BALIKPAPAN – kabaronenews.com – Momentum Hari Jadi ke-129 Kota Balikpapan menjadi pijakan penting untuk memperkuat komitmen pelestarian lingkungan sekaligus refleksi bagi dunia olahraga daerah.
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Suwanto, memberikan catatan strategis agar “Kota Beriman” tampil lebih ramah lingkungan melalui optimalisasi pengelolaan sampah.
Suwanto menekankan bahwa penataan lingkungan harus menjadi prioritas utama, sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup saat kunjungan kerja ke Balikpapan baru-baru ini.
Fokus utamanya adalah pengolahan sampah yang dimulai langsung dari sumbernya.
“Selamat ulang tahun ke-129 untuk Kota Balikpapan tercinta. Harapan kita, kota ini harus semakin ramah lingkungan. Sesuai pesan Menteri LH, kita perlu memperkuat sistem pengolahan sampah yang dipilah langsung dari rumah tangga,” ujar Suwanto.
Menurutnya, kesadaran warga dalam memilah sampah organik dan anorganik akan sangat membantu efektivitas pengelolaan akhir di TPA Manggar.
Ia mendorong Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan untuk masif mengedukasi warga agar budaya pilah sampah menjadi gaya hidup masyarakat.
Sentuhan Personal Sang Tokoh Suporter
Di luar perannya sebagai wakil rakyat, Suwanto adalah sosok yang sangat lekat dengan pecinta sepak bola lokal. Ia merupakan tokoh kunci di balik berdirinya Balikpapan Suporter Fanatik (Balistik), kelompok suporter setia Persiba Balikpapan.
Dedikasinya teruji saat menjabat Ketua Umum Balistik periode 2009-2016. Ia menjadi saksi sejarah perjalanan tim “Beruang Madu”, mulai dari era Stadion Parikesit yang legendaris hingga kemegahan Stadion Batakan.
“Pengalaman di Balistik mengajarkan saya tentang proses. Dari hanya 30 anggota pada 2006, hingga akhirnya mampu memenuhi tribun selatan Batakan.
Semangat pantang menyerah dari nol inilah yang saya bawa dalam mengawal pembangunan Balikpapan,” kenangnya.
Realistis Namun Optimistis untuk Persiba
Meski tengah merayakan hari jadi kota, Suwanto tidak menutup mata terhadap situasi sulit yang dihadapi Persiba Balikpapan di babak play-off degradasi Liga 2. Ia mengakui posisi tim saat ini cukup kritis.
“Secara hitung-hitungan, peluang Persiba bertahan di Liga 2 memang sangat kecil. Kita harus realistis melihat situasi klasemen saat ini,” tuturnya dengan nada prihatin.
Kendati demikian, jiwa suporternya tetap membara. Baginya, menyerah sebelum peluit akhir bukanlah pilihan.
Ia berharap manajemen dan pemain tetap memberikan performa maksimal di sisa laga sebagai bentuk perjuangan bagi masyarakat Kota Minyak.
“Walaupun jalannya terjal, saya pribadi tetap memberikan dukungan luar biasa. Dalam sepak bola dan pembangunan kota, semangat harus tetap menyala hingga akhir,” pungkasnya.
NK



















