BALIKPAPAN – kabaronenews.com – Kemeriahan Ramadhan Balikpapan Vaganza 129 semakin bermakna dengan hadirnya sesi talk show edukatif yang mengangkat isu keamanan kota.
Menghadirkan Kabag OPS Polresta Balikpapan, Kompol Jajat Sudrajat, diskusi ini mengupas tuntas dinamika Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) selama bulan suci.
Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui YouTube Channel Onix Radio untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Dipandu oleh duo MC, Reval dan Vika, perbincangan hangat ini menyoroti fenomena musiman seperti balap liar, perang sarung, hingga tren lomba lari liar yang kerap menutup akses jalan umum.
Fenomena tersebut dinilai bukan lagi sekadar hobi, melainkan gangguan nyata bagi warga yang sedang menjalankan ibadah.
Mengedepankan Sisi Humanis dan Mengayomi
Dalam pemaparannya, Kompol Jajat Sudrajat menekankan adanya pergeseran paradigma dalam penanganan kenakalan remaja.
Polresta Balikpapan kini lebih mengedepankan pendekatan humanis dibandingkan tindakan preventif yang kaku.
“Kami memahami energi remaja sangat besar, namun harus disalurkan ke arah yang tepat. Polisi hadir bukan sebagai musuh, melainkan pembina. Fokus kami adalah memastikan mereka pulang ke rumah dengan selamat tanpa terlibat masalah hukum atau kecelakaan,” ujar Kompol Jajat di panggung utama.
Dialog Interaktif: Polisi Sebagai ‘Bestie’ Remaja
Menjawab pertanyaan MC mengenai tren lomba lari liar yang menutup jalan, Kompol Jajat menjelaskan bahwa instruksi Kapolresta Balikpapan sangat jelas: prioritaskan dialog.
“Kalau kami bubarkan dengan cara kasar, mereka akan lari kocar-kacir dan malah membahayakan pengguna jalan lain. Kami lebih memilih merangkul tokoh pemuda dan memberi pemahaman bahwa ada tempat yang lebih aman untuk berkompetisi,” tambahnya.
Meski demikian, sisi humanis bukan berarti pembiaran. Terkait aksi perang sarung yang kerap disisipi batu atau senjata tajam, Polresta tetap akan mengambil tindakan tegas namun terukur jika sudah membahayakan nyawa.
Edukasi di Tengah Pameran
Sesi ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang diinisiasi oleh Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Balikpapan untuk menghidupkan suasana Ramadan sekaligus menjadi sarana sosialisasi instansi pemerintah.
Melalui dialog santai ini, para orang tua diharapkan lebih waspada dan peduli terhadap aktivitas anak-anak mereka.
Acara ditutup dengan pesan kuat bagi seluruh warga untuk menjadi “Polisi bagi diri sendiri”.
Kompol Jajat mengimbau para orang tua memastikan anak-anak sudah berada di rumah sebelum pukul 22.00 WITA guna menciptakan Ramadhan yang aman, damai, dan penuh berkah di Kota Balikpapan.
NK



















