Lamongan, KabarOneNews.com– Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik dan kapasitas riset sivitas akademika melalui penyelenggaraan Seminar dan Pelatihan Metode Penelitian Kuantitatif SEM-PLS bertajuk “PLS-SEM: Smart Modeling for Digital & Sustainable Research.” Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet pada Kamis malam, pukul 19.30 WIB hingga selesai ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa, dosen, serta peserta umum dari berbagai daerah.
Pelatihan ini dirancang sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan akan penguasaan metode analisis data kuantitatif yang relevan dengan perkembangan riset digital dan isu keberlanjutan. Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) saat ini menjadi salah satu pendekatan yang paling banyak digunakan dalam penelitian bidang manajemen, akuntansi, pemasaran, ekonomi syariah, hingga kewirausahaan digital. Melalui pelatihan ini, FEB UNISLA ingin memastikan bahwa mahasiswa dan peneliti memiliki pemahaman konseptual sekaligus keterampilan teknis dalam membangun model penelitian yang kuat, valid, dan adaptif terhadap dinamika zaman.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Dr. H. Abid Muhtarom, SE., M.MSE selaku Dekan Fakultas Ekonomi UNISLA, serta Frengky Wahyudi, S.M., M.M, mahasiswa Pascasarjana UNISLA yang aktif dalam riset kuantitatif berbasis SEM-PLS. Kombinasi perspektif akademik dan pengalaman praktis menjadikan pelatihan ini tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang.
Dalam sambutannya, Dr. H. Abid Muhtarom menegaskan bahwa penguasaan metode penelitian yang tepat merupakan fondasi utama dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Ia menyampaikan bahwa di era transformasi digital dan tuntutan penelitian berbasis keberlanjutan, peneliti dituntut untuk mampu membangun model konseptual yang kompleks namun tetap terukur secara statistik. PLS-SEM, menurutnya, menjadi salah satu solusi karena fleksibel digunakan untuk berbagai ukuran sampel, mampu menganalisis model dengan banyak variabel laten, serta cocok untuk penelitian eksploratif maupun pengembangan teori.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa riset digital dan sustainable research bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis dalam menjawab tantangan global. Isu-isu seperti ekonomi digital, green marketing, perilaku konsumen berbasis teknologi, tata kelola berkelanjutan, hingga inovasi UMKM digital memerlukan pendekatan analisis yang mampu memetakan hubungan antarvariabel secara komprehensif. Melalui pelatihan ini, FEB UNISLA mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menyelesaikan skripsi, tesis, atau disertasi, tetapi juga menghasilkan penelitian yang berdampak dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan.
Sesi materi inti membahas secara sistematis konsep dasar SEM-PLS, mulai dari perbedaan antara covariance-based SEM dan variance-based SEM, alasan penggunaan PLS-SEM, hingga tahapan analisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Peserta diperkenalkan pada proses penyusunan outer model dan inner model, pengujian validitas konvergen dan diskriminan, uji reliabilitas, serta evaluasi model struktural melalui nilai R-square, f-square, Q-square, dan path coefficient. Penjelasan disampaikan secara runtut dengan contoh kasus penelitian di bidang manajemen dan ekonomi digital sehingga peserta dapat memahami implementasinya secara nyata.
Frengky Wahyudi dalam pemaparannya menyoroti pentingnya ketelitian dalam menyusun indikator variabel dan membangun hipotesis penelitian. Ia menjelaskan bahwa kekuatan model SEM-PLS tidak hanya terletak pada kemampuan software dalam mengolah data, tetapi pada ketepatan peneliti dalam merancang kerangka konseptual. Ia juga membagikan tips praktis dalam mengolah data, mengatasi masalah multikolinearitas, serta membaca output SmartPLS secara kritis agar tidak terjadi kesalahan interpretasi.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Beberapa peserta menanyakan tentang jumlah sampel minimal dalam PLS-SEM, teknik bootstrapping, serta strategi publikasi artikel berbasis analisis SEM-PLS di jurnal nasional dan internasional. Narasumber menjawab dengan komprehensif dan memberikan contoh-contoh konkret yang dapat langsung diterapkan dalam penelitian masing-masing peserta.
Pelatihan ini juga terbuka untuk umum dengan kuota terbatas, sehingga tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UNISLA, tetapi juga peserta dari luar kampus yang tertarik memperdalam metode penelitian kuantitatif. Selain memperoleh materi dan praktik langsung, peserta juga mendapatkan fasilitas konsultasi skripsi serta e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Fasilitas ini menjadi nilai tambah yang semakin meningkatkan minat peserta untuk mengikuti kegiatan hingga selesai.
Penyelenggaraan pelatihan secara daring melalui Google Meet memungkinkan akses yang lebih luas dan fleksibel. Dengan memanfaatkan teknologi digital, FEB UNISLA menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan zaman sekaligus mendukung konsep pembelajaran yang inklusif dan efisien. Hal ini sejalan dengan semangat Kampus Merdeka yang mendorong inovasi, kolaborasi, dan penguatan kompetensi mahasiswa di luar pembelajaran konvensional.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis FEB UNISLA dalam memperkuat budaya riset di lingkungan kampus. Tidak hanya berfokus pada aspek akademik formal, fakultas juga secara aktif menyediakan ruang pengembangan kapasitas melalui pelatihan tematik yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan dosen. Dengan penguasaan metode seperti SEM-PLS, diharapkan kualitas penelitian meningkat, baik dari sisi metodologi, analisis data, maupun kontribusi teoritis dan praktis.
Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan. Peserta juga didorong untuk terus mengembangkan kemampuan analisis data dan tidak berhenti pada satu metode saja. Penguasaan berbagai pendekatan metodologis akan memperkaya perspektif penelitian serta meningkatkan daya saing lulusan di dunia akademik maupun profesional.
Melalui pelatihan bertema “PLS-SEM: Smart Modeling for Digital & Sustainable Research” ini, FEB UNISLA kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada kualitas. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, FEB UNISLA optimis dapat melahirkan peneliti-peneliti muda yang kompeten, kritis, dan siap menjawab tantangan era digital serta pembangunan berkelanjutan.(*).

















