Oleh: Dr. H. Abid Muhtarom, SE., SPd., MSE
(Dekan FEB UNISLA)
Lamongan, KabarOne News.com-Keterlibatan alumni Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kabar yang membanggakan sekaligus menggembirakan bagi kami seluruh civitas akademika. Program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia ini tidak hanya membutuhkan dukungan logistik dan manajerial, tetapi juga memerlukan sistem tata kelola keuangan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Di sinilah peran penting lulusan akuntansi menemukan relevansinya secara nyata.
Program MBG adalah kebijakan besar dengan cakupan luas dan anggaran yang signifikan. Pelaksanaannya melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, penyedia bahan pangan, tenaga distribusi, hingga tim administrasi dan pelaporan. Dalam sistem sebesar ini, pengelolaan keuangan menjadi tulang punggung keberhasilan program. Setiap alokasi dana harus tercatat dengan benar, setiap pengeluaran harus sesuai dengan prosedur, dan setiap laporan harus dapat dipertanggungjawabkan. Tanpa dukungan sumber daya manusia yang memahami prinsip akuntansi dan tata kelola sektor publik, efektivitas program dapat terganggu.
Kami bersyukur bahwa banyak alumni Prodi Akuntansi FEB UNISLA dipercaya untuk menjadi bagian dari sistem tersebut. Mereka berperan dalam pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, pengendalian internal, hingga mendukung proses audit dan evaluasi. Kepercayaan ini adalah bukti bahwa kompetensi yang dibangun selama masa studi benar-benar relevan dengan kebutuhan bangsa. Apa yang dahulu dipelajari di ruang kuliah tentang standar akuntansi, audit, sistem informasi akuntansi, dan etika profesi kini diaplikasikan dalam program nasional yang menyentuh jutaan penerima manfaat.
Sebagai dekan, saya memandang bahwa keberhasilan alumni ini tidak terlepas dari komitmen institusi dalam menjaga mutu pendidikan. Di FEB UNISLA, kami menanamkan bahwa akuntansi bukan sekadar kemampuan menghitung dan menyusun laporan, melainkan tanggung jawab moral. Integritas adalah fondasi utama profesi ini. Dalam konteks program pemerintah seperti MBG, integritas menjadi semakin penting karena menyangkut kepercayaan publik dan keberlanjutan kebijakan. Alumni kami tidak hanya membawa kompetensi teknis, tetapi juga nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.
Keterlibatan alumni dalam MBG juga memperlihatkan bahwa perguruan tinggi daerah mampu melahirkan lulusan yang berdaya saing nasional. Ini menjadi motivasi bagi mahasiswa yang saat ini sedang menempuh studi agar terus meningkatkan kapasitas diri. Dunia kerja, khususnya di sektor publik, menuntut profesional yang adaptif, mampu bekerja dalam sistem, serta memahami regulasi yang terus berkembang. Oleh karena itu, kami terus memperbarui kurikulum, memperkuat praktik laboratorium akuntansi, serta mendorong mahasiswa untuk memahami dinamika kebijakan keuangan negara.
Lebih jauh, program MBG memiliki dampak sosial yang sangat besar. Anak-anak sekolah memperoleh asupan gizi yang lebih baik, yang pada akhirnya mendukung konsentrasi belajar dan kesehatan jangka panjang. Di balik setiap paket makanan yang diterima siswa, ada sistem pengelolaan yang memastikan program berjalan tepat sasaran. Ketika alumni akuntansi terlibat dalam memastikan tertib administrasi dan akuntabilitas anggaran, mereka sesungguhnya sedang ikut menjaga masa depan generasi bangsa.
Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada generasi muda, termasuk alumni FEB UNISLA. Kepercayaan ini adalah amanah yang harus dijaga dengan profesionalisme. Kami juga berterima kasih kepada para dosen yang telah membimbing mahasiswa dengan dedikasi tinggi, sehingga mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap mengabdi.
Momentum ini menjadi refleksi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk pendidikan. Tantangan ke depan akan semakin kompleks, terutama dengan berkembangnya digitalisasi sistem keuangan dan tuntutan transparansi publik yang semakin tinggi. Lulusan akuntansi harus mampu menguasai teknologi, memahami sistem informasi keuangan, serta tetap berpegang teguh pada etika profesi. Kami berkomitmen untuk terus menyiapkan generasi tersebut.
Akhirnya, keterlibatan alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA dalam Program Makan Bergizi Gratis adalah bukti nyata bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Dari kampus di Lamongan, kontribusi untuk Indonesia terus mengalir. Semoga semakin banyak alumni yang mengambil bagian dalam berbagai program strategis bangsa, membawa semangat integritas, profesionalisme, dan pengabdian. Inilah makna sejati dari pendidikan: melahirkan insan yang ilmunya bermanfaat dan kehadirannya memberi dampak bagi masyarakat luas.



















