BALIKPAPAN – kabaronenews.com – Di bawah langit Kalimantan Timur yang menjadi saksi bisu transformasi sejarah bangsa, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menginjakkan kaki dalam sebuah misi krusial.
Kunjungan kerja strategis yang dimulai sejak Selasa (3/3/2026) ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah tegas untuk memahat dua pilar utama bangsa: stabilitas baja Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kedaulatan energi nasional yang tak tergoyahkan.
Begitu mendarat di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, aura urgensi terasa kental.
Menko Polkam disambut langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dan jajaran Forkopimda dalam koordinasi tingkat tinggi yang menandakan kesiapan penuh Bumi Etam menyongsong masa depan.
Menantang Badai Geopolitik: Perisai Energi di Balikpapan
Pada Rabu (4/3/2026), di tengah deru mesin dan kepulan asa di “Kota Minyak”, Jenderal Djamari meninjau langsung megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Di tengah bayang-bayang ketidakpastian global dan bara konflik di Timur Tengah yang kian memanas, percepatan RDMP bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mutlak.
“Ketahanan energi adalah jantung dari kedaulatan kita. Kita tidak boleh membiarkan nadi bangsa ini melemah akibat dinamika global. Percepatan RDMP Balikpapan adalah kunci agar Indonesia tetap berdiri tegak dan mandiri,” tegas Djamari dengan nada bicara yang menggetarkan.
IKN: Simbol Harga Diri dan Keamanan Terpadu
Misi berlanjut ke titik nol peradaban baru. Dari kemegahan Istana Negara hingga fondasi masa depan di Mabes Polri dan Gedung Kemenko Polkam, Menko Polkam memastikan setiap jengkal tanah IKN terlindungi.
Tak hanya daratan, jalur logistik perairan pun tak luput dari pengawasan. Kunjungan ke Mako Ditpolairud Polda Kaltim menjadi bukti bahwa pengamanan logistik adalah urat nadi pembangunan yang tidak boleh terputus sedikit pun.
Perang Siber dan Runtuhnya Ego Sektoral
Dalam momen penuh kebersamaan saat buka puasa di Aula Makodam VI/Mulawarman, sang Jenderal memberikan pesan menohok.
Ia mengingatkan bahwa musuh terbesar pembangunan bukanlah keterbatasan fisik, melainkan “ego sektoral” yang kerap menghambat kemajuan.
“Rakyat tidak butuh janji, mereka butuh realisasi. Saatnya kita meleburkan ego demi Merah Putih. TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat harus menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan,” serunya di hadapan para petinggi wilayah.
Lebih jauh, ia menyoroti palagan baru: Ruang Siber. Di era informasi yang deras, hoaks dianggap sebagai polusi yang dapat meracuni stabilitas nasional. Beliau menyerukan perang terhadap disinformasi, menegaskan bahwa kecerdasan masyarakat dalam menyaring informasi adalah benteng pertahanan terakhir di era digital.
Komitmen Penuh dari Bumi Etam
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyambut visi besar tersebut dengan komitmen baja. Ia menegaskan bahwa Kalimantan Timur siap menjadi etalase terdepan Indonesia yang aman dan kondusif.
“Kehadiran Menko Polkam adalah suntikan moral bagi kami. Kaltim bukan sekadar lokasi IKN, tapi adalah benteng pertahanan dan simbol kemajuan baru Indonesia,” ujar Rudy optimistis.
Seluruh rangkaian kunjungan ini berada di bawah pengawalan ketat dan terpadu dari Polda Kaltim, memastikan bahwa pesan kedaulatan yang dibawa dari Jakarta bergema kuat hingga ke pelosok Nusantara.
NK


















