kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home Opini

Trio Intelektual FEB UNISLA: Kolaborasi Tiga Generasi Promovendus Menuju Poros Baru Kepemimpinan dan Pemasaran Religius di Era Transformasi Digital

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
9 bulan yang lalu
Trio Intelektual FEB UNISLA: Kolaborasi Tiga Generasi Promovendus Menuju Poros Baru Kepemimpinan dan Pemasaran Religius di Era Transformasi Digital
85
VIEWS

Oleh: (Redaksi Akademika FEB UNISLA)

Lamongan, KabarOne News.com-Di tengah derasnya arus perubahan global, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA) kembali menorehkan capaian membanggakan. Tiga generasi muda akademisi Moh. Heru Budi Santoso, S.E., M.M., Danu Kusbandono, S.E., M.M., dan Sabilar Rosad, S.E., M.M.—telah menuntaskan ujian tertutup program doktoral mereka dan kini menyandang status promovendus kandidat doktor. Kolaborasi intelektual tiga figur muda ini bukan hanya menandai kematangan keilmuan FEB UNISLA, tetapi juga membuka babak baru dalam diskursus manajemen sumber daya manusia dan pemasaran yang berakar pada nilai-nilai spiritual, humanistik, dan kontekstual.

Berita‎ Terkait

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif

Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan

KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN

Ketiganya datang dari bidang yang saling berkaitan dan saling memperkuat: Heru Budi Santoso menggali konsep kepemimpinan transformasional komunitas, Danu Kusbandono mengkaji kepemimpinan umum dan karakter sumber daya manusia, sedangkan Sabilar Rosad berfokus pada perilaku konsumen, religiusitas, dan nilai fungsional produk. Jika ditarik dalam satu benang merah, ketiganya sedang membangun ekosistem ilmiah yang memadukan manusia sebagai subjek perubahan, spiritualitas sebagai energi moral, dan pasar sebagai ruang pengabdian nilai.

Kolaborasi mereka menjadi cerminan “trilogi ilmiah FEB UNISLA”—suatu gagasan akademik yang menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari karakter manusia, perilaku sosial, serta orientasi nilai. Heru Budi Santoso, dengan fokus pada kepemimpinan transformasional komunitas, menempatkan manusia bukan sekadar pengikut dalam sistem, melainkan agen perubahan yang memiliki daya cipta. Dalam risetnya, Heru mengangkat pentingnya transformasi sosial melalui pemimpin yang mampu menginspirasi, memberdayakan, dan menumbuhkan semangat kolektif di tengah komunitas. Kepemimpinan transformasional, baginya, bukan tentang jabatan atau hierarki, melainkan tentang kemampuan untuk menggerakkan hati dan kesadaran bersama.

Sementara itu, Danu Kusbandono membawa perspektif yang lebih luas tentang kepemimpinan umum dalam ranah manajemen sumber daya manusia. Ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara kemampuan manajerial dan empati sosial. Menurut Danu, organisasi modern menghadapi tantangan kompleks dari digitalisasi, disrupsi pasar, hingga pergeseran budaya kerja. Karena itu, pemimpin masa depan harus memiliki sensitivitas ganda: rasional dalam pengambilan keputusan dan emosional dalam membangun kepercayaan. Dengan demikian, kepemimpinan bukan hanya sekadar kompetensi teknis, melainkan seni memanusiakan sistem.

Berbeda namun sejalan, Sabilar Rosad menempuh jalur pemikiran yang berakar pada pemasaran religius dan perilaku konsumen. Risetnya menggali dimensi religiuitas dan nilai fungsional produk dalam membentuk persepsi dan keputusan pembelian konsumen. Dalam pandangan Sabilar, pasar bukanlah ruang netral tanpa nilai, tetapi arena di mana moralitas dan spiritualitas menemukan bentuk aplikatifnya. Di tengah maraknya konsumerisme digital, ia menekankan bahwa perilaku konsumen tidak hanya digerakkan oleh kebutuhan fungsional, tetapi juga oleh nilai keimanan, identitas, dan kepercayaan terhadap keberkahan sebuah produk.

Tiga arah riset ini kepemimpinan transformasional, kepemimpinan umum, dan perilaku konsumen religius menciptakan sinergi keilmuan yang unik. Di bawah payung FEB UNISLA, mereka memperlihatkan bahwa ilmu manajemen tidak boleh berhenti pada teori rasional Barat semata, tetapi harus ditanamkan dalam konteks nilai-nilai lokal dan spiritual Islam yang menjadi jati diri kampus. Dalam hal ini, ketiganya adalah arsitek paradigma baru manajemen Islami yang berkarakter, adaptif, dan humanis.

Kolaborasi tiga promovendus ini memiliki makna strategis dalam lanskap akademik Lamongan dan Indonesia secara umum. Pertama, ia menunjukkan bagaimana generasi muda akademisi mampu berperan sebagai jembatan antara dunia teori dan praktik sosial. Heru, Danu, dan Sabilar bukan hanya menulis disertasi untuk rak perpustakaan, melainkan menyiapkan peta jalan konseptual bagi pengembangan sumber daya manusia dan strategi pemasaran berbasis nilai. Kedua, mereka membawa warna baru bagi FEB UNISLA sebagai laboratorium intelektual progresif, di mana ilmu ekonomi dan bisnis dikembangkan tidak hanya untuk kepentingan profit, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan mereka menempuh tahap ujian tertutup juga menjadi sinyal penting bagi regenerasi akademik di FEB UNISLA. Fakultas ini kini memiliki barisan calon doktor muda yang siap memperkuat fondasi tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dalam konteks keilmuan, kolaborasi tiga promovendus ini membuka peluang riset lintas bidang misalnya tentang pengaruh gaya kepemimpinan terhadap perilaku konsumsi berbasis religiusitas, atau tentang strategi transformasional dalam pemasaran komunitas mikro dan UMKM.

Dari sisi implementasi, gagasan mereka sangat relevan dengan konteks Indonesia saat ini. Dunia usaha dan organisasi publik sedang berhadapan dengan tantangan perubahan perilaku generasi milenial dan Gen Z yang cenderung otonom, digital savvy, dan berorientasi nilai. Dalam situasi ini, konsep kepemimpinan transformasional dan religiusitas konsumen menjadi kunci memahami pola pikir baru masyarakat ekonomi.

Heru dengan teorinya tentang kepemimpinan komunitas menawarkan pendekatan bottom-up: bagaimana komunitas diberdayakan melalui partisipasi dan rasa memiliki. Danu menambahkan dengan pendekatan middle up down di mana kepemimpinan harus berjalan secara dialogis antara struktur dan kultur organisasi. Sabilar kemudian melengkapi dengan pendekatan pasar berbasis nilai di mana produk dan jasa harus mampu berbicara kepada hati dan moral konsumen, bukan sekadar menarik dengan promosi.

Ketika ketiganya bersinergi, lahirlah gagasan “kepemimpinan bernilai dan pemasaran beretika” dua konsep yang menjadi fondasi masa depan manajemen Islam modern. Hal ini menjadi kontribusi nyata FEB UNISLA dalam menjawab krisis kepemimpinan dan krisis nilai yang melanda dunia bisnis dewasa ini. Di tengah orientasi materialistik yang semakin dominan, muncul suara dari Lamongan yang mengingatkan bahwa ekonomi seharusnya menjadi sarana ibadah, dan bisnis seharusnya menjadi ladang keberkahan.

Kedalaman akademik mereka juga tercermin dari cara berpikir yang sistematis namun tetap kontekstual. Heru tidak hanya berhenti pada teori Burns atau Bass tentang kepemimpinan transformasional, tetapi menafsirkannya kembali dalam konteks sosial masyarakat Lamongan yang berbasis gotong royong. Danu pun tidak sekadar mengutip teori trait atau behavioral leadership, tetapi menempatkan kepemimpinan sebagai proses dialog antara visi dan empati. Sabilar juga tidak berhenti pada model-model perilaku konsumen klasik seperti Engel-Kollat-Blackwell, tetapi memadukannya dengan dimensi religiusitas yang khas masyarakat muslim Indonesia.

Dalam ranah kampus, kolaborasi tiga promovendus ini menjadi contoh konkret bagaimana FEB UNISLA melahirkan kader ilmuwan yang berpikir integratif. Mereka membuktikan bahwa ilmu ekonomi dan bisnis bisa dikembangkan dengan sentuhan spiritualitas dan moralitas tanpa kehilangan relevansinya di pasar global. Inilah wajah baru FEB UNISLA: akademik, dinamis, dan bernilai.

Ke depan, kontribusi mereka diharapkan tidak hanya berhenti di ruang kuliah atau jurnal ilmiah, tetapi juga hadir dalam bentuk pengabdian nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha. Heru dengan program pemberdayaan komunitas, Danu dengan pengembangan model kepemimpinan berkarakter di organisasi, dan Sabilar dengan edukasi konsumen Islami di sektor UMKM semuanya adalah bagian dari misi besar FEB UNISLA dalam mencetak pemimpin dan entrepreneur berakhlak.

Kolaborasi tiga promovendus ini menjadi simbol kebangkitan generasi muda akademik di daerah. Mereka membuktikan bahwa dari Lamongan bisa lahir gagasan besar tentang manajemen transformasional, kepemimpinan nilai, dan perilaku pasar beretika yang relevan bagi dunia. FEB UNISLA melalui para kandidat doktor ini sedang mengirim pesan kuat ke dunia akademik nasional: bahwa ilmu ekonomi dan bisnis tidak boleh kering dari nilai kemanusiaan dan spiritualitas.

Pada akhirnya, perjalanan Moh. Heru Budi Santoso, Danu Kusbandono, dan Sabilar Rosad bukan hanya kisah sukses pribadi, tetapi momentum kolektif bagi FEB UNISLA untuk terus menyalakan obor keilmuan. Mereka adalah wajah baru akademisi muda yang berpikir besar, bertindak ilmiah, dan berjiwa sosial. Dari ruang ujian tertutup menuju ruang terbuka perubahan, mereka sedang menulis babak baru sejarah intelektual UNISLA sebuah trilogi inspiratif tentang manusia, nilai, dan perubahan.

SendShareTweet

Related‎ Posts

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif
Opini

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif

Agustus 1, 2026
46
Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan
Opini

Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan

Juli 22, 2026
13
KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN
Opini

KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN

Juni 29, 2026
15
Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
35
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
35
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
38
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
48
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
50
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
91
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
61

Media Siber :

Info Publik:

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Kodim 0812/Lamongan Gelar Coffe Morning dan Panen Raya Padi untuk Perkuat Sinergi dalam mendukung Ketahanan Pangan

Kodim 0812/Lamongan Gelar Coffe Morning dan Panen Raya Padi untuk Perkuat Sinergi dalam mendukung Ketahanan Pangan

11 bulan yang lalu
53
Kinerja Oknum Pejabat Sudin Bina Marga Kota Adm Jakarta Utara Menuai Sorotan, PT BMP Diduga Rekanan Binaan ?

Kinerja Oknum Pejabat Sudin Bina Marga Kota Adm Jakarta Utara Menuai Sorotan, PT BMP Diduga Rekanan Binaan ?

8 bulan yang lalu
116
Perizinan Galian C Kerap Terkendala Dokumen Perusahaan

Perizinan Galian C Kerap Terkendala Dokumen Perusahaan

7 bulan yang lalu
32

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Jisman Hutapea Divonis Bebas dalam Perkara GPS di PN Tangerang, Hakim Pulihkan Hak Dan Martabatnya

    Jisman Hutapea Divonis Bebas dalam Perkara GPS di PN Tangerang, Hakim Pulihkan Hak Dan Martabatnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tagihan Rp 2,1 Miliar Diklaim Belum Dibayar, CV Anugrah Surya Pratama dan PT Adhara Prima Energi Ajukan PKPU terhadap PetroChina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Berdiri Tanpa PBG, Walikota Arifin Belum Bongkar Tower BTS di Cempaka Baru Warga minta Pemkot Bertindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Greenlove Edelweiss Ibanna Hutabarat’ Siswi SMAN 1 Kota Tangerang, Raih Tiga Gelar Sekaligus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JAMWAS Kejagung Diminta Pantau Kinerja Kajari Jakarta Utara Diduga Bermain Lelang Timah, Bawa PT Titipan Dari Batam Sebagai Pemenang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA