Bangka Tengah, Kabar One.com – Kinerja pengawasan oleh pihak terkait dalam Proyek Pembuatan Komplek Gedung SMA Negeri 1 Simpang Katis di Desa Teru Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah yang telah banyak keretakan dan bahkan salah satu sisi dek plaponnya bahkan memiliki ukuran yang berbeda antara sisi atas dengan sisi bawah, patut dipertanyakan .
Salah seorang narasumber yang paham dunia konstruksi, tetapi meminta namanya tidak dipublikasikan karena menyangkut privasi, inisial Jm pada Rabu (12/3/2025) mengatakan bahwa untuk setiap proyek pemerintah tentunya pengawasan harus ketat.
“Pengawasan harusnya ketat, agar bangunan proyek yang dihasilkan sesuai kualitas sebagaimana diharapkan. “Katanya.
Setiap proyek pemerintah berbiaya besar terusnya, pasti ada pihak pengawas yang dibayar berdasarkan kontrak, seperti dari pihak konsultan supervisi.
“Kan ada konsultan yang mengawasi. Konsultan inilah yang bertanggung jawab terhadap kualitas konstruksi. “Ujar Jm.
Terkait untuk proyek gedung SMA Negeri 1 Simpang Katis yang dibangun pada tahun 2024 lalu dan sekarang sejumlah dindingnya telah mengalami keretakan, dikatakan Jm banyak faktor penyebab keretakan tersebut.
“Keretakan ini bisa karena faktor pondasi yang bermasalah. Bisa juga penyebabnya karena faktor campuran material yang digunakan tidak memenuhi speksifikasi. “Ujarnya.
Dikatakan Jm, disinilah peran dari konsultan pengawas, yang harus menegur penyedia jasa (kontraktor) terkait sejumlah hal tersebut, apabila masih dalam tahapan konstruksi.
“Terkait retak dan persoalan apapun ditemui dalam tahapan pembangunan proyek dan dinlai tidak sesuai spek, konsultan wajib menegur pihak pelaksana, agar diperbaiki mengikuti spek.”Jelasnya.
Tetapi apabila pihak pelaksana membandel, dikatakan Jm pihak konsultan harus memberitahu kepada PPK (Pimpinan Pelaksana Kegiatan) proyek.
“Jika kemudian pihak pelaksana masih membandel, konsultan harus memberitahu PPK, agar PPK menegur pihak pelaksana.”Ujarnya.
Termasuk, tambah Jm, peran konsultan juga memeriksa kualitas material proyek yang dipakai.
“Peran konsultan juga mengawasi material yang dipakai apakah sesuai standar yang dipersyaratkan, seperti besi atau rangka baja ringan apakah SNI. “Katanya.
Sebagaiamana diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan sebanyak 4 unit gedung ruang kegiatan belajar dan 1 buah bangunan toilet pada SMA Negeri 1 Simpang Katis, telah ditemukan sejumlah keretakan pada dinding-dindingnya.
Keretakan ini memanjang dari bawah hingga keatas. Selain itu, ditemukan juga kejanggalan pada pasangan plapon.
Dan untuk pasangan plapon ini, terlihat kurang kerapiannya, karena ada bagian plapon yang mepet beton, garis list plaponnya ada yang terlihat tidak lurus atau segaris alias meliuk.
Terkait mutu jenis plapon yang dipakai, juga mengundang pertanyaan. Sebab ada beberapa bagian, yang unit plaponnya sudah robek atau terkelupas.
Yang mencengangkan dari pekerjaan pada proyek ini adalah untuk satu buah bangunan peruntukan ruang-ruang kelas didekat menara air (toren).
Pada bangunan ini, jika kita mendongak kearah dek plapon sisi atau tepi yang melingkupi beton tebeng layar, akan dibuat geleng-geleng kepala.
Selain acian dinding tidak rata alias bergelombang, akan sangat jelas terlihat kejanggalan pada pasangan plaponnya. Untuk dek plapon pada sisi atas ternyata tidak sama ukurannya dengan dek plapon sisi bawah.
Pada bagian ini, ukuran plapon bagian atas dari sisi kedinding, terlihat mengecil. Sedangkan sisi dek plapon bagian bawah terlihat ukurannya membesar.
Selisihnya tidak main-main, kemungkinan perbedaannya antara sisi plapon atas dengan sisi plapon bawah diperkirakan bisa mencapai 5 cm.
Menjadi pertanyaan publik, terkait kelayakan kontraktor yang mengerjakan, apakah sudah memenuhi kriteria yang disyaratkan, termasuk apakah pihak kontraktor memiliki tenaga ahli yang cukup berkompeten untuk mengerjakan proyek tersebut ?
Padahal dari info data yang didapatkan, proyek ini berbiaya cukup mahal yaitu Rp 4.247.780.651 (4,2 milyar). Dengan Kontraktor dari CV Gede Jaya dengan Sumber Dana APBD Propinsi Babel tahun 2024. Nama kegiatan : Belanja modal bangunan gedung kantor USB SMAN 1 Simpang Katis bidang SMA Cabdin Wilayah 1.
Dengan Konsultan Supervisi dari CV Tata Jaya Konsultan. Mulai dilaksanakan pada 28.Juni 2024, masa pekerjaan 180 hari kalender.
Jika dilihat dari data, maka proyek ini selesai 28 Desember tahun 2024, yang di Bulan Maret 2025 ini barusan sekitar 3 bulan selesai dikerjakan.
Terkait hal tersebut, sebelumnya Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah 1 untuk Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah, dari Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Bangka belitung yaitu Samsul Bahri, telah dikonpirmasi via sambungan Senin (10/3/2025), dan mengatakan proyek tersebut telah diperiksa oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
“Kemarin telah diperiksa oleh tim BPK, selama dua hari. Dan retak dari penelusuran BPK, ternyata bukan retak dari dalam, tetapi cuma retak diaciannya, dan cukup diperbaiki saja. “Kata Samsul beralasan.
Untuk plapon yang robek, dikatakan Samsul bisa karena tertarik. “Untuk plapon biasa karena ketarik atau ketusuk benda-benda tajam. “Katanya.
Terkait salah satu dek plapon yang nampak beda ukuran antara sisi atas dan bawah, dijelaskan Samsul telah diperiksa, dan dianggap normal.
“Kemarin sudah diukur oleh teman-teman BPK, baik volume maupun teknisnya, dan Alhamdullilah tidak terjadi apa-apa. “Ujarnya.
Tetapi saat disinggung temuan janggal adanya selisih ukuran plapon tersebut, Samsul mengakui, antara gambar teknis (spek) dan hasil pekerjaan haruslah sama.
“Harusnya sama antara gambar dengan hasil yang dikerjakan. “Jelasnya.
Tetapi Samsul menyebutkan hal itu tampak berbeda karena antara penglihatan dengan ukuran sebenarnya cuma dari sudut pandangan.
“Karena kalau kita tidak pakai ukuran, sudut kemiringan akan menentukan. Apalagi jika pandangan diatas 3 sampai 4 meter mungkin kelihatan (kurang) pas. “Katanya.
Samsul menyebutkan sejumlah persoalan tersebut akan disampaikan ke Penyedia Jasa.
“Masih masa pemeliharaan hingga Mei 2025 dan penyedia jasa berjanji akan memperbaiki setelah lebaran, untuk klarifikasi apa yang menjadi temuan dari BPK. “Bebernya. (Tim)



















