kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home News

SMSI Lamongan Kampanyekan Minum Air Putih, Ajak Siswa Jaga Kesehatan Ginjal Sejak Dini

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
2 bulan yang lalu
SMSI Lamongan Kampanyekan Minum Air Putih, Ajak Siswa Jaga Kesehatan Ginjal Sejak Dini
26
VIEWS

LAMONGAN , KabarOne News.com– Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lamongan mengajak pelajar membiasakan diri mengonsumsi air putih dan mengurangi minuman berpemanis. Kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran menjaga kesehatan tubuh dan ginjal sejak usia sekolah.IMG 20260831 WA0005

Ketua SMSI Lamongan, M. Nur Ali Zulfikar, mengatakan bahwa minum air putih merupakan kebiasaan sederhana yang memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan dan aktivitas anak.

Berita‎ Terkait

Belajar Jurnalistik Tak Harus Di Kelas, Santri SMA Wahas Model Menulis Dari G-Park

Diduga 50 Pekerja Pabrik Pengolahan Kayu di Sambeng Lamongan Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Disnaker dan BPJS Diminta Turun Tangan 

Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Al-Fathimiyah

“Air putih membantu menjaga konsentrasi belajar, mengatur suhu tubuh, mendukung aktivitas fisik, serta membantu ginjal membuang sisa metabolisme melalui urin,” kata Ali Zulfikar dalam kegiatan Bakti Sosial Kesehatan di SDN Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, anak-anak perlu dibiasakan membawa botol minum sendiri ke sekolah dan menjadikan air putih sebagai pilihan utama. Kebiasaan tersebut juga dapat mengurangi konsumsi minuman kemasan yang umumnya mengandung gula dalam jumlah tinggi.

“Kami ingin membangun kebiasaan sehat yang dapat dilakukan anak-anak setiap hari. Salah satunya dengan membawa botol minum dan memilih air putih dibandingkan minuman manis,” ujarnya.

Meski demikian, kebutuhan cairan setiap anak tidak selalu sama. Jumlah air yang dibutuhkan dipengaruhi usia, aktivitas fisik, cuaca, makanan yang dikonsumsi, dan kondisi kesehatan. Karena itu, anak disarankan minum secara teratur dan tidak menunggu sampai mengalami kehausan berat.

Dehidrasi atau kekurangan cairan yang berat dapat menyebabkan volume darah menurun sehingga aliran darah menuju ginjal ikut berkurang. Apabila tidak segera ditangani, terutama ketika disertai demam tinggi, muntah, diare, atau infeksi berat, kondisi tersebut dapat memicu cedera ginjal akut.

Gejalanya dapat berupa tubuh sangat lemas, mulut kering, pusing, produksi urin berkurang, warna urin semakin pekat, hingga tidak buang air kecil dalam waktu lama. Anak yang mengalami gejala tersebut perlu segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Ali Zulfikar juga mengingatkan bahaya konsumsi minuman berpemanis dan makanan cepat saji secara berlebihan. Minuman bersoda, teh kemasan, sirup, dan minuman berenergi umumnya mengandung gula tinggi. Sementara makanan cepat saji, mi instan, daging olahan, dan makanan ringan kemasan cenderung tinggi garam, lemak, dan kalori.

Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang memang tidak selalu menyebabkan gagal ginjal akut secara langsung. Namun, pola tersebut dapat meningkatkan risiko kegemukan, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Ketiga kondisi itu merupakan faktor penting yang dapat merusak ginjal secara bertahap.

“Air putih tidak boleh dipahami sebagai obat ajaib yang dapat menghapus dampak makanan tinggi gula dan garam. Menjaga ginjal harus dilakukan secara menyeluruh melalui kebiasaan minum yang cukup, makanan sehat, aktivitas fisik, dan penggunaan obat secara aman,” tegasnya.

Indonesia pernah mengalami peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada anak pada 2022. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan per 15 November 2022, tercatat 324 kasus, terdiri atas 111 anak sembuh, 199 meninggal dunia, dan 14 masih menjalani perawatan.

WHO kemudian melaporkan bahwa hingga 5 Februari 2023 terdapat lebih dari 300 kasus dan lebih dari separuh pasien meninggal dunia. Hasil penyelidikan mengaitkan wabah tersebut dengan cemaran etilen glikol dan dietilen glikol pada sejumlah obat cair atau sirop.

Karena itu, kasus tersebut tidak tepat disebut semata-mata akibat kurang minum air putih ataupun konsumsi makanan cepat saji. Peristiwa tersebut justru menjadi pelajaran penting tentang keamanan obat dan perlunya pengawasan orang dewasa.

“Anak-anak tidak boleh mengonsumsi obat sendiri. Obat harus diberikan oleh orang tua berdasarkan petunjuk dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan,” jelas Ali Zulfikar.

Melalui kampanye tersebut, SMSI Lamongan berharap sekolah dan keluarga dapat membangun lingkungan yang mendukung kebiasaan hidup sehat. Sekolah dapat menyediakan akses air minum yang aman, memberi kesempatan siswa minum secara berkala, serta mengedukasi anak untuk membatasi jajanan tinggi gula dan garam.

