kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home Opini

Demokrasi, SDM, dan UMKM dalam Pandangan Aristoteles: Saat Suara Rakyat Bisa Menjadi Bumerang

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
11 bulan yang lalu
Demokrasi, SDM, dan UMKM dalam Pandangan Aristoteles: Saat Suara Rakyat Bisa Menjadi Bumerang
46
VIEWS

Oleh Dr. Abid Muhtarom, S.E., S.Pd., M.S.E
(Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA)

Lamongan, KabarOne News.com-Aristoteles, filsuf besar dari Yunani Kuno, adalah salah satu pemikir yang paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia. Gagasannya tentang etika, politik, dan masyarakat masih sangat relevan hingga kini. Dalam pandangan Aristoteles, demokrasi bukanlah bentuk pemerintahan yang ideal, terutama jika dijalankan oleh masyarakat dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah. Ia menilai demokrasi hanya akan berjalan baik jika rakyat memiliki kecerdasan moral, kedewasaan berpikir, dan kesadaran terhadap kepentingan bersama. Bila tidak, demokrasi bisa berubah menjadi kekuasaan oleh massa yang mudah dipengaruhi, dan bukan untuk kesejahteraan bersama.

Berita‎ Terkait

Di Lemah Pemilihan Anggota BPD di Lamongan: Ketika Demokrasi Desa Diuji

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif

Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan

Aristoteles membagi bentuk pemerintahan ke dalam dua kategori besar: pemerintahan yang baik dan pemerintahan yang menyimpang. Pemerintahan yang baik dijalankan demi kepentingan umum, sedangkan yang menyimpang berorientasi pada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Demokrasi, menurutnya, termasuk dalam bentuk pemerintahan yang bisa menyimpang bila rakyat tidak memiliki pengetahuan dan kebajikan yang cukup. Ia menekankan bahwa sistem demokrasi hanya akan menghasilkan kebaikan jika rakyatnya memiliki pemahaman yang benar tentang makna kekuasaan dan tanggung jawab.

Pandangan ini sangat relevan dengan realitas demokrasi modern, termasuk di Indonesia. Kita sering melihat bahwa demokrasi belum sepenuhnya mencerminkan kedaulatan rakyat yang sejati. Masih banyak masyarakat yang belum memahami hak politiknya secara mendalam. Dalam banyak kasus, suara rakyat masih bisa dibeli, dan keputusan politik sering kali ditentukan oleh uang, bukan oleh gagasan. Politik uang menjadi fenomena umum, dan rakyat yang seharusnya menjadi penentu justru sering menjadi objek yang dimanfaatkan.

Fenomena ini tidak hanya berpengaruh pada politik, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi, khususnya pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Demokrasi yang sehat seharusnya mampu menciptakan kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil, memberi ruang tumbuh bagi UMKM, serta membuka peluang bagi pemerataan ekonomi. Namun, ketika demokrasi dipraktikkan dengan kualitas SDM yang rendah, kebijakan publik sering kali tidak berpihak pada pelaku usaha kecil. Program bantuan dan kebijakan ekonomi sering menjadi alat politik, bukan instrumen pemberdayaan.

Aristoteles menekankan pentingnya virtue atau kebajikan sebagai fondasi pemerintahan yang baik. Dalam konteks ekonomi modern, ini bisa diartikan bahwa pemerintah dan masyarakat harus memiliki integritas dan niat baik dalam membangun kesejahteraan bersama. Demokrasi yang kuat akan menghasilkan kebijakan ekonomi yang adil, sedangkan demokrasi yang lemah justru akan menimbulkan ketimpangan. Jika rakyat tidak cerdas dan pemimpinnya tidak bermoral, maka kebijakan ekonomi hanya akan menguntungkan segelintir elit, sementara pelaku UMKM terus berjuang sendirian di lapangan.

Dalam praktik di lapangan, banyak pelaku UMKM yang menjadi korban dari sistem demokrasi yang belum matang. Mereka sering kali menjadi sasaran janji politik yang tidak pernah ditepati. Bantuan modal, pelatihan usaha, hingga kebijakan subsidi sering dijadikan alat kampanye, bukan kebijakan berkelanjutan. Padahal, sektor UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional dan menjadi representasi nyata dari semangat rakyat kecil dalam membangun kemandirian ekonomi. Aristoteles tentu akan menilai kondisi ini sebagai bentuk penyimpangan dari demokrasi sejati karena kekuasaan digunakan untuk kepentingan politik sesaat, bukan untuk kemaslahatan umum.

Aristoteles juga mengingatkan bahwa negara akan kuat jika rakyatnya berpendidikan dan memiliki moral yang baik. Dalam konteks Indonesia, hal ini berarti peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas utama, termasuk bagi pelaku UMKM. Pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan akademik, tetapi juga tentang karakter, etika, dan kemampuan berpikir kritis. Pelaku UMKM yang terdidik akan lebih mampu memanfaatkan peluang ekonomi, berinovasi, dan menolak segala bentuk manipulasi politik yang hanya merugikan mereka.

