Lamongan,KabarOneNews.com- Universitas Islam Lamongan (UNISLA) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kualitas kepemimpinan mahasiswa melalui penyelenggaraan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) yang dilaksanakan pada tanggal 30–31 Januari 2026 di Kampus UNISLA. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Karakter Kepemimpinan yang Adaptif, Kritis, dan Berintegritas” sebagai respons atas tantangan organisasi kemahasiswaan di tengah dinamika sosial, politik, dan teknologi yang semakin kompleks. LKMM-TD menjadi ruang strategis bagi mahasiswa lintas fakultas dan lintas perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas diri, baik secara konseptual maupun praktis, dalam menjalankan peran sebagai calon pemimpin masa depan.
Kegiatan LKMM-TD tahun ini diikuti oleh 45 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang akademik, yakni mahasiswa FEB UNISDA, Fakultas Teknik, Fakultas Elektro, Fakultas Hukum, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNISLA. Keberagaman asal peserta ini menjadi nilai tambah tersendiri karena menciptakan ruang dialog lintas disiplin, memperkaya sudut pandang, dan melatih mahasiswa untuk beradaptasi dalam kerja kolektif yang heterogen. Sementara itu, panitia pelaksana berjumlah 15 orang yang seluruhnya berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UNISLA periode 2025–2026, yang menunjukkan kapasitas organisatoris mahasiswa FEB UNISLA dalam mengelola kegiatan berskala universitas secara profesional dan bertanggung jawab.
Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat, ditandai dengan sambutan dari Dekan FEB UNISLA, Dr. H. Abid Muhtarom, SE., MSE, yang menekankan pentingnya LKMM-TD sebagai fondasi pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa tidak cukup hanya bermodal keberanian dan popularitas, tetapi harus ditopang oleh kemampuan berpikir kritis, kepekaan sosial, integritas moral, serta kesiapan beradaptasi dengan perubahan. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak pemimpin muda yang tidak hanya aktif secara struktural dalam organisasi, tetapi juga matang secara intelektual dan etis. Sambutan pembukaan juga disampaikan oleh Wakil Dekan III FEB UNISLA, Dr. Fitri Nur Janah, MAkt., yang menyoroti peran strategis kegiatan kemahasiswaan dalam mendukung capaian akademik dan pengembangan soft skills mahasiswa. Ia menekankan bahwa LKMM-TD bukan sekadar agenda formal, melainkan proses pembelajaran kepemimpinan yang harus dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan organisasi sehari-hari.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta LKMM-TD mendapatkan pembekalan dari sejumlah pemateri yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Materi pertama tentang antropologi kampus disampaikan oleh Muhammad Imron Hamzah, S.M., M.M. Dosen FEB UNISLA, yang mengajak peserta memahami kampus sebagai ruang sosial dengan dinamika nilai, budaya, dan relasi kekuasaan yang khas. Melalui materi ini, peserta diajak untuk membaca realitas organisasi kemahasiswaan secara lebih kritis, memahami perbedaan latar belakang mahasiswa, serta mengelola konflik secara konstruktif. Pemahaman antropologi kampus dinilai penting agar mahasiswa tidak terjebak pada praktik organisasi yang eksklusif, tetapi mampu membangun kepemimpinan yang inklusif dan responsif.
Materi administrasi organisasi disampaikan oleh Fanisa Arin Agustina dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Islam Lamongan. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman tentang tata kelola administrasi organisasi yang tertib, akuntabel, dan sesuai dengan aturan kelembagaan. Administrasi diposisikan bukan sebagai beban teknis semata, melainkan sebagai instrumen penting dalam menjaga legitimasi, transparansi, dan keberlanjutan organisasi mahasiswa. Peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan yang baik selalu beriringan dengan sistem administrasi yang rapi dan bertanggung jawab.
Selanjutnya, materi pengembangan program kerja disampaikan oleh Aldi Aziz Maulana dari BEM Universitas Islam Lamongan. Materi ini menekankan pentingnya perencanaan program kerja yang berbasis kebutuhan mahasiswa, realistis, dan berdampak nyata. Peserta dilatih untuk menyusun program kerja yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki tujuan jelas, indikator keberhasilan, serta relevansi dengan visi organisasi. Diskusi interaktif dalam sesi ini mendorong peserta untuk berpikir strategis dan inovatif dalam merancang kegiatan kemahasiswaan.
Aspek kepemimpinan diperkuat melalui materi leadership yang disampaikan oleh M. Aqomaddin, S.Ak., selaku korwil Jatim BEM Se-jatim Sistem Informasi tahun 2025. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kepemimpinan mahasiswa harus dibangun di atas nilai integritas, keteladanan, dan kemampuan komunikasi. Kepemimpinan tidak dimaknai sebagai posisi struktural semata, tetapi sebagai kemampuan memengaruhi, menggerakkan, dan melayani anggota organisasi. Peserta diajak merefleksikan gaya kepemimpinan masing-masing dan memahami pentingnya adaptasi dalam menghadapi dinamika organisasi.
Materi team building yang disampaikan oleh Ricky Rivaldi, S.Hum., (wakil BEM se-Jawa Timur) selaku narasumber eksternal, menjadi salah satu sesi yang paling dinamis. Melalui berbagai simulasi dan permainan kelompok, peserta dilatih untuk membangun kerja tim yang solid, saling percaya, dan efektif. Materi ini menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh individu yang hebat secara personal, melainkan oleh kemampuan tim dalam bekerja sama, mengelola perbedaan, dan menyelesaikan masalah secara kolektif.
Sementara itu, materi tata cara persidangan disampaikan oleh Muhammad Adam dari DPM Universitas Islam Lamongan, yang membekali peserta dengan pemahaman tentang mekanisme persidangan organisasi, teknik berargumentasi, serta etika dalam pengambilan keputusan kolektif. Materi ini penting untuk membangun budaya demokrasi yang sehat di lingkungan organisasi mahasiswa, di mana setiap keputusan diambil melalui musyawarah yang tertib, rasional, dan berlandaskan aturan.
Secara keseluruhan, pelaksanaan LKMM-TD FEB UNISLA 2026 berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, jejaring, dan kesadaran kolektif mahasiswa tentang pentingnya kepemimpinan yang berintegritas. Dengan terselenggaranya LKMM-TD ini, FEB UNISLA berharap dapat melahirkan kader-kader pemimpin mahasiswa yang adaptif terhadap perubahan, kritis dalam berpikir dan bertindak, serta menjunjung tinggi nilai integritas dalam setiap peran yang dijalankan, baik di dalam maupun di luar kampus.


