“Menjaga kesehatan ginjal tidak perlu menunggu dewasa. Kebiasaan itu bisa dimulai sekarang, dari satu botol air putih yang dibawa anak ke sekolah setiap hari,” pungkasnya.

Kepala Puskesmas Deket, dr. Ratih Nuzuhria, mengatakan kegiatan CKG rutin kali ini menyasar seluruh siswa di SDN Laladan yang berjumlah 89 orang. Sementara pelayanan imunisasi difokuskan kepada masing-masing 15 siswa kelas 1 dan 15 siswa kelas 5.

“Alhamdulillah, kegiatan CKG rutin hari ini juga dirangkaikan dengan BIAS, yaitu imunisasi di SDN Laladan. Total siswa di sini ada 89 orang,” ujar dr. Ratih.

Dalam kegiatan tersebut, tim medis Puskesmas Deket melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap para siswa. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik umum, mata, telinga, kesehatan gigi dan mulut oleh dokter gigi, kadar gula darah, hingga kadar Hemoglobin (Hb).

Menurut dr. Ratih, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi kesehatan sebagian besar siswa dalam keadaan normal dan baik. Meski demikian, pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap diperlukan untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini.

Ia mengungkapkan, di wilayah kerja Puskesmas Deket masih ditemukan sejumlah kasus kesehatan pada anak usia sekolah, mulai dari gangguan penglihatan hingga kadar gula darah tinggi dan hipertensi. Temuan tersebut tidak hanya berasal dari jenjang sekolah dasar, tetapi juga tingkat sekolah menengah pertama.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sejauh ini, kondisi kesehatan sebagian besar siswa di SDN Laladan terpantau normal dan baik. Namun, kami juga menemukan beberapa kasus khusus di wilayah kerja Puskesmas Deket, seperti anak-anak dengan kadar gula darah tinggi, hipertensi, hingga gangguan penglihatan,” jelasnya.

Puskesmas Deket memastikan setiap temuan ditindaklanjuti sesuai kondisi dan tingkat keparahannya. Untuk kasus ringan, penanganan awal maupun rujukan dilakukan melalui Puskesmas Deket. Sedangkan pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, seperti hipertensi dan kadar gula darah tinggi, akan dirujuk ke rumah sakit.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Sekolah SDN Laladan, Amindarti, S.Pd. Ia menyampaikan terima kasih kepada Puskesmas Deket dan SMSI Kabupaten Lamongan yang telah mendukung pelaksanaan CKG di lingkungan sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Puskesmas Deket serta pihak SMSI yang telah mendukung kegiatan CKG ini. Melalui program ini, kami berharap seluruh siswa-siswi dapat tumbuh semakin sehat, semakin bersemangat dalam belajar, serta terhindar dari berbagai penyakit,” ujar Amindarti.

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi salah satu bagian penting dalam pemantauan kondisi kesehatan peserta didik. Program tersebut juga berjalan beriringan dengan agenda kesehatan sekolah lainnya, seperti pelayanan imunisasi berkala dan pemberian obat cacing.

Menurut Amindarti, pemeriksaan kesehatan tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga membantu pihak sekolah memantau kondisi kesehatan para guru sehingga dapat tetap prima dalam menjalankan proses belajar mengajar.

Antusiasme para siswa selama kegiatan berlangsung juga terlihat cukup tinggi. Mereka mengikuti rangkaian pemeriksaan dengan tertib sekaligus mendapatkan edukasi mengenai kebersihan dan pentingnya menjaga kesehatan.

Amindarti menambahkan, pemeriksaan berkala dapat membantu mendeteksi gangguan kesehatan yang mungkin tidak disadari oleh siswa maupun orang tua. Salah satunya adalah gangguan penglihatan yang dapat berkaitan dengan kebiasaan membaca yang kurang tepat maupun penggunaan gawai secara berlebihan.

“Antusiasme siswa sangat tinggi dan mereka merasa senang. Melalui pemeriksaan ini, kondisi kesehatan anak-anak bisa terpantau dengan baik. Contohnya, jika ada siswa yang mengalami masalah pada penglihatan, seperti mata minus akibat kebiasaan membaca yang kurang tepat atau terlalu sering menatap gawai, bisa segera terdeteksi dan mendapatkan penanganan secara rutin,” pungkasnya.

Melalui kegiatan CKG, imunisasi, dan edukasi pola hidup sehat tersebut, kolaborasi antara Puskesmas Deket, SMSI Kabupaten Lamongan, dan pihak sekolah diharapkan dapat memperkuat kesadaran kesehatan di lingkungan pendidikan.

Deteksi dini terhadap berbagai gangguan kesehatan serta pembiasaan pola konsumsi yang lebih sehat sejak usia sekolah menjadi langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Dengan kondisi fisik dan mental yang terjaga, para pelajar diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal sekaligus tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkualitas.(*).

