Lamongan, KabarOneNews.com-Seminar kebudayaan mengenai gapura di Lamongan bertajuk “Bedah Sejarah, Makna, dan Fungsi Gapura Paduraksa Bersayap Sebagai Ikon Budaya Kabupaten Lamongan” Di laksanakan di Kampus Unisda Lamongan. Acara ini diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur bekerja sama dengan UNISDA Lamongan dan LESBUMI Ahad, (17 /05 2026), pukul 09.00 – 13.30 WIB.bertempat di Auditorium Gedung Manaqib, Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan.
Adapun peserta yang hadir yakni M. Yaser Arafat, M.A. (Praktisi dan Peneliti Tipologi Nisan, Dosen UIN Sunan Kalijaga).Rakai Hino Galeswangi, M.Pd. (Tim Cagar Budaya, Dosen UII).Bisarul Ihsan, M.Pd. (Dosen UNISDA Lamongan). Bustanul Habibi ( Tunas Mandiri). perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur.
Acara ini mengupas tuntas tentang nilai filosofis dan sejarah di balik arsitektur ikonik Gapura Paduraksa bersayap yang menjadi ciri khas identitas budaya Kabupaten Lamongan.adapun pelaksana kegiatan tersebut adalah Tunas Mandiri, Lesbumi PCNU Lamongan, Unisda Lamongan
Didukung Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur
Hal tersebut diungkapkan oleh Agus salah perwakilan pengurus Tanfidziah PCNU Lamongan mengatakan,”Terimakasih atas kehadiran para narasumber yang bisa hadir dalam acara seminar kebudayaan.acara yang pelaksana kegiatan bersama Tunas Mandiri dan LESBUMI semoga acara yang kita adakan bisa menjadi masukan buat delegasi ke perintah pusat.semoga acara ini bisa menjadi referensi kebudayaan di kabupaten Lamongan,”ungkapnya.
Hal senada diungkapkan oleh rektor unisda Lamongan Muhammad Hafidh Nashrullah, S.E., M.M.dalam sambutannya mengatakan,”sekilas kita ingin menceritakan perspektif dengan dalam setiap kampus semestinya ada satu masjid.adapun referensi bentuk masjid di kampus nanti mencontoh masjid sunan sendang duwur.dari sekian riset gambar dan corak kita temukan di masjid tidak ada yang sama.maka di Unisda kita simbolisme pemaknaan kekhasan di kampus Unisda mengadopsi keislaman kearifan lokal budaya Lamongan.secara resmi kita memakai nilai spiritual dari masjid sunan Sendang duwor .dari sisi nilai arsitektur masih banyak di situs sendang duwur dari pada situs sunan Drajat Lamongan,” ungkapnya.
Selesai acara di lanjutkan dengan sesi kajian bedah sejarah sebagai narasumber Yaser Arafat, M.A. (Praktisi dan Peneliti Tipologi Nisan, Dosen UIN Sunan Kalijaga).Rakai Hino Galeswangi, M.Pd. (Tim Cagar Budaya, Dosen UII).Bisarul Ihsan, M.Pd. (Dosen UNISDA Lamongan).(As).


















