Kotabaru,KabarOnenews.com- Keputusan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membekukan sementara Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Sebuku Sajaka Coal (PT SSC) di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, membawa dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.
Sejak aktivitas perusahaan dihentikan sementara, denyut ekonomi warga yang bergantung pada keberadaan tambang mulai melemah. Sejumlah warung makan dan usaha kecil di sekitar underpass PT SSC mengaku mengalami penurunan pendapatan drastis dalam sepekan terakhir.
Salah satunya diungkapkan Hj. Salasiah, pemilik Warung Makan Papadaan yang berada tak jauh dari area operasional perusahaan. Ia mengatakan, saat perusahaan masih beraktivitas normal, warungnya selalu ramai oleh karyawan tambang.
“Kalau perusahaan masih aktif, rata-rata penghasilan saya per hari bisa Rp300 ribu sampai Rp500 ribu, itu sudah keuntungan bersih. Sekarang tidak sampai lagi,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, sebagian besar pelanggan merupakan karyawan dari perusahaan tambang maupun kontraktor yang bekerja di sekitar wilayah tersebut. Bahkan, warungnya juga melayani sistem bon bagi para pekerja.
“Kebanyakan pelanggan saya karyawan, baik dari PT Hillcon maupun Pulau Intan. Jadi sangat terasa sekali dampaknya ketika aktivitas tambang berhenti,” tambahnya.
Penurunan omzet ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan sehari-hari, tetapi juga pada keberlangsungan usaha. Hj. Salasiah mengaku memiliki modal usaha yang tidak sedikit serta kewajiban setoran kredit ke bank setiap bulan.
“Walaupun saya bukan karyawan tambang, tapi saya juga khawatir kalau perusahaan ini lama tidak beraktivitas. Modal usaha saya cukup besar dan ada kewajiban setoran tiap bulan,” ungkapnya.
Kondisi ini menggambarkan betapa kuatnya ketergantungan ekonomi masyarakat sekitar terhadap aktivitas pertambangan. Tidak hanya karyawan yang terdampak, tetapi juga pelaku usaha kecil, pedagang, hingga penyedia jasa lainnya yang menggantungkan penghasilan dari perputaran ekonomi tambang.
Masyarakat pun berharap agar persoalan yang menyebabkan pembekuan IUP dapat segera diselesaikan, sehingga aktivitas perusahaan kembali berjalan dan roda ekonomi di wilayah sekitar tambang kembali menggeliat.
“Harapan kami PT SSC bisa kembali beraktivitas seperti semula, karena dampaknya sangat besar bagi ekonomi masyarakat di sekitar perusahaan,” tutupnya penuh harap.
By: Herpani


















