SIGI – kabaronenews.com – Di atas tanah yang pernah terguncang hebat, di mana bumi seolah menelan harapan melalui tragedi likuifaksi beberapa tahun silam, kini tunas-tunas keberkahan mulai bersemi kembali.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Pusat, bekerja sama dengan Rumah Zakat dan Majelis Dzikir Nuurul Khairaat, merajut asa dalam tajuk “Berkah Ramadhan BPKH 1447 H – Semarak Kewirausahaan BPKH”.
Kamis, (07/05/2026) Sebuah ikhtiar nyata untuk mengubah air mata masa lalu menjadi senyum kemandirian di Kampung Haji, Desa Sibalaya, Kabupaten Sigi.
Napak Tilas: Mengingat Kuasa Allah
Perjalanan dimulai dari Markas Pusat Majelis Dzikir Nuurul Khairaat, Bukit Tursina, Palu. Dipimpin langsung oleh sang murobbi, Habib Muhammad Sholeh bin Abu Bakar Al-Aydrus, rombongan bergerak dengan pengawalan ketat PEMAL (Pengawal Majelis) tepat pukul 10 pagi WITA.
Perjalanan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah tadabbur alam.
Habib Sholeh membawa rombongan BPKH menyusuri jejak-jejak kekuasaan Allah di Balaroa, Desa Bangga, hingga titik likuifaksi Sibalaya.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Rum: 41, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Di tempat-tempat inilah, Habib Sholeh menjelaskan betapa tipisnya tabir antara dunia dan akhirat, serta pentingnya membangun kembali dengan pondasi ketakwaan.
Keajaiban Istiqomah: Kampung Haji Sibalaya
Setibanya di Masjid Quba, suasana haru menyelimuti prosesi penyerahan bantuan.
CEO Rumah Zakat, H. Irvan Nugraha, S.H., M.H., mengenang kembali masa-masa sulit lima tahun lalu.
“Dahulu, hampir saja kami patah semangat. Namun, bimbingan dan doa Habib Sholeh menjadi energi yang menghidupkan kembali mimpi membangun Kampung Haji ini,” kenangnya.
Inilah wujud dari janji Allah dalam QS. At-Talaq: 2-3, bahwa siapa yang bertakwa, Allah akan memberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka.
Sinergi ini adalah bukti bahwa saat manusia bersatu demi kemaslahatan, pertolongan langit akan turun.
Zakat dan Wakaf: Nafas Ekonomi Umat
Dr. Sulistyowati, M.E., CFP. (Hj. Lilis), Kepala BPKH Pusat, menegaskan bahwa dana yang dikelola adalah amanah besar dari umat. BPKH hadir membawa 3.000 bibit kakao dan pembangunan rumah pembibitan sebagai modal bagi warga untuk berjihad secara ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Sigi, melalui Staf Ahli Rahmad Iqbal, menyambut hangat dengan rencana pembentukan kelompok tani khusus.
“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” ujarnya mengutip hadits Rasulullah SAW (HR. Bukhari & Muslim).
Dukungan berupa pelatihan dan sarana bioflok disiapkan agar masyarakat Sibalaya tidak hanya bertahan hidup, tapi menjadi mandiri secara syariah.
Pesan Ruhani: Niat dan Kerinduan pada Baitullah
Sebagai puncak acara, Habib Sholeh Al-Aydrus memberikan siraman qalbu yang menggetarkan.
Beliau menekankan pentingnya Nawaitu (niat) dalam setiap amal. “Innamal a’malu binniyat,” tutur beliau mengutip hadits masyhur. Niat baik untuk mandiri sudah dicatat sebagai pahala di sisi Allah.
Menjawab kegelisahan umat akan panjangnya antrean haji, sang Habib memberikan wasiat bijak: “Bagi yang telah dikaruniai rezeki, jangan tunda kerinduanmu pada Baitullah. Pergilah Umrah terlebih dahulu sebagai pengobat rindu sembari menanti panggilan haji yang agung.”
Mengetuk Pintu Langit, Menjemput Ridho Ilahi
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri pula oleh Kepala Desa Sibalaya, Suaib, serta Ketua Majelis Nuurul Khairaat Cabang Sigi, H. Jamaluddin L. Nusu.
Suasana mencapai puncak keharuannya saat lantunan dzikir mulai menggema, menggetarkan arsy, dan menembus langit Sigi yang sore itu tampak teduh.
Dalam doa penutup yang dipimpin langsung oleh Habib Sholeh Al-Aydrus, seluruh jamaah tertunduk dalam kepasrahan, memohon agar bantuan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan menjadi Amal Jariyah yang alirannya tak terputus.
Sebagaimana janji Allah dalam QS. Ibrahim ayat 7: “Lain syakartum la’aziidannakum,” sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.
Sinergi antara BPKH, Rumah Zakat, dan Majelis Nuurul Khairaat ini menjadi saksi bisu bahwa di atas tanah yang pernah terguncang, kini telah tertanam benih-benih takwa.
Kampung Haji Sibalaya kini melangkah tegap, berikhtiar mengubah duka likuifaksi menjadi cahaya kemandirian, seraya menanti fajar baru sebagai kampung yang Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur—negeri yang indah lagi makmur di bawah naungan ampunan Rabb Semesta Alam.
NK



















