kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home Opini

UMKM Tidak Harus Viral: Kunci Bertahan Ada pada Repeat Order

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
8 bulan yang lalu
UMKM Tidak Harus Viral: Kunci Bertahan Ada pada Repeat Order
70
VIEWS

Oleh: Dr. H. Abid Muhtarom, SE., SPd., MSE
(Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA)

Jakarta, KabaOneMews.com-Di era digital hari ini, keberhasilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sering kali diukur dari seberapa viral produk tersebut di media sosial. Video dengan jutaan penonton, antrean panjang karena rekomendasi influencer, hingga lonjakan pesanan dalam waktu singkat kerap dianggap sebagai simbol kesuksesan. Namun, di balik euforia viralitas itu, terdapat pertanyaan mendasar yang sering luput dibahas: apakah UMKM benar-benar membutuhkan viralitas untuk bertahan dan berkembang?

Berita‎ Terkait

Di Lemah Pemilihan Anggota BPD di Lamongan: Ketika Demokrasi Desa Diuji

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif

Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa viral tidak selalu identik dengan keberlanjutan. Banyak UMKM yang sempat melejit karena viral, tetapi kemudian redup karena tidak mampu menjaga kualitas, konsistensi, dan hubungan jangka panjang dengan konsumennya. Dalam konteks ini, repeat order justru menjadi fondasi yang jauh lebih kokoh dibanding sekadar popularitas sesaat.

Repeat order adalah bukti nyata bahwa konsumen merasa puas dan percaya. Ketika konsumen kembali membeli produk yang sama, bahkan tanpa promosi besar-besaran, itu berarti UMKM telah berhasil menjawab kebutuhan pasar dengan tepat. Kepuasan tersebut tidak lahir dari sensasi sesaat, melainkan dari kualitas produk yang terjaga, harga yang wajar, pelayanan yang ramah, dan pengalaman yang menyenangkan. Inilah modal utama UMKM untuk bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

UMKM tidak harus memiliki pangsa pasar yang luas. Paradigma lama yang menganggap semakin luas pasar maka semakin besar peluang sukses, perlu ditinjau ulang. Bagi UMKM, khususnya yang berbasis lokal, pasar kecil namun loyal sering kali lebih menjanjikan daripada pasar luas namun tidak stabil. Wilayah penjualan yang terbatas bahkan hanya satu desa, satu kecamatan, atau satu komunitas—bisa menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik dan berorientasi pada hubungan jangka panjang.

Banyak contoh UMKM yang sukses tanpa pernah viral. Warung makan sederhana di pinggir jalan yang pelanggannya itu-itu saja, toko kelontong yang menjadi rujukan warga sekitar, atau usaha jasa kecil yang hidup dari rekomendasi mulut ke mulut. Mereka mungkin tidak dikenal luas, tetapi arus kasnya stabil karena repeat order terus terjadi. Di sinilah letak kekuatan UMKM yang sesungguhnya: kepercayaan.

Viralitas sering kali menuntut kapasitas produksi besar dan kesiapan operasional yang tinggi. Ketika pesanan melonjak drastis, UMKM yang belum siap justru berisiko menurunkan kualitas. Bahan baku terganggu, tenaga kerja kewalahan, pelayanan menurun, dan pada akhirnya konsumen kecewa. Dampaknya bukan hanya kehilangan pembeli baru, tetapi juga rusaknya reputasi usaha. Sebaliknya, dengan fokus pada repeat order, UMKM dapat tumbuh secara bertahap dan terukur.

Repeat order juga memberikan kepastian usaha. Pelaku UMKM bisa memprediksi permintaan, mengelola stok dengan lebih efisien, dan merencanakan pengembangan usaha secara realistis. Ketergantungan pada tren viral justru membuat usaha berada dalam ketidakpastian, karena viralitas bersifat fluktuatif dan sulit dikendalikan. Hari ini ramai, besok bisa sepi.

Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, UMKM yang berbasis repeat order memiliki kontribusi yang signifikan. Mereka menciptakan lapangan kerja yang stabil, menjaga perputaran ekonomi lokal, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. UMKM seperti ini tidak mudah goyah oleh perubahan tren, karena kekuatannya terletak pada hubungan sosial dan kepercayaan yang telah terbangun lama.

Penting bagi pelaku UMKM untuk mengubah orientasi strategi pemasaran. Media sosial tetap penting, tetapi bukan semata-mata untuk mengejar viral. Media sosial seharusnya digunakan untuk menjaga komunikasi dengan pelanggan, menginformasikan produk secara konsisten, dan membangun kedekatan emosional. Konten yang sederhana namun jujur sering kali lebih efektif dalam menciptakan loyalitas dibanding konten sensasional.

Bagi pemerintah dan perguruan tinggi, termasuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan, pendekatan pendampingan UMKM juga perlu diarahkan pada penguatan kualitas dan keberlanjutan. Pelatihan manajemen sederhana, pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas produk, dan pelayanan pelanggan jauh lebih relevan dibanding sekadar mengejar popularitas digital. UMKM perlu dibekali pemahaman bahwa sukses tidak selalu berarti besar, tetapi cukup dan berkelanjutan.

UMKM yang sehat adalah UMKM yang mengenal konsumennya dengan baik. Mereka tahu apa yang diinginkan pelanggan, kapan waktu ramai, dan bagaimana menjaga kepuasan. Hubungan ini tidak bisa dibangun secara instan melalui viralitas, melainkan melalui proses panjang yang konsisten. Setiap transaksi adalah kesempatan membangun kepercayaan, dan setiap repeat order adalah bukti keberhasilan strategi tersebut.

Di tengah tantangan ekonomi global dan ketidakpastian pasar, UMKM Indonesia justru memiliki keunggulan pada kedekatan sosial dan fleksibilitas. Dengan tidak memaksakan diri mengejar pasar luas, UMKM dapat fokus memperkuat basis pelanggan yang sudah ada. Dari sanalah pertumbuhan organik akan terjadi, perlahan namun pasti.

Akhirnya, kita perlu menegaskan bahwa tujuan utama UMKM bukanlah menjadi viral, melainkan bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Lebih baik memiliki usaha kecil dengan pelanggan setia daripada usaha besar yang rapuh karena bergantung pada tren. Repeat order adalah indikator kesehatan UMKM yang sesungguhnya. Di situlah letak kekuatan ekonomi rakyat, yang mungkin tidak selalu terlihat gemerlap, tetapi nyata dan mengakar kuat di masyarakat.

SendShareTweet

Related‎ Posts

Di Lemah Pemilihan Anggota BPD di Lamongan: Ketika Demokrasi Desa Diuji
Opini

Di Lemah Pemilihan Anggota BPD di Lamongan: Ketika Demokrasi Desa Diuji

Agustus 25, 2026
80
Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif
Opini

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif

Agustus 1, 2026
60
Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan
Opini

Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan

Juli 22, 2026
16
KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN
Opini

KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN

Juni 29, 2026
21
Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
38
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
45
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
45
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
53
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
57
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
97

Media Siber :

Info Publik:

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

UNISLA dan KPP Pratama Lamongan Perkuat Sinergi Pajak Melalui FGD Edukatif

UNISLA dan KPP Pratama Lamongan Perkuat Sinergi Pajak Melalui FGD Edukatif

1 tahun yang lalu
46
Rayakan 46 Tahun, PLN Indonesia Power UBP Semarang Hadirkan Lapak Cahaya, Santunan Anak Yatim dan Bedah Rumah

Rayakan 46 Tahun, PLN Indonesia Power UBP Semarang Hadirkan Lapak Cahaya, Santunan Anak Yatim dan Bedah Rumah

12 bulan yang lalu
31
Kotabaru Raih Piagam Penghargaan Nasional dari Kemenparekraf RI

Kotabaru Raih Piagam Penghargaan Nasional dari Kemenparekraf RI

1 tahun yang lalu
27

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • PN Jakut Tangguhkan Penahanan Rosmawati Gunawan Penipu 2.8 M, Tidak Memberikan Rasa Keadilan Terhadap Korban

    PN Jakut Tangguhkan Penahanan Rosmawati Gunawan Penipu 2.8 M, Tidak Memberikan Rasa Keadilan Terhadap Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA BUMDES KETAHAN PANGAN RP158 JUTA DI DESA KEBUNAGUNG Sapi Beli 5 Ekor Tinggal 1, Pembangunan Kandang Tak Terealisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Serbu Waduk Gondang! Vespa Party 2 Bagi 500 Pecel Lele Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JPU Tuntut 4 Tahun Penjara Pelaku Importasi HP Ilegal, Berpotensi Melarikan Diri Sebelum Vonis Dibacakan Hakim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hakim PN Jakut Diduga Langgar Kode Etik Membiarkan Terdakwa Bebas Demi Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA