Lamongan, KabarOneNews.com-Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi perpajakan di kalangan mahasiswa. Bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lamongan, FEB UNISLA menggelar kegiatan sosialisasi dan pembekalan pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) menggunakan Core Tax System. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor KPP Pratama Lamongan ini diikuti oleh 35 mahasiswa dari Program Studi Akuntansi dan Manajemen yang telah dinyatakan lolos sebagai relawan pajak tahun berjalan.
Acara pembekalan ini menjadi langkah strategis dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang perpajakan sekaligus menjadi jembatan antara dunia akademik dan institusi perpajakan. Para mahasiswa yang terpilih sebagai relawan pajak nantinya diharapkan mampu membantu masyarakat dalam memahami proses pelaporan pajak, khususnya melalui platform terbaru berbasis Core Tax System yang saat ini menjadi tulang punggung modernisasi administrasi perpajakan di Indonesia.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Rektor UNISLA, Dr. Abdul Ghofur, yang menekankan pentingnya penguasaan literasi perpajakan sebagai kompetensi wajib bagi mahasiswa ekonomi dan bisnis. Menurutnya, perpajakan tidak hanya menjadi ilmu akademik, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata generasi muda untuk pembangunan nasional. Ia mengapresiasi kerja sama antara kampus dan KPP Pratama Lamongan yang secara konsisten menghadirkan program-program edukatif dan aplikatif. Dr. Ghofur berharap mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini mampu menjadi pelopor budaya sadar pajak di lingkungan sekitar mereka.
Sementara itu, Dekan FEB UNISLA, Dr. H. Abid Muhtarom, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan arah kebijakan fakultas yang mengusung konsep Kampus Berdampak, yaitu kampus yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, kemampuan mengisi SPT menggunakan sistem terbaru adalah keterampilan penting yang tidak hanya akan berguna bagi mahasiswa, tetapi juga memperluas cakrawala mereka sebagai calon praktisi di bidang perpajakan dan bisnis. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus diperkuat agar lulusan FEB UNISLA semakin siap menghadapi tuntutan dunia kerja.
Dalam sesi utama pelatihan, pemateri dari KPP Pratama Lamongan, Abda Alif Yakfi, memberikan penjelasan teknis mengenai tata cara pengisian SPT melalui Core Tax System. Ia menguraikan berbagai fitur baru dalam sistem tersebut, termasuk mekanisme verifikasi data, integrasi informasi perpajakan, serta kemudahan pelaporan yang saat ini dapat dilakukan secara lebih akurat dan efisien. Abda juga menekankan pentingnya ketelitian dan pemahaman terhadap regulasi yang berlaku, mengingat relawan pajak nantinya akan terlibat langsung dalam membantu wajib pajak dalam proses pelaporan.
Selain materi teknis, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peran strategis seorang relawan pajak. Melalui sesi ini, mahasiswa diajak untuk memahami nilai sosial dari kegiatan perpajakan, yaitu bagaimana kontribusi pajak menjadi tulang pilar pembangunan. Para relawan diharapkan tidak hanya sekadar membantu pelaporan, tetapi juga menjadi agen sosialisasi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kepatuhan pajak.
Kepala Penyuluh KPP Pratama Lamongan, Sarjono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa UNISLA yang setiap tahun menunjukkan peningkatan minat dalam program relawan pajak. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam memperluas pemahaman perpajakan di masyarakat karena mereka merupakan kelompok yang adaptif terhadap teknologi dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Sarjono berharap kerja sama antara KPP Pratama Lamongan dan UNISLA terus terjalin, sehingga tercipta kolaborasi berkelanjutan dalam edukasi perpajakan.
Kegiatan pembekalan juga melibatkan dosen pembimbing relawan pajak, Promovendus Indah Kurniawati, SE., M.A., yang turut mendampingi mahasiswa selama pelatihan. Beliau menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya bermanfaat untuk menambah wawasan mahasiswa, tetapi juga menjadi pengalaman langsung yang memperkaya kompetensi mereka di lapangan. Indah menegaskan bahwa relawan pajak adalah program yang tidak hanya bergengsi, tetapi juga memiliki nilai sosial tinggi karena mahasiswa terlibat langsung dalam membantu masyarakat menjalankan kewajiban perpajaknya.
Selama sesi praktik, mahasiswa diberi kesempatan untuk mencoba langsung fitur-fitur yang terdapat pada Core Tax System. Mereka mempelajari bagaimana mengakses akun wajib pajak, memasukkan data yang diperlukan, mengoreksi kesalahan input, hingga memastikan proses pelaporan tersimpan dengan baik. Banyak mahasiswa yang mengaku bahwa pelatihan ini membuka perspektif baru mereka mengenai betapa pentingnya peran teknologi dalam tata kelola perpajakan modern.
Kegiatan ini tidak hanya memfokuskan pada aspek teknis, tetapi juga membangun mental siap pelayanan. Mahasiswa diingatkan bahwa sebagai relawan pajak, mereka akan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi, empati, dan kedisiplinan menjadi nilai tambah yang harus mereka kuasai. Materi mengenai etika pelayanan publik turut diberikan untuk memastikan para relawan dapat menjalankan tugasnya dengan profesional dan penuh tanggung jawab.
Dengan terselenggaranya kegiatan sosialisasi dan pembekalan ini, FEB UNISLA dan KPP Pratama Lamongan berharap dapat mencetak relawan pajak yang tidak hanya memahami regulasi perpajakan, tetapi juga memiliki kecakapan teknis serta kepekaan sosial. Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak mahasiswa dan memperluas cakupan dampak positifnya.
Melalui program ini, UNISLA menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Sementara itu, KPP Pratama Lamongan terus memantapkan perannya dalam edukasi perpajakan, terutama dalam mendorong generasi muda untuk lebih memahami dan terlibat dalam proses administrasi pajak.
Kerja sama ini menjadi bukti harmonisnya sinergi antara dunia pendidikan dan institusi pemerintah dalam menguatkan budaya sadar pajak. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan mahasiswa yang berkompeten, berintegritas, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat melalui perannya sebagai relawan pajak profesional.(*).


















