Lamongan, KabarOneNews com— Suasana di Lampu Merah Perempatan DPRD Lamongan dan Lampu Merah Pegadaian hari itu terasa berbeda. Bukan hanya karena ramainya kendaraan, tapi karena kehadiran puluhan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA) yang dengan penuh semangat menggelar Aksi Peduli Bencana Sumatra. Dengan kotak donasi, poster, dan senyum ramah, mereka menyapa setiap pengendara yang berhenti saat lampu merah menyala.
Aksi yang dilakukan BEM FEB UNISLA Selasa,(9 /12/2025) ini benar-benar membuat suasana kota terasa hangat. Mahasiswa berdiri di pinggir jalan sambil melambaikan kotak donasi dan mengajak masyarakat menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu saudara-saudara di Sumatra yang sedang tertimpa musibah. Meski terik matahari terasa menyengat, semangat mereka tidak surut sedikit pun.
Setiap kali lampu merah menyala, mereka langsung bergerak cepat mendatangi pengendara. Ada yang mengucapkan salam, ada yang tersenyum sambil mengangkat poster bertuliskan “Peduli Bencana Sumatra,” dan ada pula yang menyampaikan ajakan dengan sopan namun penuh ketulusan. Banyak masyarakat yang merespons positif ada yang memasukkan uang, ada yang memberi semangat, bahkan beberapa pengendara sempat bercanda ringan dengan mahasiswa yang bertugas.
Rektor UNISLA, Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si, memberikan apresiasi atas gerakan tersebut. Beliau mengatakan bahwa aksi seperti ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa UNISLA tidak hanya fokus belajar, tetapi juga peka terhadap keadaan sosial. “Saya bangga melihat mahasiswa FEB turun langsung membantu. Ini bukti mereka punya empati dan rasa peduli yang kuat. Semoga apa yang dikumpulkan hari ini bisa bermanfaat bagi saudara kita di Sumatra,” ujarnya.
Dekan FEB UNISLA, Dr. H. Abid Muhtarom, SE., MSE, juga turut memberikan semangat. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya tentang donasi, tapi juga tentang menumbuhkan rasa kebersamaan. “Mahasiswa FEB harus menjadi pribadi yang peduli dan siap membantu. Aksi ini menunjukkan karakter mereka yang luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berjalan,” tuturnya.
Selama aksi berlangsung, suasana terasa sangat hidup. Beberapa mahasiswa bertugas membawa pengeras suara untuk menyampaikan ajakan dengan nada ramah. Ada juga yang mengatur alur di lapangan agar aksi tetap tertib. Bahkan ketika hujan rintik tiba-tiba turun, mahasiswa tetap melanjutkan aksi sambil berteduh menggunakan payung, tapi semangat mereka tidak luntur.
Masyarakat Lamongan juga terlihat sangat antusias. Banyak pedagang, pengendara, hingga ibu-ibu yang kebetulan lewat ikut menyumbang. Ada yang memberi uang receh, ada yang menyumbang lebih besar—semuanya diterima dengan penuh syukur. Panitia aksi memastikan bahwa seluruh donasi akan disalurkan melalui lembaga resmi agar tepat sasaran dan terpercaya.
Ketua BEM FEB UNISLA 2025 menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap saudara-saudara di Sumatra yang sedang dilanda bencana. “Kami tahu mungkin bantuan ini tidak besar, tapi kalau semua orang bergerak bersama, pasti ada dampak yang bisa dirasakan. Kami cuma ingin membantu semampu kami,” ucapnya.
Menjelang sore, aksi peduli ini pun ditutup dengan doa bersama. Para mahasiswa mendoakan agar korban bencana diberikan kekuatan dan kemudahan untuk bangkit kembali. Mereka menutup aksi dengan satu harapan sederhana namun bermakna:
“Semoga sedikit bantuan dari kita semua bermanfaat untuk mereka yang ada di sana.”
Aksi ini mungkin terlihat sederhana, tetapi maknanya sangat besar—baik bagi mahasiswa yang terlibat maupun masyarakat yang ikut mendukung. Mahasiswa pulang dengan rasa bangga, bukan hanya karena kotak donasi mereka terisi, tetapi karena mereka telah melakukan sesuatu yang berarti bagi sesama.
Lamongan pun hari itu terasa lebih hangat dan penuh kebaikan. Aksi kecil dari mahasiswa FEB UNISLA berhasil menyatukan banyak hati dan membuktikan bahwa kepedulian tidak pernah mengenal jarak. Semangat seperti ini semoga bisa terus hidup, kapan pun dan di mana pun.


















