Pangkalpinang, Kabar One. Com – Beberapa ratus kilo meter Jalan Nasional yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum RI Dirjen Bina Marga di Pulau Bangka rutin dilakukan pekerjaan pemeliharaan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Propinsi Bangka Belitung (Babel).
Ruas-ruas Jalan Nasional khususnya di Pulau Bangka Propinsi Babel diantaranya : Kota Pangkalpinang – Sungailiat – Sp. Belinyu (Kabupaten Bangka). Kemudian ruas Pangkalpinang – Namang (Bangka Tengah) – Sadai (Bangka Selatan), dan Pangkalpinang – Kelapa – Mentok (Bangka Barat).
Dan agar ruas-ruas Jalan Nasional tersebut tetap memadai untuk dilewati, diduga setiap tahun dianggarkan milyaran Rupiah melalui dana APBN yang dikucurkan melalui BPJN Babel kepada masing – masing Satuan Kerja (Satker) yang membidangi.
Dan pengelolaan proyek pekerjaan pemeliharaan Jalan Nasional ini dilakukan dengan sistim swakelola pada masing-masing Satker yang membawahi ruas – ruas jalan tersebut.
Jenis pekerjaan pemeliharaan ini berupa penambalan lobang-lobang jalan, pembersihan tepi jalan hingga selokan dan pelapisan ulang dengan aspal tipis di titik tertentu.
Namun dari pemantauan dilapangan atas pekerjaan tersebut, tampak hanya diduga sekedar menghabiskan anggaran yang tersedia.
Salah satunya pada ruas Jalan Nasional Pangkalpinang hingga Kelapa yang mulai dikerjakan pada tahun 2025 ini.
Penambalan jalan yang dikerjakan pada ruas tersebut tampak sia-sia karena ada hanya menambal ulang sejumlah kerusakan lama, yang sebelumnya beberapa bulan kebelakang telah pernah dilakukan penambalan.
Sangat disayangkan, ada bagian yang ditambal dengan lapisan aspal tidak dipotong (cuter) terlebih dahulu dengan mesin, tetapi bagian yang rusak langsung ditimpakan dengan lapisan aspal.
Akibatnya pada bagian yang ditambal ini, kembali rusak saat dilalui kendaraan. Aspal yang ditambal turun serta melebar (melar), kemungkinan karena tidak mampu menahan beban kendaraan.
Seharusnya pada bagian tersebut sebelum ditambal, terlebih dahulu dicuter (potong) dengan mesin dan bagian bekas cuter di isikan batuan agregat untuk kemampuan penahan beban kendaraan.
Penambalan bagian jalan yang rusak ini, juga tidak merata dikerjakan. Ada bagian tertentu yang dikerjakan, sementara beberapa kerusakan yang berdekatan, tetapi tidak dikerjakan.
Selain ditambal ternyata ada juga yang cuma disiram dengan cairan aspal pada titik tertentu, yang bagian aspal yang pecah pada bagian ini ada yang tidak tertutupi cairan aspal.
Salah seorang warga Desa Terentang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka inisial Na, karena minta jangan disebutkan nama penuh pada Rabu (25/6) menyebutkan, jika pekerjaan penambalan jalan tersebut baru beberapa hari dikerjakan.
“Baru beberapa hari ini dikerjakan penambalan jalan ini. “Katanya.
Dikatakan Na, bagian yang ditambal tersebut, sebelumnya sudah pernah ditambal pada sekitar sebelum Lebaran Idul Fitri 2025.
“Ada bagian yang barusan ditambal ulang, karena sebelumnya sudah pernah ditambal, yaitu pada sebelum Lebaran Puasa, tetapi rusak kembali, lalu beberapa hari lalu ditambal lagi. “Jelasnya.
Selain penambalan dan perbaikan, ada juga proyek pekerjaan pembersihan tepi jalan hingga ke saluran jalan, seperti yang dikerjakan di ujung Desa Dalil, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Pekerjaan pembersihan jalan ini dilakukan oleh puluhan pekerja, yang bekerja secara beramai – ramai.
Tetapi pekerjaan pembersihan jalan dengan menggunakan peralatan cangkul ini, tampaknya asal cepat. Bagian tepi jalan yang berumput, dicangkul. Kemudian cangkulan rumput yang mengandung tanah tersebut, lalu dilemparkan ketepi, kearah gundukan tanah ditepi saluran atau selokan.
Beberapa bagian tanah berumput tersebut, ada yang jatuh kembali ke saluran. Dilokasi, tidak terlihat adanya mobil truk atau pick up untuk mengumpul tanah berumput yang dibersihkan, untuk dibuang di lokasi lain.
Selain tanah berumput, di lokasi lain ada juga bagian tepi jalan yang dibersihkan mengandung batuan agregat yang memang sebelumnya telah ditimbun ditepi jalan, saat proyek sebelumnya.
Dengan teknik pembersihan pakai cangkul lalu dilemparkan ketepi, banyak bagian batuan agregat ini juga terbuang. Sementara rumput mulai terlihat tumbuh lagi.
Sementara di ujung Desa Zed, Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka juga sedang dikerjakan proyek pelapisan ulang beberapa ratus meter jalan dengan lapisan aspal yang terlihat tipis. Salah satu pekerja yang tidak sempat ditanyakan namanya menyebutkan pekerjaan tersebut adalah pekerjaan swa kelola.
“Ini pekerjaan swa kelola. “Katanya.
Dari hal tersebut patut dipertanyakan, apakah mutu pekerjaan telah sesuai dengan nilai yang dikucurkan. Yang tentunya kondisi ini memicu kecurigaan publik terhadap potensi penyimpangan anggaran, pengurangan volume material, atau bahkan keterlibatan oknum pengawas.
Walaupun proyek masih terus dikerjakan, kecurigaan tersebut tetap ada, karena dilapangan tidak ditemukan adanya Plang Informasi Proyek yang terpasang, sehingga yang tahu persis besaran anggaran hanya BPJN Babel saja.
Pihak Satker BPJN Babel sebelumnya telah diupayakan konpirmasinya, tetapi belum berhasil. Sampai berita ini dirilis Selasa (1/7/2025), tentunya masih diupayakan konfirmasinya ke sejumlah pihak lain. (Sh)



















