Bangka Tengah, Kabar One. com – Proyek pembuatan Gedung SMA Negeri 1 Simpang Katis, yang terletak di Desa Teru, Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah, di bulan Maret 2025 ini tentunya belum lama selesai. Karena proyek ini dikerjakan pada tahun 2024 lalu.
Tetapi tampaknya, proyek pembangunan gedung yang terdiri dari 4 bangunan gedung untuk ruang-ruang kelas dan 1 bangunan untuk toilet ini, terkesan dibangun asal jadi.
Hal ini nampak terlihat pada banyak keretakan-keretakan pada dinding beton, pada beberapa bagian disejumlah gedung.
Keretakan ini terlihat memanjang dari bawah hingga keatas. Belum diketahui pasti penyebab keretakan ini. Dugaan sementara kemungkinan terkait kurang kokohnya pondasi gedung pada posisi yang retak.
Untuk pasangan seperti plapon, terlihat kurang kerapiannya, karena ada bagian plapon yang mepet beton, garis list plaponnya ada yang terlihat tidak lurus atau segaris alias meliuk.
Terkait mutu jenis plapon yang dipakai, juga mengundang pertanyaan. Sebab ada beberapa bagian, yang unit plaponnya sudah robek atau terkelupas.
Yang mencengangkan dari pekerjaan pada proyek ini adalah untuk satu buah bangunan peruntukan ruang-ruang kelas didekat menara air (toren).
Pada bangunan ini, jika kita mendongak kearah dek plapon sisi atau tepi yang melingkupi beton tebeng layar, akan dibuat geleng-geleng kepala.
Selain acian dinding tidak rata alias bergelombang, akan sangat jelas terlihat kejanggalan pada pasangan plaponnya. Untuk dek plapon pada sisi atas ternyata tidak sama ukurannya dengan dek plapon sisi bawah.
Pada bagian ini, ukuran plapon bagian atas dari sisi kedinding, terlihat mengecil. Sedangkan sisi dek plapon bagian bawah terlihat ukurannya membesar.
Selisihnya tidak main-main, kemungkinan perbedaannya antara sisi plapon atas dengan sisi plapon bawah diperkirakan bisa mencapai 5 cm.
Menjadi pertanyaan publik, terkait kelayakan kontraktor yang mengerjakan, apakah sudah memenuhi kriteria yang disyaratkan, termasuk apakah pihak kontraktor memiliki tenaga ahli yang cukup berkompeten untuk mengerjakan proyek tersebut ?
Padahal dari info data yang didapatkan, proyek ini berbiaya cukup mahal yaitu Rp 4.247.780.651 (4,2 milyar). Dengan Kontraktor dari CV Gede Jaya dengan Sumber Dana APBD Propinsi Babel tahun 2024. Nama kegiatan : Belanja modal bangunan gedung kantor USB SMAN 1 Simpang Katis bidang SMA Cabdin Wilayah 1.
Dengan Konsultan Supervisi dari CV Tata Jaya Konsultan. Mulai dilaksanakan pada 28.Juni 2024, masa pekerjaan 180 hari kalender.
Jika dilihat dari data, maka proyek ini selesai 28 Desember tahun 2024, yang di Bulan Maret 2025 ini barusan sekitar 3 bulan selesai dikerjakan.
Terkait hal tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah 1 untuk Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah, dari Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Bangka belitung yaitu Samsul Bahri, saat dikonpirmasi via sambungan Senin (10/3/2025) mengatakan proyek tersebut telah diperiksa oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
“Kemarin telah diperiksa oleh tim BPK, selama dua hari. Dan retak dari penelusuran BPK, ternyata bukan retak dari dalam, tetapi cuma retak diaciannya, dan cukup diperbaiki saja. “Kata Samsul beralasan.
Untuk plapon yang robek, dikatakan Samsul bisa karena tertarik. “Untuk plapon biasa karena ketarik atau ketusuk benda-benda tajam. “Katanya.
Terkait salah satu dek plapon yang nampak beda ukuran antara sisi atas dan bawah, dijelaskan Samsul telah diperiksa, dan dianggap normal.
“Kemarin sudah diukur oleh teman-teman BPK, baik volume maupun teknisnya, dan Alhamdullilah tidak terjadi apa-apa. “Ujarnya.
Tetapi saat disinggung temuan janggal adanya selisih ukuran plapon tersebut, Samsul mengakui, antara gambar teknis (spek) dan hasil pekerjaan haruslah sama.
“Harusnya sama antara gambar dengan hasil yang dikerjakan. “Jelasnya.
Tetapi Samsul menyebutkan hal itu tampak berbeda karena antara penglihatan dengan ukuran sebenarnya cuma dari sudut pandangan.
“Karena kalau kita tidak pakai ukuran, sudut kemiringan akan menentukan. Apalagi jika pandangan diatas 3 sampai 4 meter mungkin kelihatan (kurang) pas. “Katanya.
Samsul menyebutkan sejumlah persoalan tersebut akan disampaikan ke Penyedia Jasa.
“Masih masa pemeliharaan hingga Mei 2025 dan penyedia jasa berjanji akan memperbaiki setelah lebaran, untuk klarifikasi apa yang menjadi temuan dari BPK. “Bebernya. (Tim)



















