SEMARANG, kabaronenews.com -Pemerintah Kota Semarang telah mengambil langkah strategis dengan mengisi 55 jabatan kepala kelurahan yang sebelumnya kosong. Pengisian jabatan lurah Semarang ini dilakukan bersamaan dengan rotasi dan mutasi pejabat organisasi perangkat daerah, yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik di ibu kota Jawa Tengah.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, menyatakan bahwa seluruh 55 posisi lurah yang kosong kini telah terisi. “Alhamdulillah 55 lurah yang kemarin kosong sudah terisi semuanya. Harapannya setelah ini, besok kawan-kawan segera melakukan tugas yang barunya. Apalagi, ini mendekati Lebaran,” kata Joko Hartono di Kantor Pemkot Semarang, Selasa (10/3).
Penempatan pejabat baru ini menjadi prioritas mengingat kebutuhan pelayanan yang meningkat menjelang perayaan hari besar.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik mengenai pentingnya melanjutkan estafet kepemimpinan dengan baik, memperbaiki kekurangan, dan siap menghadapi tantangan. “Mereka harus seperti seorang pelari yang menerima tongkat estafet dari pendahulunya, harus mampu meneruskan keberhasilan, memperbaiki kalau ada yang kurang, dan menerima tantangan mencapai tujuan,” ujar Agustina. Ia juga menegaskan bahwa proses pengangkatan pejabat baru ini bebas dari korupsi dan kolusi, menjamin integritas pemerintahan kota.
Kepala BKPP Semarang, Joko Hartono meminta para lurah dan camat yang baru dilantik untuk segera menjalankan tugas kewilayahan yang melekat pada posisi mereka. “Saya kira tugas-tugas kewilayahan sudah melekat dan semoga kita semuanya diberi kesehatan dan kelancaran menjalankan tugas,” ujarnya.
Selain 55 lurah, Pemerintah Kota Semarang juga melantik total 354 pejabat pada Selasa (10/3). Mereka terdiri atas 51 pejabat eselon III (administrator) yang mencakup camat, sekretaris kecamatan, serta kepala bidang dan sekretaris badan atau dinas.
Selain itu, pemerintah kota juga melantik 303 pejabat pengawas. Pejabat pengawas ini meliputi lurah, sekretaris lurah, kepala seksi kelurahan, serta kepala seksi di badan atau dinas. Komposisi pelantikan ini menunjukkan komitmen Pemkot Semarang untuk mengisi seluruh lini jabatan yang krusial demi menjaga stabilitas dan efisiensi birokrasi.
Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti juga menekankan pengangkatan pejabat baru bebas dari korupsi, kolusi, dan semakin memperkuat integritas dalam mewujudkan birokrasi yang bersih.
AMR

















