Bojonegoro, KabarOne News.xom — Upaya memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan dunia usaha terus digencarkan. Hal ini tercermin dalam diskusi awal yang digelar di Kampus STIEKIA Bojonegoro pada Senin (26/1), sebagai langkah strategis sebelum penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Forum Akuntansi Manajemen Ekonomi (FAME) dengan STIEKIA Bojonegoro, serta antara STIEKIA Bojonegoro dan PT Bahagia Elok Sentosa yang dimediasi oleh FAME Jawa Timur.
Diskusi ini menjadi forum penting untuk menyamakan visi, merumuskan ruang lingkup kerja sama, serta memastikan keberlanjutan program yang akan dijalankan ke depan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan link and match antara perguruan tinggi dan kebutuhan riil dunia industri, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia yang adaptif dan kompeten.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua FAME Jawa Timur, Dr. Eny Zuhrotin Nasyi’ah, SE., M.Ak., CPA, yang secara langsung memfasilitasi dan memediasi jalannya diskusi. Turut hadir General Manager PT Bahagia Elok Sentosa sekaligus Direktur Real Food Indonesia, Ibu Wiwik Sri Wilujeng, SE, serta tuan rumah Ketua STIEKIA Bojonegoro, Ibu Nurul Mazidah, SE., MSA.
Dalam sambutannya, Dr. Eny Zuhrotin Nasyi’ah menegaskan bahwa FAME Jatim berkomitmen menjadi jembatan strategis antara institusi pendidikan dan sektor industri. Menurutnya, kolaborasi yang dibangun tidak boleh bersifat seremonial semata, melainkan harus melahirkan program konkret yang berdampak langsung bagi mahasiswa, dosen, maupun mitra industri.
“FAME hadir untuk memastikan bahwa kerja sama ini berorientasi pada keberlanjutan dan manfaat bersama. Perguruan tinggi memiliki kekuatan akademik dan riset, sementara industri memiliki pengalaman praktis dan kebutuhan nyata. Jika disinergikan dengan baik, maka akan tercipta ekosistem yang saling menguatkan,” ujar Dr. Eny.
Sementara itu, Ibu Nurul Mazidah selaku pimpinan STIEKIA Bojonegoro menyambut positif inisiatif kerja sama tersebut. Ia menilai bahwa kolaborasi dengan FAME Jatim dan PT Bahagia Elok Sentosa merupakan peluang strategis bagi STIEKIA untuk meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat.
“STIEKIA Bojonegoro sangat terbuka terhadap kerja sama yang mendorong peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen. Melalui kemitraan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi dinamika dunia kerja,” ungkapnya.
Dari sisi industri, Ibu Wiwik Sri Wilujeng menyampaikan bahwa PT Bahagia Elok Sentosa dan Real Food Indonesia memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pengembangan SDM dan inovasi. Kerja sama dengan STIEKIA Bojonegoro diharapkan dapat membuka ruang bagi program magang, riset kolaboratif, hingga pendampingan bisnis berbasis keilmuan.
“Kami percaya bahwa kolaborasi dengan kampus akan memberikan nilai tambah, baik bagi perusahaan maupun bagi mahasiswa. Industri membutuhkan talenta yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga memiliki karakter, etika kerja, dan kemampuan adaptasi,” jelasnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas sejumlah agenda potensial, antara lain pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, program magang dan praktik kerja lapangan, pelatihan dan sertifikasi, hingga kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat. Seluruh pihak sepakat bahwa MoU yang akan ditandatangani nantinya harus ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama (MoA) yang operasional dan terukur.
Kegiatan ini menjadi penanda awal komitmen bersama dalam membangun sinergi berkelanjutan antara FAME Jatim, STIEKIA Bojonegoro, dan PT Bahagia Elok Sentosa. Diharapkan, kerja sama ini tidak hanya memperkuat institusi yang terlibat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur, khususnya wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.


















