kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home Opini

“Menghubungkan Kampus dan Industri: Menyiapkan Lulusan yang Luwes, Kolaboratif, dan Siap Kerja di Era AI”

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
9 bulan yang lalu
“Menghubungkan Kampus dan Industri: Menyiapkan Lulusan yang Luwes, Kolaboratif, dan Siap Kerja di Era AI”
38
VIEWS

Oleh: Dr. H. Abdul Ghofur,SE.,M.Si. (Rektor, UNISLA)

Lamongan, KabarOneNews.com-Dunia kerja selalu menghadirkan realitas yang berbeda dengan bangku perkuliahan. Di kampus, mahasiswa terbiasa bekerja mandiri, menyelesaikan tugas individu, dan memahami teori melalui pendekatan akademik. Namun di dunia kerja, ukuran kompetensi tidak hanya ditentukan oleh “seberapa pintar” seseorang menguasai teori, tetapi “seberapa mampu” seseorang bekerja sama, beradaptasi, dan menyelesaikan masalah dalam tim. Karena itu saya selalu mengingatkan para mahasiswa dan lulusan bahwa prinsip sederhana seperti Amati, Tiru, Modifikasi (ATM) sering kali menjadi kunci percepatan adaptasi di dunia kerja. Kita mengamati praktik terbaik, meniru pola keberhasilannya, lalu memodifikasi sesuai kebutuhan sehingga menghasilkan nilai yang lebih tinggi. Prinsip ATM bukan tentang meniru secara mentah, tetapi tentang belajar secara cerdas dan responsif keterampilan yang sangat dihargai dalam dunia industri.

Berita‎ Terkait

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif

Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan

KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN

Saat ini, kemampuan kognitif semakin dipermudah oleh hadirnya Artificial Intelligence (AI). Jika dahulu mahasiswa harus membaca berlembar-lembar jurnal untuk memahami suatu konsep, kini ringkasan, analisis, hingga contoh penerapannya dapat dihasilkan dalam hitungan detik. AI membuat proses berpikir teknis menjadi cepat dan praktis. Namun kemudahan ini sekaligus menjadi alarm bahwa kompetensi yang membedakan lulusan bukan lagi pada aspek hafalan atau ketepatan menjawab teori, tetapi pada soft skills yang tidak bisa digantikan oleh mesin. Dunia industri hari ini menghadapi masalah serius terkait soft skills: banyak lulusan yang menguasai teori, tetapi kurang mampu berkomunikasi, tidak percaya diri dalam menyampaikan pendapat, kurang adaptif dalam perubahan, atau kesulitan bekerja sama dalam tim. Padahal, komunikasi, leadership, manajemen konflik, empati, integritas, dan kemampuan mengambil keputusan adalah kemampuan dasar yang justru paling dicari. Soft skills inilah yang menentukan apakah seseorang bisa berkembang atau justru tertinggal meski secara intelektual unggul. Inilah tantangan terbesar yang harus dijawab oleh dunia pendidikan tinggi.

Karena itu, kolaborasi antara universitas dan dunia industri menjadi kebutuhan utama, bukan lagi pilihan. Kampus tidak boleh terisolasi dari kebutuhan nyata dunia kerja. Begitu pula industri membutuhkan energi baru dari kampus gagasan segar, kemampuan akademik, serta kreativitas mahasiswa dan dosen dalam melahirkan solusi. Kolaborasi ini harus bergerak dari sekadar acara seremonial menuju hubungan yang strategis dan produktif. Kampus perlu mendengar kebutuhan industri, memahami jenis kompetensi yang dibutuhkan, serta menyesuaikan materi ajar agar lebih kontekstual. Sebaliknya, industri dapat menjadi laboratorium hidup tempat mahasiswa belajar, bereksperimen, dan mengembangkan karakter profesionalitasnya.