Di sinilah peran lembaga pendidikan, termasuk universitas, menjadi sangat penting. Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA, misalnya, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami teori ekonomi dan manajemen, tetapi juga untuk menginternalisasi nilai-nilai etika, tanggung jawab sosial, dan kesadaran kritis terhadap sistem demokrasi dan ekonomi. Mahasiswa harus belajar bahwa demokrasi yang sehat akan membuka ruang bagi ekonomi rakyat tumbuh dengan adil, sementara demokrasi yang lemah justru akan mematikan potensi ekonomi lokal.

Aristoteles percaya bahwa tujuan tertinggi negara adalah mencapai kehidupan yang baik bagi seluruh warganya. Ia tidak menolak demokrasi, tetapi menekankan bahwa sistem ini hanya akan berhasil jika dijalankan dengan kebajikan dan akal sehat. Dengan demikian, perbaikan sistem demokrasi harus dimulai dari perbaikan manusianya baik dari rakyat sebagai pemilih maupun pemimpin sebagai pengambil kebijakan. Jika keduanya memiliki integritas dan kecerdasan, maka demokrasi dapat menjadi jalan menuju kemakmuran bersama, termasuk bagi para pelaku UMKM.

Dalam konteks Indonesia, memperkuat demokrasi berarti juga memperkuat ekonomi rakyat. Pelaku UMKM harus menjadi bagian dari kekuatan demokrasi itu sendiri. Mereka tidak boleh hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga subjek yang aktif, yang berani bersuara dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan publik. Ketika pelaku UMKM memiliki kesadaran politik dan ekonomi yang tinggi, mereka akan menjadi kekuatan nyata dalam memperjuangkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan.

Pada akhirnya, pandangan Aristoteles memberikan pesan yang sangat kuat: pemerintahan yang baik hanya akan lahir dari rakyat yang baik. Demokrasi tidak bisa berjalan di atas kebodohan dan ketidakpedulian. Begitu pula ekonomi yang adil tidak bisa tumbuh di tengah politik yang transaksional. Jika kita ingin membangun demokrasi yang sehat dan ekonomi yang kokoh, maka investasi terbesar yang harus kita lakukan adalah investasi pada manusia meningkatkan kualitas SDM, memperkuat pendidikan moral, dan menanamkan kesadaran kritis sejak dini.

Ketika rakyat cerdas, pemimpin bermoral, dan pelaku UMKM berdaya, maka demokrasi tidak akan menjadi bumerang. Ia akan menjadi kekuatan yang menyejahterakan. Demokrasi yang ditopang oleh SDM unggul akan melahirkan kebijakan ekonomi yang adil, membuka peluang bagi UMKM untuk tumbuh, dan menciptakan keseimbangan antara kebebasan politik dan keadilan sosial. Seperti yang diyakini Aristoteles, negara yang baik adalah negara yang dijalankan oleh manusia-manusia berbudi luhur. Dan di zaman modern ini, itu berarti membangun masyarakat yang sadar, beretika, produktif, dan berpihak pada kemaslahatan bersama.(*).

SendShareTweet

Related‎ Posts

Di Lemah Pemilihan Anggota BPD di Lamongan: Ketika Demokrasi Desa Diuji
Opini

Di Lemah Pemilihan Anggota BPD di Lamongan: Ketika Demokrasi Desa Diuji

Agustus 25, 2026
80
Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif
Opini

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif

Agustus 1, 2026
59
Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan
Opini

Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan

Juli 22, 2026
16
KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN
Opini

KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN

Juni 29, 2026
21
Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
38
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
44
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
44
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
53
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
57
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
97

Media Siber :

Info Publik:

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Warga Desa Karang Lestarikan Lebaran Ketupat

Warga Desa Karang Lestarikan Lebaran Ketupat

1 tahun yang lalu
67
Pemkab Kotabaru Jalin Kerja Sama dengan LAN RI, Perkuat Kapasitas dan Kompetensi ASN

Pemkab Kotabaru Jalin Kerja Sama dengan LAN RI, Perkuat Kapasitas dan Kompetensi ASN

7 bulan yang lalu
38
Penasihat Hukum Sebut Dakwaan Jaksa Cacat Formil Dan Daluwarsa, Karena Melanggar Ketentuan

Penasihat Hukum Sebut Dakwaan Jaksa Cacat Formil Dan Daluwarsa, Karena Melanggar Ketentuan

7 bulan yang lalu
158

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA BUMDES KETAHAN PANGAN RP158 JUTA DI DESA KEBUNAGUNG Sapi Beli 5 Ekor Tinggal 1, Pembangunan Kandang Tak Terealisasi

    DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA BUMDES KETAHAN PANGAN RP158 JUTA DI DESA KEBUNAGUNG Sapi Beli 5 Ekor Tinggal 1, Pembangunan Kandang Tak Terealisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Apa dengan Penegak Hukum Kita? Kasus Penganiayaan di Jakarta Utara Sudah Hampir 2 Tahun Berlalu Kok Belum Tuntas Juga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemarau Ekstrem dan Debu Liar Pabrik Kepung Perumahan Lamongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pagar Tutup Akses Jalan Taman Lagura, Warga Desak Pemkot Jakpus Bongkar Status Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis Perumahan DKI Jakarta Dinilai “Sadis dan Kejam” Usir Penghuni Rusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA