Bojonegoro , KabarOne news.com– Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Bojonegoro menyatakan dukungannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Daerah pada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bojonegoro Pangan Mandiri. Pandangan tersebut disampaikan oleh anggota DPRD dari Fraksi PKB, Diana Hargianti, S.E., dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi, Selasa (7/5).
Dalam pemaparannya, Diana menyampaikan bahwa penyertaan modal ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap penguatan struktur ekonomi daerah melalui optimalisasi peran BUMD, khususnya Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri yang bergerak di sektor pangan.
“Fraksi PKB memandang bahwa penyertaan modal ini penting sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kinerja Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri, sehingga dapat mendukung stabilitas harga pangan, memperluas akses distribusi, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan lokal,” ujarnya.
Fraksi PKB juga mengingatkan agar penyertaan modal ini diikuti dengan perencanaan bisnis yang matang, akuntabilitas penggunaan anggaran, serta pengawasan internal yang kuat agar tujuan dari kebijakan ini benar-benar tercapai.
Dalam rekomendasinya, Fraksi PKB menyampaikan beberapa hal penting:
1. Menyetujui Raperda Penyertaan Modal Daerah kepada Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri untuk dibahas lebih lanjut hingga penetapan.
2. Mendorong pemerintah daerah agar menyiapkan kajian kelayakan bisnis secara komprehensif sebelum realisasi penyertaan modal dilakukan.
3. Mendesak agar pengelolaan Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri dilakukan secara profesional dan transparan, sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Di akhir penyampaiannya, Diana berharap agar Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri dapat menjadi motor penggerak sektor pangan di Bojonegoro, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh.
“Kami berharap kebijakan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan membuka lapangan kerja di Kabupaten Bojonegoro,” tutup Diana. (yen)



