SendShareTweet

Related‎ Posts

Belajar Jurnalistik Tak Harus Di Kelas, Santri SMA Wahas Model Menulis Dari G-Park
Daerah

Belajar Jurnalistik Tak Harus Di Kelas, Santri SMA Wahas Model Menulis Dari G-Park

Oktober 28, 2026
5
Diduga 50 Pekerja Pabrik Pengolahan Kayu di Sambeng Lamongan Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Disnaker dan BPJS Diminta Turun Tangan 
Daerah

Diduga 50 Pekerja Pabrik Pengolahan Kayu di Sambeng Lamongan Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Disnaker dan BPJS Diminta Turun Tangan 

Oktober 28, 2026
9
Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Al-Fathimiyah
Daerah

Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Al-Fathimiyah

Oktober 28, 2026
24
Mediasi PT PAL dan Warga Sidokelar Buntu: Kuota Karyawan Tetap Tak Jelas, Janji Perusahaan Dipertanyakan
Daerah

Mediasi PT PAL dan Warga Sidokelar Buntu: Kuota Karyawan Tetap Tak Jelas, Janji Perusahaan Dipertanyakan

Oktober 27, 2026
200
Herdiana Pimpin FWK DKI Jakarta, Siap Perkuat Profesionalisme Wartawan
Metropolitan

Herdiana Pimpin FWK DKI Jakarta, Siap Perkuat Profesionalisme Wartawan

Oktober 27, 2026
19
Proyek Saluran PT Mawany Intikarya Kembali Disorot, Kinerja Dan Integritas Abdul Rauf Gafar Dipertanyakan
Metropolitan

Proyek Saluran PT Mawany Intikarya Kembali Disorot, Kinerja Dan Integritas Abdul Rauf Gafar Dipertanyakan

Oktober 27, 2026
82
Proyek Gapura Perbatasan Jabar-Jateng di Cirebon Senilai Rp2,9 Miliar Disorot: Material Diduga Tak Sesuai Spek, Pengawasan Diminta Diperketat
Daerah

Proyek Gapura Perbatasan Jabar-Jateng di Cirebon Senilai Rp2,9 Miliar Disorot: Material Diduga Tak Sesuai Spek, Pengawasan Diminta Diperketat

Oktober 27, 2026
34
Ketua PWI Jaya Kesit B Handoyo Buka OKK Angkatan Ke 25-2026, Wartawan Harus Bisa Menulis
Metropolitan

Ketua PWI Jaya Kesit B Handoyo Buka OKK Angkatan Ke 25-2026, Wartawan Harus Bisa Menulis

Oktober 26, 2026
23
DIDUGA TAK TRANSPARAN DAN DIKOMERSILKAN, PROYEK PENDALAMAN WADUK DESA LEBAKADI SUGIO LAMONGAN DISOROT WARGA
Daerah

DIDUGA TAK TRANSPARAN DAN DIKOMERSILKAN, PROYEK PENDALAMAN WADUK DESA LEBAKADI SUGIO LAMONGAN DISOROT WARGA

Oktober 26, 2026
70
Kualitas Proyek PT Bachtiar Marpa Prima Disorot, Dugaan Kerusakan Jalan hingga Pemasangan U-Ditch Jadi Sorotan
Metropolitan

Kualitas Proyek PT Bachtiar Marpa Prima Disorot, Dugaan Kerusakan Jalan hingga Pemasangan U-Ditch Jadi Sorotan

Oktober 26, 2026
97

Media Siber :

Info Publik:

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Dilantik Jadi CHO Marimas, Willie Salim Hadirkan 15 Racikan Varian Rasa

Dilantik Jadi CHO Marimas, Willie Salim Hadirkan 15 Racikan Varian Rasa

2 tahun yang lalu
44
Indonesia Internasional Baby Products Toy Expo(IBTE) kembali hadir sebagai, “Platform Bisnis utama” di Asia Tenggara

Indonesia Internasional Baby Products Toy Expo(IBTE) kembali hadir sebagai, “Platform Bisnis utama” di Asia Tenggara

1 tahun yang lalu
30
Usai Lukis di Tembok Marimas, Julian Dapat Apresiasi 30 Juta dari Harjanto Halim

Usai Lukis di Tembok Marimas, Julian Dapat Apresiasi 30 Juta dari Harjanto Halim

2 tahun yang lalu
41

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Mediasi PT PAL dan Warga Sidokelar Buntu: Kuota Karyawan Tetap Tak Jelas, Janji Perusahaan Dipertanyakan

    Mediasi PT PAL dan Warga Sidokelar Buntu: Kuota Karyawan Tetap Tak Jelas, Janji Perusahaan Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Saluran PT Mawany Intikarya Kembali Disorot, Kinerja Dan Integritas Abdul Rauf Gafar Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MMA Sunan Drajat Raih Gold Award 2026, Teguhkan Tradisi Kitab Kuning di Era Modern

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Kejanggalan Revitalisasi Rp. 294,7 Juta di TK Al-Wardah 9 Kebalandono Kecamatan Babat Lamongan Mencuat, Dinding dan Atap Jadi Sorotan – Disdik Diminta Audit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kualitas Proyek PT Bachtiar Marpa Prima Disorot, Dugaan Kerusakan Jalan hingga Pemasangan U-Ditch Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA