Banjarbaru,KabarOnenews.com- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen mempertahankan capaian Indeks Desa peringkat lima nasional pada tahun 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan dimensi ekonomi desa, khususnya pada sub-dimensi yang dinilai masih memiliki kekurangan.
Komitmen ini disampaikan Kepala Dinas PMD Provinsi Kalimantan Selatan, Iwan Ristianto, melalui Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Desa, Muhammad Agus Fariady, usai rapat pembahasan Indeks Desa yang digelar di Banjarbaru, Kamis (22/1/2026).
Muhammad Agus Fariady menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan selama ini telah menunjukkan kinerja yang membanggakan, terutama pada dimensi ekonomi desa yang berhasil menembus lima besar nasional.
Meski demikian, pihaknya menegaskan tidak ingin berpuas diri dan akan terus mendorong perbaikan pada aspek-aspek yang masih lemah.
“Provinsi Kalimantan Selatan sudah cukup berprestasi, khususnya pada dimensi ekonomi yang masuk lima besar se-Indonesia. Tahun 2026 ini kita akan lebih meningkatkan sub-dimensi yang masih ada kekurangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dimensi ekonomi dalam Indeks Desa memiliki bobot cukup besar, yakni 25 persen. Dimensi tersebut terbagi dalam dua sub-dimensi utama, yaitu produksi desa dan fasilitasi pendukung.
“Masih ada beberapa yang perlu kita perkuat, terutama terkait merek dagang atau merek produk unggulan desa, kemudian fasilitasi seperti akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), penginapan, serta fasilitas pendukung lainnya,” jelas Agus.
Lebih lanjut, Dinas PMD Kalsel telah menetapkan fokus pembinaan pada desa-desa yang berada pada masa transisi status, yakni dari desa berkembang menuju desa maju, serta dari desa maju menuju desa mandiri.
“Tadi sudah ditetapkan beberapa desa yang akan menjadi fokus kita. Mudah-mudahan di tahun 2026 target yang sudah kita tetapkan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang baik,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Kalimantan Selatan, Mugiharto Wakhmadi, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya terkait arah pembangunan desa di Kalimantan Selatan.
“Pembangunan desa di Kalimantan Selatan leading sectornya adalah DPMD. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan desa adalah Indeks Desa, yang menjadi tolok ukur apakah desa itu berkembang, maju, atau mandiri,” ujarnya.
Menurut Mugiharto, dimensi ekonomi menjadi salah satu aspek paling strategis dalam Indeks Desa karena memiliki bobot 25 persen. Oleh karena itu, diperlukan dorongan yang terarah dan berkelanjutan untuk meningkatkan capaian desa-desa pada sektor ekonomi.
“Ke depan akan ada kerja sama dengan SKPD terkait, baik dari sisi kebijakan maupun bentuk intervensi, agar desa-desa yang potensial bisa lebih maju secara ekonomi,” pungkasnya.
Sumber: MC Kalsel



















