kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home Opini

Harga Pangan Naik Akibat MBG? Saatnya Lamongan Menguatkan bahan baku lokal, UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
7 bulan yang lalu
Harga Pangan Naik Akibat MBG? Saatnya Lamongan Menguatkan bahan baku lokal, UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
52
VIEWS

Oleh: DR. H. Abid Muhtarom, SE., SPd., MSE
(Dekan Fakultas Ekonomi, wakil ketua dewan pengupahan kabupaten Lamongan)

Lamongan, KabarOneNews.com-Program MBG (Makan Bergizi) yang kini digencarkan di Kabupaten Lamongan dan berbagai daerah menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan. MBG bukan hanya sekadar program penyediaan makanan bergizi, tetapi hadir sebagai gerakan sosial yang memperlihatkan kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi muda. Dampaknya terlihat langsung di lapangan: sekolah-sekolah kini rutin menyajikan menu sehat, para orang tua merasa terbantu, dan instansi daerah bergerak serempak memastikan gizi masyarakat terpenuhi. Namun di balik keberhasilan ini, muncul fenomena ekonomi yang harus kita sikapi dengan bijak, yaitu meningkatnya harga sejumlah bahan pangan.

Berita‎ Terkait

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Seiring MBG diperlihatkan secara masif melalui penyediaan menu harian bergizi, permintaan bahan pangan meningkat dengan signifikan. Sayur-mayur segar dibutuhkan setiap hari, kebutuhan telur melonjak karena menjadi komponen utama menu protein, buah-buahan menjadi standar konsumsi, beras harus tersedia dalam jumlah besar, minyak goreng dan gas meningkat kebutuhannya karena proses memasak berlangsung di banyak lokasi. Lonjakan permintaan ini pada akhirnya memengaruhi rantai pasok. Di beberapa titik pasar, harga sayur naik, beberapa jenis buah lebih mahal dari biasanya, dan beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan bertahap. Ini adalah situasi yang muncul bukan karena spekulasi pasar, melainkan respons alami dari sistem pasokan yang belum sepenuhnya siap menghadapi permintaan besar dalam waktu cepat.

Kenaikan harga pangan tersebut harus dilihat dalam perspektif yang konstruktif. Program MBG adalah program baik, program yang wajib kita dukung sepenuhnya. Tetapi agar MBG dapat berjalan stabil dan memberikan manfaat jangka panjang, daerah harus menyiapkan pondasi ekonomi yang kuat. Kesiapan ini terutama terletak pada kemampuan daerah untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya sendiri. Selama ini, sebagian pasokan pangan Lamongan masih berasal dari luar daerah. Ketika permintaan meningkat secara signifikan karena MBG, pasokan luar menjadi tidak seimbang dengan kebutuhan lokal. Akibatnya, harga terdorong naik karena tingginya biaya logistik, terbatasnya stok, dan panjangnya rantai distribusi.

Lamongan sebenarnya memiliki potensi luar biasa untuk mandiri dalam pasokan pangan. Sebagai daerah agraris dan perikanan, Lamongan menghasilkan beras, sayur, buah, telur, ayam, daging sapi, hingga komoditas hortikultura. Namun potensi ini belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem produksi dan distribusi yang kuat. Inilah saatnya kita melihat MBG bukan sebagai beban, tetapi sebagai momentum memperkuat kemandirian pangan daerah. Program ini dapat menjadi motor penggerak untuk membangun ekosistem pasokan lokal yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Salah satu aktor paling strategis dalam mewujudkan ekosistem ini adalah Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi memiliki kapasitas untuk menjadi pusat agregasi produk lokal, baik dari petani, peternak, nelayan, maupun UMKM. Dengan jaringan desa yang luas, koperasi dapat menyerap produksi langsung dari masyarakat desa, kemudian mendistribusikannya ke lembaga-lembaga yang membutuhkan, termasuk sekolah-sekolah yang menjalankan MBG. Koperasi mampu memperpendek rantai pasok, sehingga harga lebih terkontrol dan kualitas barang lebih mudah dijaga.

Jika koperasi desa berfungsi optimal sebagai suplayer lokal, maka kebutuhan sayur, beras, telur, buah, hingga produk olahan lainnya dapat dipenuhi langsung dari desa. Petani akan mendapat pasar yang pasti, harga lebih stabil, dan pendapatan meningkat. Di sisi lain, pemerintah daerah tidak perlu lagi terlalu bergantung pada pemasok luar daerah. MBG pun bisa berjalan lebih efisien karena sumber bahan baku berada dekat dengan titik konsumsi. Koperasi dapat menjadi pusat data produksi, pengendali kualitas, dan pengatur stok sehingga ketersediaan bahan pangan dapat direncanakan lebih baik.

Namun, koperasi tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan kuat dari UMKM. Peran UMKM sangat penting terutama dalam pengolahan pangan siap saji, pembuatan lauk pendamping, bumbu masakan, camilan bergizi, dan produk-produk alternatif yang dapat memperkaya menu MBG. UMKM Lamongan sebenarnya memiliki kreativitas tinggi dan kemampuan inovasi yang kuat, tetapi banyak yang belum terhubung langsung dengan program pemerintah dan koperasi desa. Ini menjadi kesempatan besar untuk mengintegrasikan UMKM ke dalam ekosistem MBG.

UMKM dapat menjadi penyedia lauk olahan, seperti abon ikan, nugget ayam sehat, tempe dan tahu olahan, keripik buah bergizi, hingga makanan pendamping yang higienis. Jika UMKM dapat masuk dalam sistem rantai pasok MBG melalui koperasi, maka perekonomian lokal akan bergerak lebih dinamis. Selain itu, standar kesehatan dan keamanan pangan akan lebih terjaga karena UMKM bisa diberikan pelatihan dan sertifikasi melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan koperasi.

Program MBG yang diperlihatkan sebagai gerakan besar untuk meningkatkan kualitas gizi seharusnya menjadi pemicu modernisasi sistem pangan daerah. Kita harus melihat MBG sebagai peluang jangka panjang, bukan sekadar rutinitas harian. MBG memaksa kita untuk memperbaiki cara kerja rantai pasok, memperpendek jalur distribusi, meningkatkan produksi petani lokal, mendorong koperasi untuk bertransformasi, dan memacu UMKM agar naik kelas. Ini adalah rantai yang jika digerakkan bersama akan menciptakan kemandirian pangan yang kokoh.

Kenaikan harga pangan yang terjadi hari ini adalah sinyal sekaligus peluang. Sinyal bahwa sistem pangan kita perlu diperkuat, dan peluang untuk membangun fondasi ekonomi lokal yang lebih mandiri. Lamongan harus mengambil kesempatan ini dengan mempercepat gerakan kemandirian bahan baku lokal. Jika semua elemen bersinergi petani, UMKM, koperasi, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan maka MBG tidak hanya berhasil sebagai program gizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah.

Dengan memperkuat bahan baku lokal, mengoptimalkan Koperasi Desa Merah Putih, dan mempersiapkan UMKM untuk berperan aktif, Lamongan dapat meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memastikan keberlanjutan program MBG. Program yang baik membutuhkan sistem yang kuat. MBG telah memperlihatkan jalan, tinggal bagaimana kita menyiapkan kekuatan lokal untuk berjalan bersamanya. Dengan demikian, kenaikan harga pangan bukan lagi ancaman, melainkan momentum untuk membangun kemandirian pangan daerah yang lebih tangguh, stabil, dan menyejahterakan masyarakat.(*).

SendShareTweet

Related‎ Posts

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
29
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
30
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
30
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
44
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
43
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
86
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
50
Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM
Opini

Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM

Februari 11, 2026
28
Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?
Opini

Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?

Februari 10, 2026
33
Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)
Opini

Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)

Februari 10, 2026
26

Hari Besar Nasional:

Idul Fitri 1447 H/ 2026 M :

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Tingkatkan Sistem Pendidikan, DPRD Tanbu Kunjungi Balikpapan Kaltim

Tingkatkan Sistem Pendidikan, DPRD Tanbu Kunjungi Balikpapan Kaltim

1 tahun yang lalu
30
Jaksa Sebut Terdakwa Jevon Legal PT. HAL Terbukti Penipuan Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Jaksa Sebut Terdakwa Jevon Legal PT. HAL Terbukti Penipuan Dituntut 2,5 Tahun Penjara

1 tahun yang lalu
44
Mutasi Polri, Wakapolda Metro Jaya Diangkat Jadi Kapolda Kaltara. Berikut Profil Brigjen Pol Djati

Mutasi Polri, Wakapolda Metro Jaya Diangkat Jadi Kapolda Kaltara. Berikut Profil Brigjen Pol Djati

11 bulan yang lalu
40

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Ribuan Relawan MBG Demo di Depan Gedung Pemda Lamongan, Minta Program Dilanjutkan

    Ribuan Relawan MBG Demo di Depan Gedung Pemda Lamongan, Minta Program Dilanjutkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putusan Kasasi 1,5 Tahun Jebloskan Razman Arif Nasution ke Lapas Cipinang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putusan Kasasi 2 Tahun Penjara Terpidana Firman Hertanto Segera Dieksekusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ditengarai Memalsukan Skincare Produk Orang Lain, Dokter Lee Diseret Ke Persidangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT.Harmoni Panca Utama Diduga Berbuat Curang Kepada Golden Gate Machinery Atas Penjualan Alat Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA