Kotabaru,KabarOnenews.com- Gangguan jaringan internet kembali melanda Kabupaten Kotabaru di awal tahun 2026. Permasalahan yang terjadi nyaris sama seperti tahun sebelumnya, yakni putusnya kabel fiber optik bawah laut yang menjadi jalur utama konektivitas jaringan, khususnya layanan Telkomsel dan IndiHome milik Telkom.
Kondisi ini menuai keluhan luas dari masyarakat karena menghambat berbagai aktivitas penting, mulai dari pelayanan publik, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi dan komunikasi sehari-hari.
Menyikapi persoalan tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotabaru menggelar rapat bersama pihak Telkom guna membahas penanggulangan gangguan jaringan internet yang terjadi di sejumlah wilayah. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Kotabaru, Senin (12/1/2026).
Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi, didampingi anggota Komisi II, serta dihadiri perwakilan dari Telkom.
Dalam rapat tersebut, Abu Suwandi menegaskan bahwa gangguan jaringan disebabkan oleh kerusakan kabel bawah laut yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas internet menuju Kotabaru.
“Kabel bawah laut mengalami kerusakan. Kami meminta pihak Telkom dan IndiHome segera melakukan perbaikan. Gangguan ini sangat berdampak pada pelayanan publik dan kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai, gangguan yang kembali terulang ini menunjukkan lemahnya antisipasi dan mitigasi risiko dari pihak penyedia layanan, khususnya Telkom, terhadap infrastruktur vital jaringan internet.
“Ini sudah kejadian yang kedua dengan penyebab yang sama. Menurut kami, gangguan seperti ini tidak seharusnya terus berulang. Alasan mekanisme internal tidak bisa terus dijadikan pembenaran,” ujar Abu Suwandi dengan nada kritis.
Akibat gangguan tersebut, sejumlah layanan pemerintahan, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga transaksi digital masyarakat mengalami kendala serius.
Pihak Telkom dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa proses penanganan tengah dilakukan secara maksimal. Kabel pengganti saat ini masih dalam proses pengiriman dari Kota Makassar, dengan target perbaikan jaringan rampung paling lambat pada 19 Januari 2026.
Namun demikian, DPRD Kotabaru menilai solusi sementara tidaklah cukup. Komisi II DPRD berencana menggelar rapat gabungan lanjutan yang melibatkan KSOP, Dinas Kominfo, serta Pemerintah Daerah untuk merumuskan solusi permanen.
Langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan Telkom diminta lebih serius membangun sistem jaringan yang andal serta memiliki jalur cadangan (backup system) demi menjamin konektivitas internet yang stabil bagi masyarakat Kabupaten Kotabaru ke depan.
By: Herpani



