Ada tiga langkah praktis agar lulusan lebih mudah diserap industri. Pertama, pengajaran berbasis industri, yaitu menghadirkan praktisi untuk mengajar, membimbing proyek mahasiswa, atau menjadi mitra evaluasi pembelajaran. Dengan demikian, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung tentang ritme kerja, standar profesional, hingga jenis soft skills yang harus mereka kuasai. Selain itu, model pembelajaran berbasis proyek nyata (project-based learning) mendorong mahasiswa melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Kedua, lulusan harus memiliki nilai tambah agar mampu bersaing. Nilai tambah ini bukan hanya IPK tinggi, tetapi juga portofolio magang, pengalaman organisasi, kemampuan menggunakan AI secara produktif, kemampuan presentasi, sertifikasi kompetensi, serta literasi digital. Lulusan yang membawa nilai tambah seperti ini tidak hanya dicari oleh industri tetapi juga lebih cepat beradaptasi dan berkembang dalam pekerjaannya. Ketiga, bentuk kolaborasi yang sangat strategis adalah hibah antara universitas dan industri. Hibah dapat berupa dukungan alat produksi, hibah dana riset terapan, kerja sama pengembangan produk, beasiswa magang, hingga dukungan laboratorium. Hibah ini memberikan manfaat dua arah: kampus memiliki fasilitas dan pengalaman praktis yang lebih kuat, sedangkan industri mendapatkan riset dan SDM yang mendukung produktivitas dan inovasi mereka.

Pada akhirnya, tujuan utama pendidikan bukan sekadar menghasilkan lulusan berijazah, tetapi membentuk pribadi yang luwes, kreatif, komunikatif, dan mampu memberi nilai dalam lingkungan kerja. Lulusan yang dihasilkan harus siap menghadapi dunia industri yang kompetitif, cepat berubah, dan berlapis tantangan. Kampus dan industri harus berjalan dalam harmoni, saling menguatkan untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Kita tidak hanya menyiapkan pekerja, tetapi calon pemimpin masa depan. Dengan sinergi yang kuat antara universitas dan industri, kita dapat memastikan bahwa lulusan UNISLA khususnya FEB bukan hanya siap kerja, tetapi siap bersaing dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa di era AI yang penuh peluang dan tantangan.(*)

SendShareTweet

Related‎ Posts

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif
Opini

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif

Agustus 1, 2026
53
Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan
Opini

Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan

Juli 22, 2026
13
KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN
Opini

KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN

Juni 29, 2026
15
Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
35
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
35
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
38
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
48
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
50
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
92
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
63

Media Siber :

Info Publik:

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Giat Anggota Koramil 0812/24 Sukorame Bantu Poktan Ngudi Tani Panen Padi

Giat Anggota Koramil 0812/24 Sukorame Bantu Poktan Ngudi Tani Panen Padi

1 tahun yang lalu
20
Bupati Bojonegoro Ajukan Raperda Dana Abadi Pendidikan Rp3 Triliun

Bupati Bojonegoro Ajukan Raperda Dana Abadi Pendidikan Rp3 Triliun

1 tahun yang lalu
36
“GONCANGAN ENERGI DI JANTUNG BORNEO: HARGA BBM NON-SUBSIDI MEROKET TAJAM DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL”

“GONCANGAN ENERGI DI JANTUNG BORNEO: HARGA BBM NON-SUBSIDI MEROKET TAJAM DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL”

4 bulan yang lalu
18

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Proyek Turap Kayu Putih Diduga Dikerjakan Asal Jadi,NGO Jalak Desak Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi Dibongkar

    Proyek Turap Kayu Putih Diduga Dikerjakan Asal Jadi,NGO Jalak Desak Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi Dibongkar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Pembangunan 5 RW02 Kelurahan Petojo Utara Rayakan HUT RI ke 81

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengerukan Kolong Belubur Oleh BWS Babel Tanpa Plang Rinci Informasi Proyek, Transparansi Anggaran Negara Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tagihan Rp 2,1 Miliar Diklaim Belum Dibayar, CV Anugrah Surya Pratama dan PT Adhara Prima Energi Ajukan PKPU terhadap PetroChina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jisman Hutapea Divonis Bebas dalam Perkara GPS di PN Tangerang, Hakim Pulihkan Hak Dan Martabatnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA