Bangka Selatan, Kabar One.com – Sejumlah warga Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan merasa dipermainkan oleh pihak pengelola Tower BTS milik Telkomsel.
Hal ini karena janji penggantian kerugian warga akibat induksi (dampak sambaran) petir terhadap menara (tower) tersebut belum juga direalisasikan, padahal sebelumnya pihak pengelola yaitu PT Mitratel telah sepakat akan mengganti.
Sebagaimana dikatakan oleh salah seorang warga, yaitu Yudawastuti mengatakan sebelumnya pada tanggal 21 Mei 2025 orang dari PT Mitratel telah datang ke Desa Batu Betumpang.
“Yang datang ke Kantor Desa Batu Betumpang, dan mengaku dari PT Mitratel bernama Joni dan Yogi, tetapi mereka ini tanpa membawa surat tugas. “Ungkap Yudawastuti pada Selasa (3/6/2025).
Orang-orang tersebut, lanjut Yudawastuti lalu diterima oleh pihak desa melalui Pj. Kades dan Sekdes, kemudian dipertemukan dengan Dia sebagai wakil warga terdampak.
“Mereka lalu dipertemukan dengan saya yang mewakili warga terdampak induksi petir. “Ujar Yuda.
Selanjutnya, ujar Yudawastuti mereka berdua didampingi sekdes Jimmy bersamanya kemudian mendatangi ke sejumlah rumah warga terdampak.
“Bersama saya dan pak Jimmy mereka mendatangi satu persatu rumah warga tersebut, yaitu rumah Rustam, Sumarni, Marlena, Jaat, Susan, Akong, Wati dan rumah Saya (Yudawastuti) juga. “Katanya.
Pada saat itu beber Yudawastuti, mereka dari pihat PT Mitratel ini berjanji akan menyelesaikan penggantian pada tanggal 2 Juni 2025 ini, tetapi tampaknya ingkar janji.
“Janjinya tanggal 2 Juni, tetapi hingga sekarang tidak ada yang datang. “Sesal Yudawastuti.
Karena merasa dikibulin, Yudawastuti kemudian menghubungi Joni, tetapi Joni beralasan pihak manajemen sedang berduka.
“Saya telah hubungi Joni lewat call WA, lalu dikatakan Joni menunda pembayaran kepada warga dengan alasan pihak manajemen masih berduka. “Jelas Yudawastuti.
Tentunya, jelas Yudawastuti sejumlah warga tersebut kecewa karena merasa dipermainkan oleh pihak PT Mitratel.
“Warga sangat kecewa karena merasa di php sejak dari tanggal 1 Maret 2025 kejadian induksi yang dari 14 KK bertempat tinggal di radius 72 meter dari menara BTS 2019 Batu Betumpang, hanya 5 warga yang menerima ganti rugi, sementara yang lain belum. “Ujar Yudawastuti.
Warga, sebut Yudawastuti merasa trauma dengan induksi petir pada menara Telkomsel ini, karena kejadiannya telah berulang kali dan meminta Pemerintah Daerah memindahkan menara tersebut.
“Warga meminta pemerintah memindahkan menara BTS tersebut karena merasa tidak aman dan tenang dengan keberadaannya yang sudah 19 tahun. “Sebut Yudawastuti. (*/Har)



















