanisme akademik, serta mampu menjadi rujukan solusi; dan berdaya saing berarti memberikan pendampingan berkualitas yang menghasilkan mahasiswa yang unggul dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.
Selaras dengan visi tersebut, FEB UNISLA meluncurkan fitur terbaru aplikasi SIFEB (sifeb.unisla.ac.id) yang menjadi salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini. Aplikasi ini kini telah dikembangkan sebagai pusat layanan akademik digital, lengkap dengan sejumlah menu yang diperuntukkan bagi mahasiswa, dosen wali, dan dosen pembimbing. Menu-menu tersebut antara lain Perwalian, PKL, Kewirausahaan, hingga Bimbingan Skripsi dan Tesis.
Menu Perwalian dalam SIFEB kini dilengkapi data akademik komprehensif yang memungkinkan dosen wali memantau perkembangan studi mahasiswa secara lebih detail. Mulai dari riwayat KRS, jumlah SKS, nilai IPS dan IPK, hingga catatan konsultasi dapat diakses dengan mudah. Dengan integrasi ini, proses konsultasi tidak lagi bersifat administratif belaka, tetapi berbasis data dan analisis yang membantu dosen wali memberikan arahan tepat dan terukur.
Fitur PKL juga diperbarui dengan mekanisme digital yang memungkinkan mahasiswa mengajukan tempat PKL, memonitor proses persetujuan, mengunggah laporan, serta mendapatkan evaluasi secara terstruktur. Dosen wali dapat mengawasi progres PKL mahasiswa sehingga memastikan proses pembelajaran lapangan berjalan efektif dan sesuai standar fakultas.
Tidak kalah penting, menu Kegiatan Kewirausahaan sesuai VMTS universitas dan fakultas menjadi terobosan aplikasi yang menegaskan komitmen FEB UNISLA dalam membentuk jiwa entrepreneur mahasiswa. Melalui menu ini, mahasiswa dapat mencatat aktivitas usaha yang sedang dijalankan, mengunggah bukti kegiatan, mengikuti program pembinaan, dan mendapatkan evaluasi langsung dari dosen terkait. Dosen wali dapat memonitor perkembangan minat wirausaha mahasiswa dan memberikan dukungan yang relevan bagi perkembangan bisnis mereka.
Menu unggulan lainnya adalah Bimbingan Skripsi dan Tesis, yang membantu mahasiswa dan dosen pembimbing dalam mengelola progres penyusunan tugas akhir secara transparan. Mahasiswa dapat melihat status revisi, jadwal bimbingan, riwayat konsultasi, serta progres akhir secara real time. Dosen wali pun dapat memantau apakah mahasiswa berada pada jalur penyelesaian studi yang tepat waktu, sehingga proses monitoring menjadi lebih menyeluruh dan terintegrasi.
Setelah pembukaan oleh dekan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Wakil Dekan I FEB UNISLA, Dr. Muhammad Yaskun, MM. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya revitalisasi peran dosen wali di tengah perubahan pola belajar generasi Z dan generasi digital. Beliau menjelaskan bahwa dosen wali tidak hanya dituntut memahami mekanisme akademik, tetapi juga harus memiliki kecakapan komunikasi interpersonal, kepekaan terhadap kondisi psikologis mahasiswa, serta kemampuan membaca dinamika perkembangan akademik dari data yang tersedia dalam SIFEB.
Dr. Yaskun menegaskan bahwa aplikasi SIFEB bukan sekadar alat administratif, tetapi merupakan bagian dari transformasi budaya akademik yang berbasis digital dan data driven. Hal ini memungkinkan dosen wali membuat keputusan yang lebih cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan mahasiswa. Dengan integrasi data pada aplikasi, dosen wali dapat memetakan mahasiswa yang memiliki potensi permasalahan akademik sejak dini sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan dosen wali juga diukur dari kemampuan mereka membangun kedekatan emosional yang sehat dengan mahasiswa. “Tugas dosen wali bukan hanya memvalidasi KRS, tetapi merawat mahasiswa seperti merawat anak sendiri memberi perhatian, arahan, motivasi, hingga solusi,” tegasnya. Pendekatan humanis inilah yang diyakini FEB UNISLA sebagai kunci pembelajaran berkualitas.
Suasana kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Para dosen wali memberikan berbagai masukan dan pertanyaan mengenai pengembangan aplikasi, mekanisme perwalian di era digital, serta strategi peningkatan layanan akademik yang berorientasi pada kualitas. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara fakultas, dosen wali, dan mahasiswa dalam membangun budaya akademik unggul di FEB UNISLA.
Dengan adanya integrasi teknologi melalui sifeb.unisla.ac.id dan peningkatan kapasitas dosen wali, FEB UNISLA optimis bahwa pendampingan akademik tahun 2025 akan berjalan lebih efektif, lebih manusiawi, dan lebih berdampak bagi kemajuan mahasiswa. Dosen wali sebagai figur adaptif, kompeten, dan berdaya saing kini menjadi pilar utama dalam memastikan mahasiswa FEB UNISLA tumbuh sebagai pribadi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(*).



















