kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home Opini

Menjahit Rantai Pasok MBG Lamongan dari Hulu ke Hilir: Jalan Strategis Hortikultura Murah dan Berkelanjutan

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
8 bulan yang lalu
Menjahit Rantai Pasok MBG Lamongan dari Hulu ke Hilir: Jalan Strategis Hortikultura Murah dan Berkelanjutan
50
VIEWS

Oleh: DR. H. Abid Muhtarom, SE., SPd., MSE (Dekan FEB UNISLA/wakil dewan pengupahan kabupaten Lamongan)

Lamongan, KabarOne News com-Kabupaten Lamongan memiliki modal sosial, sumber daya alam, dan basis pertanian yang kuat untuk mengambil peran strategis dalam mempersiapkan rantai pasok MBG. Dalam konteks pembangunan daerah, MBG tidak sekadar dimaknai sebagai program pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga sebagai pengungkit ekonomi lokal yang mampu menggerakkan sektor pertanian hortikultura dari hulu ke hilir. Tantangan terbesarnya bukan pada ketersediaan produk semata, melainkan bagaimana memastikan produk hortikultura berkualitas dapat diproduksi dengan biaya rendah, didistribusikan secara efisien, dan sampai ke konsumen dengan harga terjangkau serta berkelanjutan.

Berita‎ Terkait

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif

Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan

KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN

Persiapan rantai pasok MBG harus dimulai dari hulu, yakni ketersediaan input produksi yang murah, berkualitas, dan mudah diakses petani. Perusahaan pupuk, penyedia bibit unggul, pestisida ramah lingkungan, hingga sarana produksi lainnya perlu dilibatkan secara aktif dalam ekosistem ini. Selama ini, biaya produksi hortikultura sering kali tinggi karena ketergantungan pada input mahal dan fluktuatif. Dengan kemitraan strategis antara pemerintah daerah, BUMD, koperasi, dan perusahaan penyedia sarana pertanian, Lamongan dapat membangun skema pengadaan pupuk dan bibit yang lebih efisien, terjamin mutunya, dan stabil harganya. Skema kontrak jangka menengah, subsidi tepat sasaran, hingga produksi bibit lokal berbasis balai benih daerah menjadi langkah konkret untuk menekan biaya sejak awal proses produksi.

Namun input murah tidak akan optimal tanpa kesiapan lahan, irigasi, manajemen pertanian, dan sumber daya manusia petani hortikultura. Lamongan memiliki hamparan lahan yang potensial, tetapi masih menghadapi tantangan dalam tata kelola air, pola tanam, dan produktivitas. Revitalisasi jaringan irigasi, pemanfaatan teknologi irigasi tetes, serta pengaturan kalender tanam berbasis data iklim menjadi kebutuhan mendesak. Di sisi lain, peningkatan kapasitas petani menjadi kunci. Petani hortikultura harus didorong untuk bertransformasi dari sekadar produsen menjadi pelaku agribisnis yang memahami efisiensi biaya, standar kualitas, dan kebutuhan pasar MBG. Pelatihan, pendampingan intensif, serta integrasi petani dalam kelompok tani modern atau koperasi produksi akan memperkuat posisi tawar mereka sekaligus menjaga kontinuitas pasokan.

Aspek berikutnya yang tidak kalah penting adalah distribusi dan akses jalan. Produk hortikultura bersifat mudah rusak dan sensitif terhadap waktu. Tanpa sistem distribusi yang efisien, biaya logistik akan meningkat dan harga jual di tingkat konsumen menjadi mahal. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur jalan desa, jalan usaha tani, serta konektivitas ke pasar dan pusat distribusi MBG harus menjadi prioritas. Keberadaan distributor lokal yang terintegrasi dengan petani juga perlu diperkuat. Distributor tidak hanya berfungsi sebagai penyalur barang, tetapi sebagai pengatur alur pasok, penjaga kualitas, dan penstabil harga. Dengan sistem logistik yang pendek dan efisien, margin biaya dapat ditekan, sehingga produk hortikultura Lamongan mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan MBG secara berkelanjutan.

Regulasi dan fasilitas penunjang menjadi fondasi yang mengikat seluruh rantai pasok ini. Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menyusun kebijakan yang pro-petani dan pro-konsumen. Regulasi harga dasar, insentif bagi pelaku usaha hortikultura, kemudahan perizinan, serta dukungan fasilitas pascapanen seperti gudang, cold storage, dan pusat sortasi menjadi faktor penentu keberhasilan. Tanpa fasilitas penunjang, petani akan selalu berada pada posisi lemah saat panen raya karena harga jatuh. Dalam konteks MBG, stabilitas pasokan dan harga justru menjadi kunci utama, sehingga kebijakan daerah harus mampu menjembatani kepentingan produksi, distribusi, dan konsumsi secara seimbang.

Di era digital, kebutuhan akses informasi dan teknologi komunikasi tidak bisa diabaikan. Rantai pasok MBG yang efisien membutuhkan data yang akurat dan real time, mulai dari data produksi, kebutuhan pasar, harga, hingga distribusi. Pemanfaatan teknologi informasi dapat membantu petani mengetahui permintaan MBG, menyesuaikan volume dan jenis tanaman, serta menghindari overproduksi. Platform digital pertanian, sistem informasi pasar, dan aplikasi manajemen distribusi dapat menjadi solusi untuk memangkas biaya transaksi dan meningkatkan transparansi. Dengan akses informasi yang baik, petani tidak lagi berada dalam ketidakpastian, sementara pengelola MBG dapat merencanakan kebutuhan bahan baku secara lebih presisi.

Tujuan akhir dari seluruh persiapan ini adalah menghasilkan produk hortikultura dengan biaya rendah dan harga jual yang terjangkau bagi konsumsi MBG. Harga murah bukan berarti mengorbankan kualitas, tetapi justru hasil dari efisiensi di setiap mata rantai. Ketika input produksi terjangkau, produktivitas lahan meningkat, distribusi efisien, regulasi mendukung, dan informasi terbuka, maka harga produk secara alami akan kompetitif. Inilah esensi dari pembangunan rantai pasok hulu ke hilir yang terintegrasi. Lamongan tidak hanya menjadi lumbung hortikultura, tetapi juga pusat penyedia bahan baku MBG yang andal, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan petani serta masyarakat.

Mempersiapkan rantai pasok MBG di Kabupaten Lamongan sejatinya adalah investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi daerah. Dengan kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat, visi ini bukanlah sesuatu yang utopis. Lamongan memiliki semua prasyarat untuk menjadi contoh daerah yang mampu mengelola hortikultura murah, berkualitas, dan berdaya saing melalui pendekatan hulu ke hilir. Yang dibutuhkan adalah komitmen bersama, kebijakan yang konsisten, dan keberanian untuk berinovasi demi masa depan pangan dan gizi masyarakat yang lebih baik.

SendShareTweet

Related‎ Posts

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif
Opini

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif

Agustus 1, 2026
46
Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan
Opini

Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan

Juli 22, 2026
13
KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN
Opini

KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN

Juni 29, 2026
15
Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
35
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
35
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
38
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
48
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
50
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
91
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
61

Media Siber :

Info Publik:

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Terdakwa Hendra Lie Bos Mata Elang Production Hadiri Sidang Perdana Kasus Pencemaran Nama Baik di PN Jakut

Terdakwa Hendra Lie Bos Mata Elang Production Hadiri Sidang Perdana Kasus Pencemaran Nama Baik di PN Jakut

1 tahun yang lalu
48
Mahakam Memanggil: Ribuan Hati Bersatu di Bumi Etam, Antara Pekik Aspirasi dan Janji Menjaga Rumah Sendiri

Mahakam Memanggil: Ribuan Hati Bersatu di Bumi Etam, Antara Pekik Aspirasi dan Janji Menjaga Rumah Sendiri

4 bulan yang lalu
37
Asuransi Allianz Life dan RS Siloam Diduga Bersekongkol Tipu Biaya Pengobatan Pemegang Polis

Asuransi Allianz Life dan RS Siloam Diduga Bersekongkol Tipu Biaya Pengobatan Pemegang Polis

1 tahun yang lalu
94

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Jisman Hutapea Divonis Bebas dalam Perkara GPS di PN Tangerang, Hakim Pulihkan Hak Dan Martabatnya

    Jisman Hutapea Divonis Bebas dalam Perkara GPS di PN Tangerang, Hakim Pulihkan Hak Dan Martabatnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Berdiri Tanpa PBG, Walikota Arifin Belum Bongkar Tower BTS di Cempaka Baru Warga minta Pemkot Bertindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Greenlove Edelweiss Ibanna Hutabarat’ Siswi SMAN 1 Kota Tangerang, Raih Tiga Gelar Sekaligus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JAMWAS Kejagung Diminta Pantau Kinerja Kajari Jakarta Utara Diduga Bermain Lelang Timah, Bawa PT Titipan Dari Batam Sebagai Pemenang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut HUT RI ke-81, Majelis Dzikir Nuurul Khairaat dan Masyarakat Adat Suku Kaili Gelar Doa Bersama di Sigi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA